English     Indonesia  
Menu Rubrik
Internasional
Politik
Asean
Analisis
Hukum
Ekonomi dan Bisnis
Industri Strategis
Hankam
Sosial Budaya
Lingkungan Hidup
Kesehatan
Wawancara Khusus
Gaya Hidup
Diplomasi
Komentar Pembaca
Ucapan Puasa
Departemen Luar Negeri RI
PBNU
ISAFIS
Selamatkan Indonesia
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
Informasi Wisata Bali
Anggia Putri Nilasari
World Future Online
Budaya Sunda
   Artikel Pilihan
No data yet
   Jajak Pendapat
Membentuk kekuatan baru selain PBB guna menekan Israel membuka blokade atas Gaza?
Sangat Perlu
Perlu
Tidak Perlu
Tidak Tahu
   
Dirgahayu RI
Ekonomi dan Bisnis
29-07-2010
Kopi Eksotik Indonesia Berpotensi Kuasai Pasar Internasional

Kopi berasa eksotik asli Indonesia berpotensi menguasai pasar internasional seiring meningkatnya peminat komoditas tersebut di berbagai negara.


"Potensi yang bisa dibidik pengusaha kopi berasa eksotik itu di antaranya pasar China dan Timur Tengah. Apalagi, sampai sekarang kedua pasar di sana sama-sama memiliki populasi besar dan belum tergarap maksimal," kata Sekretaris Eksekutif Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jatim Ichwan Nur Sidik di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, dibukanya keran perdagangan internasional melalui perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) sejak 1 Januari 2010 justru meluaskan jaringan bisnis pengusaha kopi lokal.

"Apalagi selama ini ekspor kopi domestik hanya menyebar ke beberapa negara seperti Jepang, Italia, dan Malaysia," ujarnya.

Mengenai realisasi ekspor Jatim, ia menyebutkan, pada semester I 2010 mencapai 36.860 ton. Dari pencapaian volume ekspor itu, pasar Jepang menyumbang 19 persen, Italia 12,2 persen, dan Malaysia 11,14 persen, sementara sisanya meluas di beberapa negara lain.

"Akan tetapi, pada periode sama atau selama semester I 2010 ekspor kopi ke China hanya sekitar 100 ton," katanya.

Untuk itu, ia meyakini prospek perluasan pasar ekspor ke China sangat bagus mengingat di sana sedang gencar meningkatkan pembangunan seperti mendirikan cafe.

"Bertumbuhnya bisnis cafe di China menyusul kian banyaknya anak muda yang meminati kopi eksotik," katanya.

Ia optimistis, dengan peningkatan pembangunan cafe di China dapat menumbuhkan angka ekspor kopi Jatim ke sana pada semester II 2010 menjadi 120 ton.

"Pencapaian tersebut dapat terwujud, jika pebisnis kopi domestik bisa memasuki pasar di sana dengan strategi bisnis yang berbeda dibandingkan pengusa lain. Akan tetapi, mereka harus tetap cermat menangkap keinginan pasar," katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisna Mukti membenarkan, potensi ke pasar China bagus khususnya untuk kopi eksotik.

Ragam komoditas tersebut di antaranya kopi luwak, kopi mandailing, kopi toraja, dan kopi gayo.

"Potensi ekspor kopi nasional mencapai sekitar 50.000 ton per tahun. Kalau pasar China yang dapat dibidik sebanyak 350 juta orang," katanya.

Ia melanjutkan, besarnya permintaan pasar di China banyak disumbang oleh kalangan anak muda. Mereka sangat tertarik dengan ritual menyiapkan kopi misalnya saat menikmati kopi luwak.

"Umumnya, ritual tersebut dianggap mirip dengan tradisi penyajian teh Jepang," katanya.


Sumber :Antaranews.com
Artikel Terkait
» Warga Perbatasan Lebih Suka Wisata ke Malaysia
» Presiden: Pasar Tradisional Harus Dipertahankan
» Carrefour Pertama Kali Tutup Tokonya di China
» Banglades Bikin Bank Data Pengemis
» Kepala BKPM ajak Pengusaha AS Invest in Remarkable Indonesia
» Would Central Bank Remain as Banking Supervisor?
» Akankah Pengawasan Perbankan Tetap di Tangan Bank Sentral?
» Uang Palsu Hantui Pengusaha Kecil di AS
» Pembiayaan Perbankan, Strategi AS Meningkatkan Ekspor



Cari :
Nash of Journalism School
   Isu Hangat »
Bangkitnya Kembali Militerisme Jepang di Asia Pasifik Sudah Diambang Pintu
Ada satu perkembangan yang cukup mencemaskan di Jepang dalam beberapa bulan terakhir ini. Issui-kai, atau Masyarakat Rabu" ("Wednesday Society"), dibentuk pada 1970-an oleh para penggemar novelis ...

Mewaspadai Meningkatnya Kekuatan Militer Cina (Bagian 2)

Deklarasi Konferensi PD II DI Kuala Lumpur

The Malaysian Experience & Hope For The Future

Japan as an Independent Player in an out of control Asia

Pernyataan GFI pada Konferensi Internasional tentang Perang Dunia II di KL

Lihat lainya »
   Arsip
Invasi Berakhir, Stimulus Bergulir

Risiko Bayangi Pelonggaran Kredit di AS

Obama Hadapi Tantangan Terberat Mereformasi Perbankan

Alunan Angklung di Kampus Lebanon

60 Tewas Akibat Demam Berdarah di Honduras

Mahmoud Abbas : Israel Harus Bekukan Pemukiman Yahudi

Korut Berusaha Tingkatkan Hubungan Militer dengan China

Gamelan Bali Getarkan Jantung Seni Musik Rusia

Perang Gaza, Perang Gas

Kritik untuk EraMuslim Lagi: Mengapa AS Menyerang Irak?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang : Travis Heerman
Petualangan Seorang Pendekar Jepang

PADA tahun 1960-an dan 1970-an, komik mengalami masa kejayaan di Indonesia. Sejumlah komikus menghasilkan pelbagai cerita yang menarik minat masyarakat. Para pendekar dari dunia imajinasi pun menjadi panutan orang-orang di dunia nyata. Sosok mereka—sebut saja misalnya Si Buta dari Goa Hantu, Panji Tengkorak, Pendekar Bambu Kuning, Si Pitung, dan Jaka Sembung—menjadi legenda.

Lihat Lainnya »

© 2008 - 2010 theglobal-review.com All rights reserved