» Menebar Gelora Antipenjajahan! » Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung » KAA Bandung 1955 di Bawah Bayang-Bayang Politik Global AS » SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015 » Membaca Ulang Kawasan dari Perspektif Geopolitik (2/Habis)


Amerika Latin
25-08-2013
AS Ingin Memulai Perang Dunia Ketiga

Presiden Venezuela menuding pemerintah Amerika Serikat sedang berupaya untuk memulai perang dunia ketiga dan memecah wilayah Suriah.


Laman berita ISNA, Sabtu (24/8) melaporkan, Nicolas Maduro mengatakan AS berusaha untuk menciptakan perang baru di dunia. Dia menentang campur tangan AS di Suriah dan menegaskan, AS ingin memecah wilayah Suriah ke dalam empat bagian.

"AS sepertinya ingin memulai perang dunia habis-habisan dan menekan dunia Arab dan Suriah," tambahnya.

Menurut Maduro, media-media dunia saat ini tengah berusaha memojokkan pemerintah Suriah. "Saya harus katakan bahwa kita sekarang menyaksikan propaganda luas terhadap Damaskus, tapi saya tegaskan bahwa kami tidak akan meninggalkan Suriah."

Maduro menjelaskan, Suriah merupakan salah satu faktor utama stabilitas di dunia Arab, di mana sekarang telah menjadi target penjajahan dan serangan media-media dunia.

Di bagian akhir, ia menentang penggunaan senjata kimia di wilayah manapun di dunia dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban serangan kimia di pinggiran Damaskus. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Maduro: Venezuela Pasang Sistem Senjata Anti-Pesawat
» Amerika Latin Sumpahi Amerika Serikat
» Nicolas Maduro Tak Pedulikan Pengakuan AS Terkait Kemenangannya
» Nicolas Maduro Akan Perangi Fasisme "dengan Keras"
» Maduro: Amerika Bertanggung Jawab Atas Kekerasan Pasca Pemilu
» AS Intervensi, Kerusuhan Pasca Pilpres Venezuela Telan Korban Jiwa



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Dalam Bayang-Bayang Politik Global AS
Situasi internasional pada 1954-1955, kala Indonesia mulai menggagas sebuah pertemuan akbar bangsa-bangsa Asia-Afrika yang kelak kita kenal sebagai Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 18-24 April 1955, ...

SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015

Peran Strategis Indonesia di Balik Terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika

Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS

AS dan Skema TPP Bendung Pengaruh Cina dan Rusia di Asia Pasifik

Bung Karno dan “Garis Hidup Asia-Afrika”

Lihat lainya »
   Arsip
Keluarkan Inpres Baru, Jokowi Perbolehkan Impor Beras

AS Dorong Ukraina Berperang

Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung

Menebar Gelora Antipenjajahan!

Dari Guru menjadi Politisi

Perkuat Kerjasama Antar Negara, Jokowi Kunjungi Tokyo dan Beijing

Perangi Polusi, Paris Batasi Penggunaan Mobil

Pyongyang Gelar Sidang Ketiga Dewan Rakyat Tertinggi

AS Perbesar Kekuatan Pertahanan Rudal THAAD pada 2019

Raja Yordania Ingin Hadiri Pertemuan dan Peringatan KAA

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »