» “Kegenitan Geopolitik” » Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara


Timur Tengah
13-06-2017
UEA: Embargo Udara hanya Berlaku untuk Perusahaan Qatar

Embargo udara terhadap Qatar hanya berlaku pada maskapai penerbangan Qatar atau yang terdaftar di sana, kata Otoritas Penerbangan Sipil Uni Emirat Arab pada Selasa.


Arab Saudi dan Bahrain mengeluarkan pernyataan serupa mengenai embargo udara tersebut, yang diberlakukan ketika Riyadh, Abu Dhabi dan Manama memutuskan hubungan dengan Qatar pada 5 Juni, menuduh mereka mendukung "terorisme".

Embargo itu melarang "semua perusahaan penerbangan Qatar dan pesawat yang terdaftar di Qatar" mendarat atau transit melalui jalur udara Emirat, Arab Saudi dan Bahrain menurut pernyataan badan nasional dari ketiga negara itu yang dikutip kantor berita AFP.

Larangan tersebut tidak berlaku pada perusahaan penerbangan dan pesawat yang tidak terdaftar di Qatar dan tiga negara tetangga lainnya, dan yang melintas ke jalur udara mereka dari dan menuju Qatar, kata mereka.

Qatar Airways pada Senin meminta badan penerbangan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, menyatakan pemboikotan negara-negara Teluk itu ilegal dan melanggar konvensi 1994 tentang transportasi udara internasional.

CEO Qatar Airways Akbar Al Baker mengatakan langkah Arab Saudi dan sekutunya merupakan "blokade ilegal".

Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain termasuk di antara beberapa negara yang pekan lalu mengumumkan pemutusan hubungan dengan Qatar karena menuduh negara itu mendukung kelompok ekstremis dan kedekatan politisnya dengan Iran.  Qatar membantah tuduhan-tuduhan itu. (Antara)



Artikel Terkait
» Pejabat Senior Palestina Protes Karena Dilarang Masuk ke Mesir
» Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris
» Pasukan Irak Dekati Benteng ISIS di Mosul
» Israel Diminta Hentikan Pembangunan Permukiman di Wilayah Palestina
» Kesulitan Terbesar AS di Suriah
» KTT P-GCC, Peluang Inggris-Saudi untuk Dominasi Kawasan
» Inggris Cuma Ingin Senjatanya Dibeli Negara-negara Arab



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
HMI Cabang Padang: Keluarkan Israel dari Keanggotaan PBB

Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »