» Jejak-Jejak Cina dan Jepang di Madura » Sekilas Madura dari Perspektif Geopolitik » SOFT POWER: Untuk Mengembalikan Harga Diri Bangsa » Tujuan-Tujuan Utama Kebijakan Luar Negeri AS (Bag II) » Takdir Geopolitik Indonesia di Tengah Pertarungan Global AS-Cina di Asia Pasifik


Amerika Latin
25-08-2013
AS Ingin Memulai Perang Dunia Ketiga

Presiden Venezuela menuding pemerintah Amerika Serikat sedang berupaya untuk memulai perang dunia ketiga dan memecah wilayah Suriah.


Laman berita ISNA, Sabtu (24/8) melaporkan, Nicolas Maduro mengatakan AS berusaha untuk menciptakan perang baru di dunia. Dia menentang campur tangan AS di Suriah dan menegaskan, AS ingin memecah wilayah Suriah ke dalam empat bagian.

"AS sepertinya ingin memulai perang dunia habis-habisan dan menekan dunia Arab dan Suriah," tambahnya.

Menurut Maduro, media-media dunia saat ini tengah berusaha memojokkan pemerintah Suriah. "Saya harus katakan bahwa kita sekarang menyaksikan propaganda luas terhadap Damaskus, tapi saya tegaskan bahwa kami tidak akan meninggalkan Suriah."

Maduro menjelaskan, Suriah merupakan salah satu faktor utama stabilitas di dunia Arab, di mana sekarang telah menjadi target penjajahan dan serangan media-media dunia.

Di bagian akhir, ia menentang penggunaan senjata kimia di wilayah manapun di dunia dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban serangan kimia di pinggiran Damaskus. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Maduro: Venezuela Pasang Sistem Senjata Anti-Pesawat
» Amerika Latin Sumpahi Amerika Serikat
» Nicolas Maduro Tak Pedulikan Pengakuan AS Terkait Kemenangannya
» Nicolas Maduro Akan Perangi Fasisme "dengan Keras"
» Maduro: Amerika Bertanggung Jawab Atas Kekerasan Pasca Pemilu
» AS Intervensi, Kerusuhan Pasca Pilpres Venezuela Telan Korban Jiwa



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kodama dan Sasakawa, Kekuatan di Belakang “Tirai Hitam” Politik Jepang Pasca Perang Dunia II
Banyak kalangan kalau mendengar tentang gembong mafia Jepang, yang ada di benak selalu Yakuza. Padahal ada yang lebih mengerikan dari itu, yaitu sebuah perkumpulan bernama Dark ...

Turnkey Project: Modus Perang Asimetris ala Cina

Mengingatkan Kembali Tiga Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SUKARNOPUTRI

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Lihat lainya »
   Arsip
Ambalat Milik Indonesia

Kerusuhan, 90 Mobil Dibakar di India Barat

PM Kamboja dan Intervensi Asing

Korsel Peringati 13 Tahun Pertempuran Yeonpyeong Kedua

Bisnis Kita Belum Bertumpu Pada Industriawan

Yunani Bangkrut, Bank dan Pasar Modal Ditutup

Mewujudkan Mimpi RI Jadi Poros Maritim Dunia

Negara Sangat Menyadari Ketidakmampuan Anggaran dalam Mengekplorasi SDA

Asing dan Aseng yang Kaya tapi Bikin Kekacauan di Negeri ini

Sekilas Madura dari Perspektif Geopolitik

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »