English     Indonesia  
Menu Rubrik
Internasional
Politik
Asean
Analisis
Hukum
Ekonomi dan Bisnis
Industri Strategis
Hankam
Sosial Budaya
Lingkungan Hidup
Kesehatan
Wawancara Khusus
Gaya Hidup
Diplomasi
Komentar Pembaca
Ucapan Puasa
Departemen Luar Negeri RI
PBNU
ISAFIS
Selamatkan Indonesia
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
Informasi Wisata Bali
Anggia Putri Nilasari
World Future Online
Budaya Sunda
   Artikel Pilihan
Mengutuk Keras Negara-Negara Agresor Perang Dunia Kedua yang Bermaksud Menulis Ulang Keterlibatannya Dalam Kejahatan Perang
Konferensi  Internasional tentang Perang Dunia Kedua berlangsung di Kuala Lumpur, Kamis, 13 Mei 2010. Pertemuan yang diprakarsai oleh World Future Online tersebut, menghadirkan ...

Lihat lainya »
   Jajak Pendapat
Membentuk kekuatan baru selain PBB guna menekan Israel membuka blokade atas Gaza?
Sangat Perlu
Perlu
Tidak Perlu
Tidak Tahu
   
Dirgahayu RI
Industri Strategis
29-07-2010
RI-Jerman Kerjasama Investasi Industri Kelapa Sawit

Perusahaan Jerman Ferrostal AG,  PT Perkebunan Nusantara III dan PT Nusantara Bio Energy telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan kerjasama investasi di bidang industri berbasis minyak kelapa sawit secara terintegrasi mencakup bio diesel, surfactant, beta carotene dan fatty alcohol. Penandatanganan dilakukan di KBRI Berlin kemarin (28/7) oleh Presiden Direktur PTP Nusantara III Amri Siregar, Dewan Eksekutif Ferrostaal AG Prof.Stephan Reimelt, dan Presiden Direktur PT Nusantara Bio Energy Sabri Basyah.


Tahap awal dalam rangka implementasi nota kesepahaman akan dilakukan studi kelayakan bersama, kemudian akan dikembangkan ke arah pembentukan executive joint operation atau joint venture company.
 
Proyek tersebut akan dilakukan di Sei Mangkei, Sumatera Utara, dengan target luas areal awal 104 ha dan dapat dikembangkan menjadi 3000 ha. Studi kelayakan mencakup diantaranya evaluasi teknologi dan proses produksi, presentasi konsep teknologi, serta model pendanaan dan penilaian ekonomi terhadap konsep yang diajukan.
 
Dubes RI Berlin Eddy Pratomo, yang menyaksikan penandatanganan tersebut, menyampaikan kondisi industri kelapa sawit saat ini beserta berbagai tantangannya, khususnya isu-isu lingkungan.
 
Ia juga mengemukakan bahwa penandatanganan ini mempunyai makna penting karena bukan hanya menyangkut masalah pengembangan investasi, namun juga menunjukkan bahwa industri yang dikembangkan tidak bertentangan dengan isu-isu lingkungan yang menjadi topik hangat dunia saat ini.
 
Terlebih lagi, pengembangan kerjasama di bidang industri kelapa sawit tersebut dilakukan dengan mitra perusahaan besar dari negara maju (Jerman) yang sangat peduli dengan masalah lingkungan.
 
Amri Siregar secara khusus menyampaikan prospek yang sangat baik dari kerjasama tersebut karena disamping meningkatkan nilai tambah dari produk kelapa sawit, juga akan meningkatkan kesejahteraan para petani, dan sekaligus dalam rangka menepis keraguan pihak-pihak di luar negeri khususnya Jerman yang mempertanyakan dampak terhadap lingkungan dari pengembangan industri tersebut.
 
Ferrostaal AG merupakan perusahaan besar Jerman yang telah menamamkan investasinya di lebih dari 60 negara dengan core competence di bidang general contractor di berbagai sektor antara lain petrochemical industry, solar dan gas, power energy, solar energy, pulp and paper, bio fuel, dan lain-lain. (sumber: KBRI Berlin).


Sumber :Deplu RI
Artikel Terkait
» Iklim Investasi Minyak Segera Diperbaiki
» IAEA: Indonesia Sudah Siap Miliki Nuklir
» Awas, Perusahaan Israel Susupi Telkomsel
» PM Suriah Kagumi Produk Indonesia
» Air Asia dan Metro Batavia, Dicabut Dari Daftar Larangan Terbang Eropa
» Negara-negara Asia dan Timur Tengah Akan Mendominasi Investasi Pertanian Indonesia
» Larangan Ekspor Rokok ke AS Kurangi Devisa Indonesia
» “Dialog Dubes” Akan Warnai Pekan Produk Kreatif Indonesia
» DPR Setujui Kenaikan TDL per 1 Juli, Fraksi PDIP dan PKS Tetap Menolak



Cari :
Nash of Journalism School
   Isu Hangat »
Bangkitnya Kembali Militerisme Jepang di Asia Pasifik Sudah Diambang Pintu
Ada satu perkembangan yang cukup mencemaskan di Jepang dalam beberapa bulan terakhir ini. Issui-kai, atau Masyarakat Rabu" ("Wednesday Society"), dibentuk pada 1970-an oleh para penggemar novelis ...

Mewaspadai Meningkatnya Kekuatan Militer Cina (Bagian 2)

Deklarasi Konferensi PD II DI Kuala Lumpur

The Malaysian Experience & Hope For The Future

Japan as an Independent Player in an out of control Asia

Pernyataan GFI pada Konferensi Internasional tentang Perang Dunia II di KL

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Tulisan, Anggota TNI AU Kritik SBY

Komandan Amerika Minta 2.000 Tentara Lagi Ke Afghanistan

Indonesia Urutan Lima Pengguna Internet

Perompak Rampok Tanker Jepang di Laut China Selatan

Pencitraan SBY vs Pencitraan Malaysia

Aquino Umumkan Idul Fitri 10 September Hari Libur

Delri Hadiri Pertemuan G-20 Speakers’ Consultation

Kapal Irlandia Akan Bergabung Dengan Flotila Kebebasan Gaza Kedua

Publik Malaysia Mulai Tunjukkan Kemarahan

Mengutuk Keras Negara-Negara Agresor Perang Dunia Kedua yang Bermaksud Menulis Ulang Keterlibatannya Dalam Kejahatan Perang

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang : Travis Heerman
Petualangan Seorang Pendekar Jepang

PADA tahun 1960-an dan 1970-an, komik mengalami masa kejayaan di Indonesia. Sejumlah komikus menghasilkan pelbagai cerita yang menarik minat masyarakat. Para pendekar dari dunia imajinasi pun menjadi panutan orang-orang di dunia nyata. Sosok mereka—sebut saja misalnya Si Buta dari Goa Hantu, Panji Tengkorak, Pendekar Bambu Kuning, Si Pitung, dan Jaka Sembung—menjadi legenda.

Lihat Lainnya »

© 2008 - 2010 theglobal-review.com All rights reserved