» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Ekonomi dan Bisnis
05-08-2017
Belajar Dari Kebangkrutan Yunani
Penulis : Malika Dwi Anna, Pegiat Sosial Budaya
YUNANI bangkrut sebagai state (negara) di 30 Juni 2015 lalu, dan secara resmi Pemerintah Yunani menyatakan dirinya sebagai negara bangkrut. Maknanya, negara ini tidak mampu lagi membayar hutang-hutangnya yang menumpuk segunung. Hutang Yunani kepada sejumlah negara dan lembaga kreditor mencapai 316 Euro atau setara dengan Rp 4.740 triliun.

Sebelom kebangkrutannya, diawali dengan longsornya daya beli masyarakat. Jangan anggap remeh masalah ini. Sebelum bangkrut rakyat yunani pun sudah mengingatkan pemerintahnya bahwa daya beli mereka terus menurun tetapi pemerintah ngeyel persis seperti rezim disini. Daya beli masyarakat longsor itu fakta, bukan hoax. Daya beli yang merosot itu bisa menghancurkan sebuah negara.
 
Hampir sama dengan jatuhnya Yunani, kenapa kita punya short memory tentang kejatuhan Orde Baru? Kejatuhan Orde Baru juga diawali dengan longsornya daya beli masyarakat, krisis moneter waktu itu. Saya inget, waktu itu di kampus tak ada hari tanpa demo agar beliau Mbah Harto berkenan lengser.
 
Logikanya : 
Jika Zero Margin -----> gerus uang tabungan...tarik. Tapi kalo gak ada tabungan? Apa mau sedot lemak?!
Kalo lemak juga menipis, kali ajah mau sedot WC hiks!
 
Penurunan daya beli masyarakat akan berdampak sistemik pada kemiskinan dan pengangguran. UMKM akan gulung tikar, dan dunia usaha akan lesu. Biaya menyelenggarakan pemerintahan yang efektif ini terlalu mahal, rakyat dibuat ngos-ngosan bayarnya. Dan keinginan pemerintah terlalu besar dari kapasitas rakyat untuk mendukungnya. Daya beli masyarakat yang terus anjlok akan berdampak pada makin tingginya pengangguran. Gejolak kerusuhan, (jika blom bisa dibilang revolusi), terlahir dari kondisi ini salah satunya.
 
Pengangguran, korban PHK, kemiskinan akibat kesenjangan ekonomi dan perut yang lapar... orang bisa berbuat apa saja karena alasan-alasan diatas. Ya, kemiskinan lebih dekat dengan kekufuran konon.
 
Dan fakta tentang daya beli masyarakat yang menurun itu tidak bisa dimanipulasi dengan pemberitaan manis di media darling. Ini bukti nyata kegagalan sebuah rezim dalam mengelola ekonomi negara.
 
Kopi_kir sendirilah !



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »