» Nilai Strategis Kerjasama Indonesia-Rusia bidang Energi Dari Perspektif Kepentingan Nasional » Jejak-Jejak Cina dan Jepang di Madura » Sekilas Madura dari Perspektif Geopolitik » SOFT POWER: Untuk Mengembalikan Harga Diri Bangsa » Tujuan-Tujuan Utama Kebijakan Luar Negeri AS (Bag II)


Sosial Budaya
19-02-2010
Korea Selatan: Pulau Terapung
Memperindah Sungai, Korea Selatan Ciptakan Pulau Terapung
Penulis : GFI/Kbs world

Pemerintah Daerah (Pemda) Seoul menciptakan Pulau terapung yang ditempatkan di sungai Han. Hingga saat ini pemda Seoul telah memiliki 3 pulau terapung untuk mengembangkan budaya tepi sungai di Seoul.


Senin pekan lalu pemda Seoul berhasil menempatkan satu pulau terapung di Sungai Han Seoul. Pulau nomor 2 ini adalah satu dari 3 pulau buatan yang dibuat untuk memperindah sungai Han Seoul. Apa yang dilakukan pemda Seoul ini sebagai pengembangan kegiatan budaya di tepi sungai. 

Pulau terapung pertama yang ditempatkan ini diberinama “Viva.” Pulau buatan ini akan digunakan sebagai pavilion multiguna.Pulau nomor 2 ini memiliki luas 3.200 meter persegi dan berat 2.500 ton serta memiliki struktur 3 tingkat.

Rencananya, pulau buatan nomor 1 yang diberinama ‘Vista’ dan nomor 3 yang diberinama ‘Tera’ akan ditempatkan di sungai Han pada bulan Maret dan April.

Proyek pembuatan pulau terapung ini sebenarnya sudah direncanakan oleh pemda Seoul sejak tahun 2007. Pulau buatan yang akan menjadi tempat populer di Seoul itu akan dibuka secara resmi pada publik pada bulan Agustus mendatang.



Artikel Terkait
» Korea Selatan Kembali Bangun Pangkalan Ilmiah di Kutub Selatan
» Pemuda-Pemudi Lebanon Lebih Memilih Latihan Poco-Poco di Akhir Pekan
» Bali Terpilih sebagai Pulau Tujuan Wisata Terbaik di Asia Pasifik
» Penerbitan Buku Panduan untuk Wisata ke Indonesia di Iran
» Kemenangan Facebooker “Pindahkan” Patung Barack Obama Kecil
» Batik, Wayang, Keris, Jadi Warisan Budaya Dunia
» Peluncuran Kamus Rusia Indonesia
» Korea Selatan Perkirakan Sekitar 100 ribu Peninggalan Budaya Tersebar Di luar Negeri
» Pemuka Agama AS Kunjungi Masjid Istiqlal



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Nilai Strategis Kerjasama Indonesia-Rusia bidang Energi Dari Perspektif Kepentingan Nasional
Rusia dalam Perspektif Geopolitik di Asia Pasifik Kerjasama strategis Indonesia-Rusia menyusul ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MOU) oleh kedua negara di bidang energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga ...

Menyambut Baik Babak Baru Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia

Kodama dan Sasakawa, Kekuatan di Belakang “Tirai Hitam” Politik Jepang Pasca Perang Dunia II

Turnkey Project: Modus Perang Asimetris ala Cina

Mengingatkan Kembali Tiga Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SUKARNOPUTRI

Lihat lainya »
   Arsip
Dampak Teknologi Komunikasi pada Gaya Hidup

Cina dan Iran Setujui Peningkatan Perdagangan

Mulai Hari Ini, Transaksi di Dalam Negeri Wajib Pakai Rupiah

Menyambut Baik Babak Baru Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia

Indonesia Akan Jadi Pemegang Saham Terbesar ke-8 di AIIB

Sekilas Madura dari Perspektif Geopolitik

Korsel Tunda Rencana Pengurangan Pasukan

Jejak-Jejak Cina dan Jepang di Madura

Ambalat Milik Indonesia

Kerusuhan, 90 Mobil Dibakar di India Barat

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »