» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Ekonomi dan Bisnis
23-12-2016
Alasan Kenapa Cina Gerah Ketika Trump Pilih Navarro

Ditunjuknya Peter Navarro untuk mengepalai Dewan Perdagangan Nasional Gedung Putih membuat pemerintah Cina  gerah, utamanya terkait dengan hubungan ekonomi AS-Cina.


Media resmi pemerintah Cina menyebut, bahwa Navarro adalah intelektual yang pernah menjadi penasihat investasi yang meluncurkan buku "Death by China: How America Lost its Manufacturing Base".

Seperti diketahui, buku ini dijadikan film dokumenter mengenai hasrat Cina menjadi kekuatan ekonomi dan militer dominan di Asia.

"Orang-orang seperti Navarro yang bias terhadap Cina yang telah dipilih memangku jabatan puncak pada pemerintahan AS mendatang, adalah sama sekali bukan bahan tertawaan," tulis harian berbahasa Inggris China Daily dalam editorialnya.

China Daily memperingatkan AS bahwa apa pun langkah yang merusak hubungan sama-sama menguntungkan hanya akan menciptakan kekalahan bagi kedua pihak.

Global Times, tabloid berpengaruh yang diterbitkan oleh Harian Rakyat milik Partai Komunis China, menyebut keputusan Trump memilih Navarro bukanlah sinyal yang positif.

"China harus menghadapi realitas bahwa tim Trump menempuh sikap garis keras terhadap China," kata Global Times dalam editorialnya seperti dikutip Reuters. (TGR07/ANT)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Imigrasi Bekasi Deportasi 9 WNA China

Jasa Presiden Soekarno buat bangsa Indonesia

RESENSI: Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »