English     Indonesia  
Menu Rubrik
Internasional
Politik
Asean
Analisis
Hukum
Ekonomi dan Bisnis
Industri Strategis
Hankam
Sosial Budaya
Lingkungan Hidup
Kesehatan
Wawancara Khusus
Gaya Hidup
Diplomasi
Komentar Pembaca
Ucapan Puasa
Departemen Luar Negeri RI
PBNU
ISAFIS
Selamatkan Indonesia
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
Informasi Wisata Bali
Anggia Putri Nilasari
World Future Online
Budaya Sunda
   Artikel Pilihan
No data yet
   Jajak Pendapat
Membentuk kekuatan baru selain PBB guna menekan Israel membuka blokade atas Gaza?
Sangat Perlu
Perlu
Tidak Perlu
Tidak Tahu
   
Dirgahayu RI
Internasional
30-07-2010
Ahmadinejad: Barat Salah Kaprah Memandang Masyarakat

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyatakan bahwa para musuh pesimis akan perkembangan kampus-kampus di Iran. Ahmadinejad dalam pertemuannya dengan para anggota Organisasi Persatuan Mahasiswa di Tehran, hari Kamis (29/7) menekankan pentingnya aktivitas budaya dan politik di kampus-kampus Iran. Menurutnya, para musuh tengah menciptakan kondisi pesimis di kampus-kampus Iran. Ahmadinejad menegaskan, "Para musuh mengkhawatirkan optimisme di lingkungan kampus."


Lebih lanjut Ahmadinejad mengatakan, "Bangsa Iran saat ini, sangat optimis menghadapi AS dan mencapai misi-misi mulia mereka." Seraya menjelaskan perbedaan pengertian kekuatan masyarakat di Iran dan Barat, Ahmadinejad mengatakan, "Di Iran, masyarakat adalah kekuatan utama dan merekalah yang bertanggung jawab penuh. Sementara itu, Barat meyakini masyarakat sebagai alat untuk kepentingan politik."(IRIB/AR)


Sumber :Irib-Radio Iran
Artikel Terkait
» Obama Remehkan Kebocoran Dokumen Perang Afghanistan
» Kongres AS Adili Obama Soal Perang Afghanistan
» Pers: AS Hendaknya Segera Respon Usulan Perdamaian Korut
» Amalthea, Konspirasi Baru Israel dengan Tiga Kejanggalan
» Ini Dia Kelompok Yahudi Anti-Zionis!
» IRAN: Sanksi EU Tak Akan Merusak IRAN
» Gelombang Anti Zionis di Turki
» Analis Pakistan Serukan AS Ubah Strategi Terhadap Iran
» PBB: Bantuan Ke Gaza Harus Dikirim Melalui Darat



Cari :
Nash of Journalism School
   Isu Hangat »
Bangkitnya Kembali Militerisme Jepang di Asia Pasifik Sudah Diambang Pintu
Ada satu perkembangan yang cukup mencemaskan di Jepang dalam beberapa bulan terakhir ini. Issui-kai, atau Masyarakat Rabu" ("Wednesday Society"), dibentuk pada 1970-an oleh para penggemar novelis ...

Mewaspadai Meningkatnya Kekuatan Militer Cina (Bagian 2)

Deklarasi Konferensi PD II DI Kuala Lumpur

The Malaysian Experience & Hope For The Future

Japan as an Independent Player in an out of control Asia

Pernyataan GFI pada Konferensi Internasional tentang Perang Dunia II di KL

Lihat lainya »
   Arsip
Invasi Berakhir, Stimulus Bergulir

Risiko Bayangi Pelonggaran Kredit di AS

Obama Hadapi Tantangan Terberat Mereformasi Perbankan

Alunan Angklung di Kampus Lebanon

60 Tewas Akibat Demam Berdarah di Honduras

Mahmoud Abbas : Israel Harus Bekukan Pemukiman Yahudi

Korut Berusaha Tingkatkan Hubungan Militer dengan China

Gamelan Bali Getarkan Jantung Seni Musik Rusia

Perang Gaza, Perang Gas

Kritik untuk EraMuslim Lagi: Mengapa AS Menyerang Irak?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang : Travis Heerman
Petualangan Seorang Pendekar Jepang

PADA tahun 1960-an dan 1970-an, komik mengalami masa kejayaan di Indonesia. Sejumlah komikus menghasilkan pelbagai cerita yang menarik minat masyarakat. Para pendekar dari dunia imajinasi pun menjadi panutan orang-orang di dunia nyata. Sosok mereka—sebut saja misalnya Si Buta dari Goa Hantu, Panji Tengkorak, Pendekar Bambu Kuning, Si Pitung, dan Jaka Sembung—menjadi legenda.

Lihat Lainnya »

© 2008 - 2010 theglobal-review.com All rights reserved