» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Ekonomi dan Bisnis
23-12-2016
Alasan Kenapa Cina Gerah Ketika Trump Pilih Navarro

Ditunjuknya Peter Navarro untuk mengepalai Dewan Perdagangan Nasional Gedung Putih membuat pemerintah Cina  gerah, utamanya terkait dengan hubungan ekonomi AS-Cina.


Media resmi pemerintah Cina menyebut, bahwa Navarro adalah intelektual yang pernah menjadi penasihat investasi yang meluncurkan buku "Death by China: How America Lost its Manufacturing Base".

Seperti diketahui, buku ini dijadikan film dokumenter mengenai hasrat Cina menjadi kekuatan ekonomi dan militer dominan di Asia.

"Orang-orang seperti Navarro yang bias terhadap Cina yang telah dipilih memangku jabatan puncak pada pemerintahan AS mendatang, adalah sama sekali bukan bahan tertawaan," tulis harian berbahasa Inggris China Daily dalam editorialnya.

China Daily memperingatkan AS bahwa apa pun langkah yang merusak hubungan sama-sama menguntungkan hanya akan menciptakan kekalahan bagi kedua pihak.

Global Times, tabloid berpengaruh yang diterbitkan oleh Harian Rakyat milik Partai Komunis China, menyebut keputusan Trump memilih Navarro bukanlah sinyal yang positif.

"China harus menghadapi realitas bahwa tim Trump menempuh sikap garis keras terhadap China," kata Global Times dalam editorialnya seperti dikutip Reuters. (TGR07/ANT)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »