» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Kepentingan Nasional
08-06-2017
Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Presiden Joko Widodo pagi ini melantik Pengarah beserta Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila yang selanjutnya disebut UKP PIP. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 7 Juni 2017.


Diketahui sebelumnya, lembaga nonstruktural berada di bawah sekaligus bertanggung jawab kepada Presiden ini dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2017. Perpres tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 19 Mei 2017.

Sebanyak sembilan orang diangkat oleh Presiden Joko Widodo sebagai pengarah UKP PIP, yakni Megawati Soekarnoputri, Try Sutrisno, Mahfud MD, Syafi'i Ma'arif, KH Ma'ruf Amin, KH Said Aqil Siradj, Andreas Anangguru Yewangoe, Wisnu Bawa Tenaya, Sudhamek AWS.

Adapun dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo turut mengangkat Yudi Latief selaku Kepala UKP PIP.

Pengangkatan pengarah dan kepala UKP PIP tersebut berdasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 31/M Tahun 2017 tentang Pengangkatan Pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.

Acara pengangkatan kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk kemudian diikuti oleh para tamu undangan yang hadir.



Artikel Terkait
» Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Pancasila
» Devide Et Impera Gaya Baru
» Dampak Jangka Panjang Indonesia Berpaling Ke Cina
» Polisi Tangkap Tiga Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu
» Panglima TNI: Tujuh Langkah untuk Menguasai Indonesia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Holding BUMN dan Bancakan Kekuasaan

Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan

Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »