» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Komentar Pembaca
12-06-2016
Burhan Rosyidi
Mereka yang Tega Menari-nari di atas Bangkai Saudara Sendiri!

Kekuatan UANG dan atau TEKNOLOGI yang datang dari AMERIKA kèk, dari JEPANG kèk, dari RRC kèk atau pun juga dari negeri mana pun di dunia ini, yang ngotot ingin ikut menikmati keuntungan di kegiatan eksploitasi SUMBERDAYA ALAM di seantero negeri kita ini, sungguh, tidak MASALAH sejauh sikap BANGSA kita ini sendiri tetap terjaga senantiasa taat azas sebagai BANGSA MERDEKA.


Maka, KUNCI dari semua itu adalah sejauh mana para ELITE PENGAMBIL KEPUTUSAN PUBLIK kita memiliki INTEGRITAS yang SETIA kepada amanah PEMBUKAAN UUD 1945 dan sekaligus NEGOSIATOR yang tangguh.

Yang MASALAH adalah siapa pun ANDA yang BERANI menempatkan diri sebagai pribadi penuh INTEGRITAS yang SETIA kepada amanah PEMBUKAAN UUD 1945 dan sekaligus NEGOSIATOR yang tangguh, akan menanggung RESIKO bakal DILIBAS habis oleh MEREKA yang SIAP setiap saat dengan segala macem MODUS OPERASI, bahkan hingga menggunakan kekuasaan NEGARA, untuk menggempur ANDA habis habisan hingga ANDA pun benar benar TERPINGGIRKAN dari arus utama POLITIK NASIONAL atau MATI.

Dan MEREKA yang senantiasa siap setiap saat MELIBAS ANDA yang BERANI menempatkan diri sebagai pribadi penuh INTEGRITAS yang SETIA kepada amanah PEMBUKAAN UUD 1945 dan sekaligus NEGOSIATOR yang tangguh itu, tak lain, adalah kumpulan para ELITE BANGSA yang, pada dasarnya, tergolong pribadi yang PENAKUT bin PENGECUT tapi tergila-gila kepada HARTA dan atau TAHTA. Menjijikkan.

Miris to!

(curhat antar sesama rakyat yang sempat tercatat)

 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »