» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Ekonomi dan Bisnis
09-09-2016
Jokowi dan PM Australia Bahas Tambahan Kuota Impor Sapi
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull membahas potensi tambahan kuota impor daging dari Negeri Kangguru dan peluang kerja sama pengembangbiakan sapi ternak di Indonesia. 

"Kerja sama konteks daging, bukan hanya impor beef (daging), tapi juga cattle breeding (pengembangbiakan sapi) sehingga ketahanan pangan kita lebih sustainable (berkelanjutan)," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seperti dilansir dari kantor berita Antara, Kamis (8/9). 
 
Selain dari Australia, pemerintah juga tengah memperluas kerja sama dengan banyak negara untuk menstabilkan harga jual daging dalam negeri. Untuk itu, pemerintha tengah menjajaki peluang impor sapi bakalan dari sejumlah negara Amerika Latin. 
 
"Kami akan membuka alternatif impor sapi bakalan dan indukan juga dari Amerika Latin," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kompleks Istana Kepresidenan, belum lam aini. 
 
Menurut Darmin, keran impor dibuka karena harga daging di pasar masih tinggi. Sebelumnya, Bulog memastikan impor 9,5 ribu ton daging kerbau asal India akan masuk bulan ini. Sehingga Darmin memperkirakan, harga daging di pasaran segera turun. 
 
Senada, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan negara-negara Amerika Selatan dan Eropa yang nanti akan mengekspor daging ke Indonesia, antara lain Meksiko, Brasil, Argentina, dan Spanyol. Menurutnya, hal itu diperlukan untuk memicu kestabilan harga. 
 
"Kami akan segera buka tahun ini. G to G (government to government) nanti kami lakukan. Diversifikasi sumber. Kalau satu sumber itu monopoli, " kata Enggar. 

Sumber :www.cnnindonesia.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »