English     Indonesia  
Menu Rubrik
Internasional
Politik
Asean
Analisis
Hukum
Ekonomi dan Bisnis
Industri Strategis
Hankam
Sosial Budaya
Lingkungan Hidup
Kesehatan
Wawancara Khusus
Gaya Hidup
Diplomasi
Komentar Pembaca
Ucapan Puasa
Departemen Luar Negeri RI
PBNU
ISAFIS
Selamatkan Indonesia
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
Informasi Wisata Bali
Anggia Putri Nilasari
World Future Online
Budaya Sunda
   Artikel Pilihan
No data yet
   Jajak Pendapat
Membentuk kekuatan baru selain PBB guna menekan Israel membuka blokade atas Gaza?
Sangat Perlu
Perlu
Tidak Perlu
Tidak Tahu
   
Dirgahayu RI
Isu Hangat
20-05-2010
“1945-2010: Perang Dunia II dan Bangkitnya Multilateralisme”
Deklarasi Konferensi PD II DI Kuala Lumpur
Penulis : kazi mahmood

Berikut adalah deklarasi yang dihasilkan dari konferensi perang dunia II dan munculnya multilateralisme di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, 13 Mei lalu.


Deklarasi ini diharapkan menjadi petunjuk untuk sebuah langkah yang lebih jauh menuju perdamaian
Deklarasi Konferensi Internasional

Panitia konferensi internasional bertajuk "Perang Dunia II dan Munculnya Multilateralisme" yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia pada 13 Mei 2010 bersamaan dengan ulang tahun ke-65 kemenangan Sekutu di Perang Dunia II ingin menyatakan poin-poin berikut ini.
1. Berbagai konflik yang ada dan berkecamuk yang masih mengancam stabilitas global harus diselesaikan secara damai dan diplomatik alih-alih menebarkan peperangan dan intervensi yang pada gilirannya bisa menyulut perang lain yang mematikan dan menghancurkan yang mampu memicu terjadinya Perang Dunia III.
2. Pelajaran-pelajaran Perang Dunia II harus diingat oleh mereka yang masih mepraktikkan pelanggaran kedaulatan, penindasan hak asasi manusia dan berbagai  manifestasi ketidaktoleransian lainnya, kekejaman dan ketidakadilan yang terjadi di Timur Tengah, Afghanistan dan tempat-tempat terkenal lainnya.
3. Peranan Sekutu (Uni Soviet, Amerika Serikat dan Britania Raya) dan kontribusi setiap negara untuk kemenangan atas Nazi Jerman dan Jepang yang militeristik adalah sebuah fakta sejarah yang tidak boleh pertanyakan lagi.
4. Kerjasama erat antara pemimpin Sekutu 65 tahun yang lalu dengan bijaksana cenderung mengesampingkan perbedaan pendapat dan berbagai pendekatan yang ada sementara mengkonsolidasikan kekuatan mereka untuk menghancurkan musuh bersama adalah di luar rentang waktu dan harus diikuti oleh negara-negara besar saat ini dalam menghadapi tantangan yang kita hadapi dalam dunia modern kita meskipun masih belum stabil.
5. Semua upaya untuk menulis ulang sejarah Perang Dunia II dan merevisi hasil-hasilnya harus dikutuk keras tanpa memandang status sang pelaku apakah itu pribadi, organisasi atau badan pemerintah.
6. Putusan-putusan yang diakui secara internasional dari serangkaian persidangan Nuremberg dan pengadilan para penjahat perang utama di depan Pengadilan Militer Internasional khususnya harus dianggap sebagai aturan hukum final dalam kaitannya dengan hasil-hasil Perang Dunia II dalam teater operasi Eropa.
7. Putusan-putusan Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh juga dikenal sebagai Pengadilan Kejahatan Perang Tokyo kepada para terdakwa dengan "Kejahatan Perang Konvensional", "Kejahatan terhadap Perdamaian" dan "Kejahatan terhadap Kemanusiaan" harus dipertimbangkan sebagai validitas hukum yang ditidak bisa diganggu gugat dan tulis ulang.
8. Upaya negara-negara tertentu di Eropa dan Asia untuk memuliakan para agresor harus dihentikan karena tindakan-tindakan mereka menodai memori suci puluhan jutaan korban Perang Dunia II di seluruh dunia yang kmeninggal dalam berbagai pertempuran berdarah di Eropa, Asia dan Afrika untuk mengembalikan kemerdekaan dan kedaulatan negara mereka.
9. Jadi kami menghimbau kepada pemerintah Negara Baltik - Latvia dan Estonia untuk menghentikan pemuliaan yang terus berlanjut dari kolaborator Nazi - mantan anggota divisi Waffen-SS dan berbagai formasi polisi. Kami juga menyeru kepada pemerintah Ukraina untuk mengakhiri berbagai peristiwa untuk menghormati Angkatan Darat Pemberontak Ukraina (UPA), yang berperang melawan pasukan Rusia selama Perang Dunia II.
10. Orang-orang dan bangsa-bangsa merdeka dunia harus secara damai membawa kekuatan super poer dunia saat ini untuk mengakhiri perang dan untuk bekerja sama dalam mengembalikan hak-hak rakyat dan menghormati konvensi dan hukum internasional yang menjamin kebebasan.
11. Dunia harus melangkah maju ke arah status militer politik yang multilateral dan berimbang, sehingga menghilangkan gertakan konstan dikenakan pada beberapa negara dunia dengan super power dunia.
12. Perdamaian harus menjadi  'perjuangan' sejati untuk semua orang di dunia daripada metode-metode 'pre-emptive' dan invasi ilegal yang dunia saksikan sejak awal milenium baru.
13. Bangsa-bangsa damai di bumi harus berusaha untuk memastikan bahwa senjata pemusnah massal dan senjata perang dibatasi produksi dan lingkupnya setika dunia harus melangkah menuju 'Perdamaian', bukan menuju perang dan agresi.



Artikel Terkait
» Japan as an Independent Player in an out of control Asia
» Pernyataan GFI pada Konferensi Internasional tentang Perang Dunia II di KL
» GFI Statement at World War Two International Conference
» Next World War Is Not Impossible, Says Syed Hamid
» America's growing 'police' role in SEA
» Japan as an Independent Player in an out of control Asia
» Mengutuk Keras Negara-Negara Agresor Perang Dunia Kedua yang Bermaksud Menulis Ulang Keterlibatannya Dalam Kejahatan Perang



Cari :
Nash of Journalism School
   Isu Hangat »
Bangkitnya Kembali Militerisme Jepang di Asia Pasifik Sudah Diambang Pintu
Ada satu perkembangan yang cukup mencemaskan di Jepang dalam beberapa bulan terakhir ini. Issui-kai, atau Masyarakat Rabu" ("Wednesday Society"), dibentuk pada 1970-an oleh para penggemar novelis ...

Mewaspadai Meningkatnya Kekuatan Militer Cina (Bagian 2)

Deklarasi Konferensi PD II DI Kuala Lumpur

The Malaysian Experience & Hope For The Future

Japan as an Independent Player in an out of control Asia

Pernyataan GFI pada Konferensi Internasional tentang Perang Dunia II di KL

Lihat lainya »
   Arsip
Invasi Berakhir, Stimulus Bergulir

Risiko Bayangi Pelonggaran Kredit di AS

Obama Hadapi Tantangan Terberat Mereformasi Perbankan

Alunan Angklung di Kampus Lebanon

60 Tewas Akibat Demam Berdarah di Honduras

Mahmoud Abbas : Israel Harus Bekukan Pemukiman Yahudi

Korut Berusaha Tingkatkan Hubungan Militer dengan China

Gamelan Bali Getarkan Jantung Seni Musik Rusia

Perang Gaza, Perang Gas

Kritik untuk EraMuslim Lagi: Mengapa AS Menyerang Irak?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang : Travis Heerman
Petualangan Seorang Pendekar Jepang

PADA tahun 1960-an dan 1970-an, komik mengalami masa kejayaan di Indonesia. Sejumlah komikus menghasilkan pelbagai cerita yang menarik minat masyarakat. Para pendekar dari dunia imajinasi pun menjadi panutan orang-orang di dunia nyata. Sosok mereka—sebut saja misalnya Si Buta dari Goa Hantu, Panji Tengkorak, Pendekar Bambu Kuning, Si Pitung, dan Jaka Sembung—menjadi legenda.

Lihat Lainnya »

© 2008 - 2010 theglobal-review.com All rights reserved