"Sejumlah ketentuan yang menyangkut iklim investasi akan terus diperbaiki dan permintaan ini saya pikir wajar dan berlaku di mana saja," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa kepada pers di Istana Wapres Jakarta, Kamis.
Hal tersebut dikemukakan usai ia mendampingi Wakil Presiden Boediono menerima sejumlah pengusaha minyak yang tergabung dalam Asosiasi Perminyakan Indonesia (IPA).
Menurut Hatta, para pengusaha yang datang menemui Wapres menegaskan komitmen mereka untuk terus meningkatkan usaha di Indonesia dan minta agar setiap keputusan yang telah ditetapkan jangan terlalu sering berubah-ubah.
Salah satu ketentuan yang diminta anggota IPA itu adalah pemerintah agar mempercepat proses rencana pembangunan suatu perusahaan yang terlalu lama, apalagi di saat ini sering ditemukan sumber minyak baru di kawasan terpencil (remote area).
Daerah terpencil yang dimaksud adalah di laut dalam, seperti Selat Makassar, perairan Kalimantan, perairan Indonesia timur yang dalamnya sekitar 3.000 meter lebih.
"Untuk penemuan sumber minyak di laut dalam misalnya, memiliki risiko yang sangat tinggi disamping biaya yang mahal. Itulah yang mereka inginkan agar ada keputusan jelas, tapi mereka tetap menginginkan berusaha di Indonesia," kata Hatta.
Diakui Hatta, memang ada beberapa hal yang menyangkut iklim investasi perminyakan yang harus diperbaiki dan itu merupakan pekerjaan rumah yang harus diperbaiki.
Untuk itu, Hatta berjanji akan bertemu dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan BP Migas untuk mencari solusi perbaikan.
Hatta mengatakan, Wapres Boediono minta kepada dirinya untuk menjawab permintaan IPA tersebut.
"Kita tidak melihat kasus demi kasus, tapi bagaimana membangun iklim usaha baik, yang menguntungkan semua pihak baik kepada bangsa Indonesia dan investor," kata Menko Hatta.
Sumber :Antaranews.com
|