» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Komentar Pembaca
21-05-2016
Burhan Rosyidi
"Para Kapitalis Domestik di Negeri Kita!"

KAPITALIS DOMESTIK di negeri kita ini, yang didominasi oleh hanya SEGELINTIR diantara para warga ETNIS CINA di INDONESIA, praktis, hingga hari ini masih mapan mengendalikan PERPUTARAN EKONOMI di INDONESIA.


Dan adalah sebuah realitas bahwa AKUMULASI KAPITAL dari para KAPITALIS DOMESTIK itu lebih dengan pendekatan POLITIK, yang tak mengindahkan MORAL, dari pada hanya sekadar dengan jalan BISNIS semata.

Bahkan, bagi para KAPITALIS DOMESTIK itu , BISNIS itu sendiri tidak lebih dari hanya lah sekadar sebagai COVER saja dari upaya upayanya AKUMULASI KAPITAL dengan pendekatan POLITIK memperlakukan segala macem SUMBERDAYA di seantero negeri kita ini secara DOMINASI-EKSPLOITATIF.

Oleh karena itu, makanya, hingga hari ini, coba lihat, emangnya ada PUSAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN PUBLIK di negeri kita ini yang STERIL dari KEPENTINGAN para KAPITALIS DOMESTIK termaksud itu ?

Dengan demikian, BAHAYA selanjutnya, bila MEMANG para KAPITALIS DOMESTIK itu sudah menjadi bagian dari OPERASInya KAPITALIS GLOBAL yang mana pun, termasuk KAPITALIS GLOBAL yang datang dari RRC, maka SUARA GERAKANnya akan NYARIS TAK TERDENGAR. Namun, pada gilirannya kemudian, tak terasa oleh kita semua, tiba tiba negeri kita ini pun sudah jatuh menjadi wilayah JAJAHAN dari KAPITALIS GLOBAL.

Miris to !

 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »