» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Komentar Pembaca
16-08-2016
Helmi Aditya
Langkah Muka Dua Turki
Rusia meminta izin pada Iran dan Iraq untuk membawa misil-misil melewati teritori mereka. Sementara PM Turki, Yildirim menegaskan bahwa solusi Syria utara (Kurdi) ada di tangan Assad, bukan Kurdi sendiri.

Dari pernyataannya, Turki hanya punya waktu sekitar 6 bulan untuk mewujudkan janji besarnya soal Syria. Meski demikian, Turki diperkirakan akan tetap menuntut supaya Assad lengser.
 
Langkah bermuka dua ini lebih ditujukan untuk melembutkan Saudi dan Qatar; supaya teroris negara-negara teluk tersebut tidak berbuat onar di Turki.
 
Operasi besar di Aleppo akan segera berjalan, dan diperkirakan skalanya sangat besar. Rusia mulai memindahkan peralatan tempur berat ke Syria, Laut Mediterania, Laut Kaspia, dan Iran. Persiapan di lapangan kabarnya sudah mendekati final.
 
Sayangnya, tak ada yang tahu pasti kapan operasi militer besar ini akan berlangsung, dan adapun mereka yang tahu, menutup mulut rapat-rapat.
 
Pembebasan Aleppo akan menular ke Idlib, setelah banyaknya jumlah teroris yang melarikan diri akibat serangan udara non-stop di situ.
 
Di pihak lain, Kurdi dinilai telah melakukan kesalahan besar dengan mengambil keuntungan dari krisis Syria dan mulai membelah wilayah Syria sesuai keinginan AS dan Israel. Kurdi bahkan dilaporkan mulai melakukan serangan terhadap Iran.
 
Perilaku seperti ini akan memberi dampak buruk pada mimpi Kurdistan yang diusung Kurdi dan NATO. Satu-satunya jalan keluar saat ini adalah segera mendekatkan diri ke Damaskus dan berusaha menuntaskan opsi otonomi khusus yang ditawarkan Assad tiga tahun lalu.



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »