» Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang


Analisis
08-07-2017
Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara
Penulis : Hendrajit, Pengkaji Geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Institute

Selasa 4 Juli lalu, Korea Utara berhasil meluncurkan peluru kendali antar-benua (ICBM) berhulu ledak nuklir. Bahkan menurut kabar, daya jangkaunya diperkirakan bisa mencapai Alaska, Amerika Serikat. Menariknya, uji coba peluncuran peluru kendali tersebut dilakukan menjelang berlangsungnya pertemuan puncak G-20, yang mana salah satu agenda utamanya adalah untuk membahas cara masyarakat internasional menghentikan pengembagan senjata nuklir Korea Utara.


Nampaknya agenda tersebut sejalan dengan maksud Amerika Serikat untuk membesar-besarkan kemampuan dan ancaman persenjataan nuklir Korea Utara. Buktinya, menyusul uji coba peluru kendali ICBM yang dilakukan Korea Utara, AS segera mempertunjukkan rancangan resolusi Dewan Keamanan Perseritakan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) kepada pemerintah Cina, untuk menjatuhkan sanksi internasional kepada Korea Utara.

Dalam konstalasi yang demikian, Korea Selatan dan Jepang sudah bisa dipastikan akan sejalan dengan manuver diplomatik AS seperti halnya dengan Inggris dan Perancis sebagai tulang punggung NATOI.

Bagi pemerintah AS, terlepas keberhasilan Korea Utara dalam uji coba peluru kendali antarbenua (ICBM) tersebut benar-benar bukti nyata kemampuan dan kedigdayaan persenjataan nuklir Korea Utara, namun juru bicara kementerian pertahanan AS seakan mendapatkan dalih untuk melakukan manuver diplomatik menggalang dukungan internasional untuk mengisolasi Korea Utara.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat menyatakan pihaknya sampai pada kesimpulan bahwa peluru kendali yang diluncurkan Korea Utara pada Selasa lalu berdaya jelajah antarbenua. Jadi kalaupun pada kenyataannya belum sedahsyat yang digambarkan juru bicara Pentagon itu, namun buat pemerintah AS nampaknya keberhasilan uji coba ICBM Korea Utara itu telah dijadikan alasan pembenaran untuk menggalang dukungan dunia internasional mengisolasi dan mengembargo Korea Utara.



Artikel Terkait
» Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia
» AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang
» Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia
» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?
» Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik
Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah sempat meminta maaf atas sepak-terjang tentara Jepang pada Perang Dunia II di beberapa negara eks koloninya ...

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Arsip
Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »