» “Kegenitan Geopolitik” » Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara


Komentar Pembaca
25-11-2015
Cut Meutia Adrina, Pegiat Sosial, Tinggal di Jakarta
Erdogan Bisa Tamat di Mata Internasional dan Dianggap Pengecut
Erdogan seharusnya bersatu dengan Rusia, penduduk muslim di Rusia sekitar 20 juta. Jadi jumlah penduduknya sudah sama dengan sebuah negara tersendiri.  Selain itu, pipa gas untuk kebutuhan gas masyarakat Turki tergantung suplai dari Rusia. 

Sebentar lagi musim dingin, kenapa Erdogan harus memilih bergabung dengan Amerika..? Sekarang NATO tidak mau ikut campur perihal insiden penembakan yang dilakukan oleh Turki terhadap pesawat Rusia, padahal setelah insiden itu Turki langsung 'menghadap' NATO. Sepertinya Erdogan salah langkah alias salah perhitungan, Erdogan kena jebakan batman CIA. 
 
Sekarang Erdogan dicibir oleh dunia internasioanal, yg paling menjadi sorotan adalah penembakan kedua pilot Rusia yg berhasil eject dari kursi pesawat, Erdogan dianggap pengecut, menusuk rusia dari belakang, apakah kemungkinan yg melakukan penembakan itu CIA..? Lalu dituduhkan kepada Erdoagan (Turki)? Permainan intelejen kelas tinggi, Turki dianggap pemicu perang dunia ke III sekarang..
 
Selain itu, masih ada beberapa catatan penting dari saya. Apakah pesawat memasuki wilayah Negara lain langsung boleh ditembak?Bagaimana dengan US dan kawan kawan masuk wilayah Suriah tanpa Izin Pemerintahan Resmi Suriah? Rusia masuk wilayah Suriah adalah dengan izin dan undangan Pemerintah Suriah. 
 
Sejak zaman Perang Dunia II sudah dilarang menembaki pilot yang sudah eject dari kursi pesawat. Menurut saya, Turki sudah mencoreng mukanya sendiri dan harus menghentikan bantuannya  untuk milisi FSA. Erdogan mengirim perwakilan militernya untuk berkoordinasi dengan NATO, tapi NATO berlepas tangan dengan insiden yang dilakukan oleh Turki. Kmungkinan Erdoagan 'tamat' dimata dunia internasional, dan dianggap pengecut.



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
HMI Cabang Padang: Keluarkan Israel dari Keanggotaan PBB

Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »