» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Komentar Pembaca
16-08-2016
Helmi Aditya
Langkah Muka Dua Turki
Rusia meminta izin pada Iran dan Iraq untuk membawa misil-misil melewati teritori mereka. Sementara PM Turki, Yildirim menegaskan bahwa solusi Syria utara (Kurdi) ada di tangan Assad, bukan Kurdi sendiri.

Dari pernyataannya, Turki hanya punya waktu sekitar 6 bulan untuk mewujudkan janji besarnya soal Syria. Meski demikian, Turki diperkirakan akan tetap menuntut supaya Assad lengser.
 
Langkah bermuka dua ini lebih ditujukan untuk melembutkan Saudi dan Qatar; supaya teroris negara-negara teluk tersebut tidak berbuat onar di Turki.
 
Operasi besar di Aleppo akan segera berjalan, dan diperkirakan skalanya sangat besar. Rusia mulai memindahkan peralatan tempur berat ke Syria, Laut Mediterania, Laut Kaspia, dan Iran. Persiapan di lapangan kabarnya sudah mendekati final.
 
Sayangnya, tak ada yang tahu pasti kapan operasi militer besar ini akan berlangsung, dan adapun mereka yang tahu, menutup mulut rapat-rapat.
 
Pembebasan Aleppo akan menular ke Idlib, setelah banyaknya jumlah teroris yang melarikan diri akibat serangan udara non-stop di situ.
 
Di pihak lain, Kurdi dinilai telah melakukan kesalahan besar dengan mengambil keuntungan dari krisis Syria dan mulai membelah wilayah Syria sesuai keinginan AS dan Israel. Kurdi bahkan dilaporkan mulai melakukan serangan terhadap Iran.
 
Perilaku seperti ini akan memberi dampak buruk pada mimpi Kurdistan yang diusung Kurdi dan NATO. Satu-satunya jalan keluar saat ini adalah segera mendekatkan diri ke Damaskus dan berusaha menuntaskan opsi otonomi khusus yang ditawarkan Assad tiga tahun lalu.



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »