» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Media
07-06-2017
Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

Perdana Menteri Malaysia, Dato Sri Mohd Najib Tun Razak meresmikan siaran televisi digital di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Selasa.


Peresmian tersebut menandai pemindahan siaran terestrial analog ke siaran digital sepenuhnya melalui layanan Televisi Terestrial Digital (DTT) yang dikenal sebagai myFreeview.

Dengan beralih ke myFreeview penonton berkesempatan menikmati resolusi gambar yang lebih baik dan jelas, kualitas suara yang bagus, lebih banyak saluran gratis, konten berkualitas, panduan program elektronik (EPG), berbagai pilihan alih bahasa dan sebagainya.

Peluncuran televisi digital tersebut turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, Dr Moh Salleh Said Keruak, Pimpinan Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia, Dr Salim Shafie, pelaku industri televisi, konsultan televisi dan sejumlah undangan diantaranya dari Ketua Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia, Eris Munandar.

"Pelayanan televisi telestrial digital bisa dinikmati rakyat Malaysia mulai hari ini.

Televisi analog kurang efisien dan memerlukan investasi tinggi untuk meluaskan siaran ke seluruh Malaysia," ujar Najib Razak.

Najib mengatakan melalui siaran digital Malaysia sudah mengikuti negara maju yang telah meninggalkan siaran analog dan memberikan siaran gratis kepada masyarakat.

"Ini disediakan kepada rakyat secara cuma-cuma tanpa langganan dan mengatasi jurang kesenjangan digital di masyarakat. Pada masa yang akan datang dapat digunakan untuk belanja dari rumah," katanya.

Dia mengatakan sebanyak 2,2 juta rumah di seluruh negara akan mendapatkan dekoder MYTV secara bertahap.

Penonton akan mendapatkan akses ke sembilan TV terestrial cuma-cuma seperti TV1, TV2, TVi, TV Alhijrah, TV3, NTV7, 8TV, TV9 dan saluran berita BERNAMA dan empat stasiun Radio Televisi Malaysia (RTM).



Artikel Terkait
» Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China
» Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017
» Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?
» Saat Ini Media Massa Jadi Sarana Perang Asimetris Asing dan Aseng



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Holding BUMN dan Bancakan Kekuasaan

Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan

Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »