» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida


Komentar Pembaca
12-06-2016
Burhan Rosyidi
"Pancasila Lah Jiwanya Bangsaku!"
Penulis : Burhan Rosyidi

Semua ini berawal dari PENGALAMAN yang relatif sama segenap WARGA NUSANTARA, yang menyebar luas dari SABANG hingga MERAUKE, yakni PENGALAMAN hidup dan berkehidupan tanpa KEMANUSIAAN karena tekanan dahsyat dari kekuatan KEPENTINGAN yang nafsunya DOMINASI-EKSPLOITATIF, apa pun ISMEnya.


Dari PENGALAMAN yang relatif sama termaksud itu lah kemudian terbit sebuah CITA-CITA yang relatif sama, yakni CITA-CITA ingin memastikan senantiasa tetap terjaganya keselamatan KEMANUSIAAN di setiap perikehidupannya.

CITA-CITAnya yang relatif sama termaksud itu lah kemudian memicu munculnya HASRAT BERSATU untuk bersama-sama berjuang mewujudkannya.

Dan karena semangat BHINNEKA TUNGGAL IKA, pada dasarnya, adalah merupakan FAKTOR PEMBAWA SIFAT segenap WARGA NUSANTARA, yang menyebar luas dari SABANG hingga MERAUKE, sehingga begitu muncul HASRAT BERSATU maka antara satu dengan lainnya pun bergerak SALING MENSELARASKAN hingga mewujud lah sebuah SUASANA BATIN bersama yang relatif sama sehingga antara satu dengan lainnya bergaul dengan rasa NYAMAN dan AMAN sebagai sebuah BANGSA.

SUASANA BATIN termaksud itu lah yang mendasari terbitnya semangat MENJADI BANGSA INDONESIA yang dicanangkan oleh para PEMUDA pada tanggal 28 Oktober 1928, yakni SUMPAH PEMUDA, yang pada gilirannya kemudian, semangat itu pun diumumkan kepada DUNIA pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai BANGSA MERDEKA.

Jadi, SUASANA BATIN termaksud itu lah KATA KUNCInya, yang oleh BUNG KARNO, dengan didasari rasa CINTA KASIH yang dalam kepada segenap WARGA, dengan cerdas digalinya secara Rasional-Obyektif dan dirumuskannya menjadi LIMA AZAS, yang kemudian diberi sebutan sebagai PANCASILA.

1 JUNI 2016

 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Panglima TNI: Tujuh Langkah untuk Menguasai Indonesia

Mengapa China Bersemangat Membangun Infrastruktur di Indonesia?

Tentara Filipina Tewaskan 10 Aktivis Garis Keras Guna Bebaskan Sandera

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »