» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Diplomasi
24-07-2017
Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Deputi Perdana Menteri Vietnam Minister Vuong Dinh Hue melakukan pertemuan di Kantor Wapres di Jakarta, Jumat, untuk membahas hubungan bilateral Indonesia-Vietnam, khususnya masalah kemaritiman.


Ada beberapa poin yang dibicarakan oleh kedua negara, antara lain soal pembahasan patroli bersama, pemberantasan penangkapan ikan ilegal, dan administrasi perbatasan. Untuk itu, perwakilan Indonesia dan Vietnam akan mengadakan pertemuan lebih lanjut di Hanoi, Vietnam, awal Agustus mendatang.

“Ya, itu kita juga kerja sama karena dua negara setuju untuk menyelesaikan ilegal fishing dan administrasi, semua diselesaikan secara bersama-sama, oleh karena itu akan diatur suatu pertemuan nanti awal Agustus di Hanoi,” kata dia.

Di luar itu, Wapres Jusuf Kalla dan Deputi Perdana Menteri Vuong membahas dua hal lain.

Pertama, soal perundingan Indonesia dan Vietnam terkait Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang belum selesai setelah pertemuan terakhir pada 27 April 2017 di Yogyakarta.

Kedua, pembahasan soal rencana kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong ke Indonesia pada akhir Agustus 2017. “Ya, Agustus ini untuk pertemuan bilateral,” kata JK.

Di pihak lain, Deputi Perdana Menteri Vuong juga menyambut rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke Vietnam untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Ekonomi APEC di Danang, Vietnam, November 2017.

“Kita telah menjadi mitra strategis bagi masing-masing negara dan kami menantikan kunjungan Presiden Indonesia ke Vietnam untuk menghadiri pertemuan pemimpin ekonomi APEC di Danang, November tahun ini,” kata Vuong melalui penerjemah.

Sebelumnya, Deputi Perdana Menteri Vietnam dan delegasinya telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi untuk membahas kerja sama bilateral dan kemitraan startegis secara mendetail. (ANT)



Artikel Terkait
» RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan
» Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB
» Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik
» Indonesia-Prancis Siap Kerjasama Kembangkan Vokasi dan IKM



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »