» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Amerika
03-08-2017
Trump Dikte Anaknya Berbohong, Gedung Putih Cari Pembenaran

Gedung Putih mengakui bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump memang memiliki peran dalam penyusunan pernyatan bantahan dari putra sulungnya Donald Trump Jr. mengenai pertemuan dengan seorang pengacara Rusia yang berkaitan dengan Pemilihan Presiden 2016. Namun pernyataan anak Trump yang didiktekan oleh ayahnya itu malah menciptakan masalah baru.


Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders berkata dalam briefing pers bahwa Trump "tentunya tidak mendiktekan (pernyataan itu), tetapi dia memang memberikan pertimbangan, menawarkan saran seperti umumnya dilakukan seorang ayah."

"Pernyataan yang sudah beredar itu benar adanya dan memang tak ada yang keliru dari pernyataan itu," kata  Sanders, padahal dari rilis emailnya sendiri Donald Trump Jr. beberapa waktu lalu malah mengakui topik pertemuan dengan pengacara Rusia itu adalah soal informasi yang dapat merusakkan citra pesaing Donald Trump dari Partai Demokrat pada Pemilu tahun silam, Hillary Clinton.

Washington Post melaporkan Senin lalu bahwa para penasihat Trump sudah membahas pernyataan itu dan sepakat bahwa Trump Jr. harus berbicara apa adanya untuk tidak mempersulit dia seandainya fakta yang sesungguhnya terungkap ke publik.

Namun Trump yang saat itu tengah dalam perjalanan pulang sehabis kunjungan ke Jerman pada 8 Juli, mengubah skenario itu dan "secara pribadi mendiktekan pernyataan di mana Trump Jr. mengaku bahwa dia dan pengacara Rusia itu hanya membahas program adopsi anak-anak Rusia," lapor The Post mengutip beberapa sumber yang mengetahui tindakan Trump itu.

Juli lalu Trump Jr. merilis email yang menunjukkan dia setuju bertemu seorang wanita tahun lalu yang dia aku sebagai pengacara pemerintah Rusia yang mungkin memiliki informasi mengenai Hillary Clinton sebagai bagian dari dukungan resmi Rusia kepada ayahandanya itu.

New York Times adalah yang pertama kali melaporkan pertemuan di Trump Tower di New York itu, demikian AFP.



Artikel Terkait
» Trump Sukses Jual Senjata Ke Arab Saudi
» Penjara di California Rusuh, Petugas dan Tahanan Cedera
» Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS
» Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim
» Massachusetts Gugat Kebijakan Imigrasi Trump di Pengadilan



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »