» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Komentar Pembaca
07-12-2016
Bagus
Pahami Esensi dan Pergerakan Praktek Geopolitik dan Proxywar

Kepada yth. Global Review Melihat dan memahami dua artikel yang ditampilkan di laman the global review ini, yaitu artikel dengan judul Maklumat Polri dan Perkiraan Skenario 212 (artikel pertama) dan Hormati Hukum, Aksi 212 Tidak Perlu Dilakukan (artikel kedua).


Saya melihat adanya plagiarisme, entah itu dilakukan oleh artikel pertama dari artikel kedua atau sebaliknya. Mohon kiranya ini menjadi perhatian serius redaksi the global review untuk menjaga kredibilitas nama website ini dan informasi yang ditampilkan. Selain itu, saya melihat bahwa redaksi the global review belum memahami esensi dan pergerakan praktek geopolitik dan proxywar sehingga kurang tepat memposisikan diri terhadap isu nasional yang krusial saat ini, yang berkembang dengan dinamis di Jakarta.

Memposisikan diri dengan melarang aksi damai 212, the global review kurang memahami tulisan-tulisan sendiri ilmu pengetahuan geopolitik yang disampaikan kepada pembacanya. Redaksi the global review dapat mencontoh pandangan dan praktek antisipasi Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam menghadapi isu nasional yang krusial saat ini dari segi geopolitik dan proxy war.

Kiranya ke depan the global review semakin dewasa dan matang serta lebih sensitif dan komprehensih keintelijenannya dalam mengolah dan menyajikan informasi mengenai isu-isu nasional dari segi geopolitik, geostrategi dan ancaman proxy war.



 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »