» “Kegenitan Geopolitik” » Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara


Hankam
09-06-2017
Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir
Penulis : Nugroho Prasetyo, Pegiat Sosial Budaya

Dengan digulirkannya sebuah program teknokratis-populis yang dirancang untuk pemulihan ekonomi Mesir. Setelah dilanda krisis beberapa tahun sebelumnya, walau tidak mirip, Nahdha Project mengingatkan kita pada Revolusi Mental ala Jokowi. Namun, sebagaimana dikritik oleh Khaled Fahmy di Ahram, ada satu agenda yang dilupakan oleh Mursi, yaitu reformasi kepolisian.


Selama bertahun-tahun di bawah Hosni Mubarak, polisi menjadi entitas —meminjam istilah Foucault— panoptik : memata-matai dan mengontrol semua aktivitas warga negara dengan kuasa yang mereka miliki. Mesir punya istilah khusus untuk ini : mabahits amn daulah (sebangsa intelijen). Polisi menjadi alat negara untuk merepresi musuh-musuh politiknya.

Tak salah jika beberapa sastrawan Mesir menggambarkan bagaimana menakutkannya lembaga ini dalam beberapa novelnya : penangkapan, mata-mata, hingga fitnah bisa berlangsung kapan saja dan kepada siapa saja. Corak kepolisian yang sangat represif inilah yang kemudian, di masa Morsi, menjadi poin kunci untuk menjelaskan mengapa masa pemerintahannya tidak kondusif.

Jokowi mungkin bukan Morsi. Di awal, di sekeliling presiden ada orang-orang semacam Andi Widjojanto atau Rizal Sukma yang pernah terlibat dengan proyek bernama Reformasi Sektor Keamanan.

Pertanyaannya sekarang, reformasi sektor keamanan macam apa yang ingin ditampilkan di era Jokowi jika kepolisian —institusi yang sangat terkait dengan keamanan sipil— tak mampu mengendalikan dirinya dan tak lebih dari alat kekuasaan untuk merepresi musuh-musuh politik ? Tayangan ILC bertema "Membidik Habib Rizieq" di TV One tadi malam (6/6/2017) menjawabnya secara tuntas.

Atau, jangan-jangan fenomena itu penanda awal keruntuhan kekuasaan Jokowi, sebagaimana halnya awal kejatuhan Morsi di Mesir.



Artikel Terkait
» Membangun Karakter Bangsa Guna Memperkuat Ketahanan Nasional
» Panglima TNI: Bangsa Indonesia Tidak Akan Membiarkan ISIS Berkembang
» Menanti Gebrakan BG di BIN
» Nasionalisme Buta Mahasiswa Papua



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
HMI Cabang Padang: Keluarkan Israel dari Keanggotaan PBB

Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »