» Indonesia Harus Mainkan Peran Aktif Bangun Kerjasama Strategis ASEAN-Rusia » Membaca Gonjang-Ganjing di Malaysia » Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global » Skema TPP dan TiSA Daya Rusaknya Melebihi WTO dan NAFTA » Indonesia dalam Perspektif Geopolitik Global


Analisis
11-10-2013
Mari Kita Telisik Profil Bunda Putri yang Sesungguhnya
Penulis : Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI)

Begitu ramainya urusan soal Bunda Putri, sehingga saya terpaksa buka dokumen-dokumen pendukung yang kiranya bisa jelaskan siapa dia gerangan, sampai-sampai Presiden SBY pun kebakaran jenggot.


Sayangnya, kesaksian Ridwan Hakim yang putra Ustadz Hilmi Aminuddin, tak banyak menolong meski mencuatnya nama Bunda Putri berawal dari dirinya. Karena dia cuma bilang Bunda adalah mentor bisnisnya.

Ternyata eh ternyata, Bunda Putri merupakan pebisnis berskala global bidang konveksi, terutama pemasok konvensi Jilbab untuk Turki. Lebih gilanya lagi, ini orang punya jalur khusus (hotline) kepada Presiden Erdogan. Sehingga Bunda punya pintu masuk dan jalan tol memasok jilbab dan pakaian-pakaian muslimah lainnya.

Yang menarik kita ungkap di sini, adanya fakta bahwa Bunda Putri adalah mentor bisnis Ridwan Hakim, yang dalam amatan saya, tentunya terlalu naif jika hanya untuk belajar seni berbisnis kepada Ridwan. Kenyataan bahwa Bunda Putri punya jaringan ke Timur Tengah dan sudah menjalin hubungan akrab dengan Ustadz Hilmi bahkan sebelum berdirinya Partai keadilan (PK) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tentunya harus jadi informasi intelijen yang bernilai tinggi sejak awal.

Dengan begitu siapapun yang mampu membaca fakta ini, tentunya amat naif kiranya jika hanya menyimpulkan peran Bunda Putri sekadar sebagai penghubung antara PKS dan Partai Demokrat.

Jelas dari kenyataan yang berhasil saya simpulkan berdasarkan beberapa dokumen dan sumber-sumber terpercaya, Bunda Putri praktis harus dibaca sebagai agen intelijen berbagai kepentingan-kepentingan strategis para elit Timur Tengah, untuk membangun pengaruh di kalangan para petinggi partai politik di Indonesia. Tidak cuma Demokrat dan PKS.

Karena itu tak heran, jika pada pergantian tahun 2011 ke 2012, mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga, sempat-sempatnya bermalam dan menghabiskan malam tahun baruan di desa Cilimus, kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Cirebon. Hayo ngapain coba? Masa cuma liburan doang sih untuk seorang menteri yang begitu sibuk jadwal dan agenda setiap harinya?

Mari kita telisik lebih lanjut fakta-fakta selanjutnya. Madame Putri ternyata jaringan koneksinya juga meluas ke Mesir. Bunda Putri juga diyakini merupakan pemilik pabrik pupuk organik terbesar di Kalimantan Barat.

Namun ada satu versi cerita yang cukup menarik. Ternyata pabrik pupuk organik milik Bunda Putri ini, justru membuka pasar ke luar negeri dengan ekspor ke Jepang dan Korea Selatan. Alasannya karena dianggap pesaing oleh pabrik pupuk BUMN, sehingga pasar di dalam negeri justru diblokir.

Sampai di sini cerita makin menarik, dengan munculnya fakta lain, bahwa Petro Kimia atau yang saat ini jadi PT Pupuk Indonesia Holding, malah melakukan impor bahan baku pupuk kimia terbesar dari Canpotex Kanada, melalui jejaring Wilmar atau ke Jordania Phospate Corporation.

Tentu saja pada taraf ini peran Bunda Putri tidak bisa dibaca sekadar sebagai Broker atau arranger sekelas Artalita Suryani atau Hartati Murdaya Poe sekalipun. Ini orang pastilah pemain yang cukup berkelas.

Sehingga dalam situasi ketika para elit politik dan ekonomi kita pada kena demam IMPOR produk asing, peran Bunda Putri jadi fenomenal.

Tapi kenapa SBY harus kebakaran jenggot kayak gitu? Nah dari pertanyaan menggelitik ini, muncul satu lagi fakta baru. Bahwa Bunda Putri juga main di sektor Migas. Bahkan disinyalir merupakan aktor strategis dalam permainan Migas di Indonesia. Bahkan Petronas pun merekrut Bunda sebagai penasehat strategis.

Lagi lagi, fakta ini bisa saya simpulkan bahwa Bunda Putri bisa masuk ke pusat urat syaraf Mafia Migas Indonesia, pastilah atas rekomendasi kekuatan-kekuatan korporasi global. Sekadar informasi, Bunda Putri punya koneksi dan relasi yang kuat dan solid dengan di ARAMCO, Qatar Oil and Gas di Dubai, Singapura hingga Hongkong.

Beberapa perusahaan minyak yang saya sebut di atas, merupakan perusahaan-perusahaan minyak berskala global di Timur Tengah, dan berada dalam orbit pengaruh Amerika dan Inggris sejak awal. Lantas, untuk siapa Bunda Putri bekerja sebenarnya?

Kedekatannya dengan Keluarga Besar Kerajaan Arab Saudi, Emir Qatar, Kerajaan Thailand hingga Kesultanan Bolkiah di Brunei Darussalam, dan bahkan keluarga kekaisaran Jepang, orang ini tidak bisa kita anggap enteng.

Kalau melihat fakta jaringan koneksi dan relasinya, Bunda Putri saya harus simpulkan sebagai agen intelijen yang bekerja untuk Amerika dan Inggris. Namun disamarkan melalui kerjasama dengan Jepang dan Korea Selatan. Bukankah Jepang dan Korea Selatan tetap berada dalam orbit pengaruh Amerika? Tentu saja kesimpulan saya jadi gugur kalau dia terbukti kelak merupakan agen ganda?

Dari serangkaian kisah dan fakta-fakta terbaru terkait profil Bunda Putri, jadi menarik untuk menjawab kenapa SBY harus marah besar ketika sosok ini mencuat ke publik melalui fakta persidangan? Apakah SBY marah karena menjadi korban fabrikasi kesaksian Ridwan Hakim yang sejatinya tidak benar, atau karena SBY marah bahwa kesaksian Ridwan Hakim telah membongkar konspirasi permainan yang mana SBY termasuk di dalamnya?

Kelak waktu yang akan menjawab.



Artikel Terkait
» Internasionalisasi Papua, Layani Kepentingan Juragan Emas dan Tambang Freeport



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global
Tulisan ini lanjutan artikel terdahulu yang berjudul Indonesia dalam Perspektif Geopolitik Global. “Barang siapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya”. Falsafah Timur Tengah ini mengajarkan kepada ...

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II)

Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua

Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Lihat lainya »
   Arsip
Demi Usir AS dari Wilayah Asia, Tiongkok Berusaha Tiru Strategi Militer Rusia

Kritik Jokowi, Pinjaman ADB, dan Kunjungan Bos IMF

Indonesia-Fiji Sepakat Tingkatkan Kerjasama Ekonomi

Pasar Saham Arab Saudi Dilanda Aksi Jual

AS Memperingatkan Kunjungan Omar Bashir ke Cina

Mencari Ismael, Sahabat Lama di Betlehem

Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global

Membaca Gonjang-Ganjing di Malaysia

Neokolonialisme, Bentuk Penguasaan Tidak Langsung Melalui Berbagai Bidang

Sastra Jendra Dalam Pandangan Sri Teddy Rusdy

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »