» Manuver AS-Uni Eropa Singkirkan Rusia dari G-20 Berakibat Buruk Bagi Perekonomian Eropa dan Negara-Negara Berkembang » Bagaimana Kabarmu, Kim Jong-un? » Dukung Koalisi Merah Putih Tinjau Ulang UU Pro Asing » ISIS, “Bidak Catur” Pengganti Resolusi PBB! (3/Habis) » Libya dan Syria Dikoyak Perang Hibrida (2)


Amerika
23-07-2013
Intervensi Militer AS di Suriah
Jenderal AS Menentang Serangan ke Suriah

Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat menentang negara itu terlibat dalam perang baru di Timur Tengah dan memperingatkan bahwa intervensi militer ke Suriah akan menciptakan konsekuensi yang tidak diinginkan.


Dalam sebuah surat kepada ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat, yang dirilis pada hari Senin (22/7), Jenderal Angkatan Darat Martin Dempsey mengingatkan invasi berbiaya besar dan penuh darah ke Irak dan Afghanistan dan mengatakan, jika AS melakukan serangan ke Suriah, maka tidak ada jalan lagi untuk keluar dari sana.

Ia dalam suratnya kepada Senator Carl Levin dan John McCain, yang mendukung invasi ke Suriah, mengatakan, "Kami telah belajar dari serangan militer 10 tahun lalu ke Afghanistan dan Irak bahwa aksi itu tidak hanya akan mengubah perimbangan kekuatan militer di Timur Tengah, tapi juga akan lepas kendali jika tanpa perhitungan yang cermat."

Surat Dempsey muncul setelah McCain mengumumkan ia akan memblokir pengangkatan kembali sang jenderal ke kursi kepala staf gabungan, posisi paling tinggi di militer AS, sampai Dempsey memberikan penilaiannya kepada Senat tentang keuntungan aksi militer AS di Suriah.

Bulan lalu, Presiden Barack Obama mengumumkan akan menyediakan persenjataan ringan dan amunisi untuk oposisi Suriah, setelah mengklaim bahwa Assad menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil.

Dalam sebuah langkah untuk mengakhiri kebuntuan legislatif atas pencalonan kembali, Dempsey menulis bahwa setiap opsi militer akan mahal dan tidak pasti.

"Mempersenjatai dan melatih kelompok militan akan menelan biaya 500 juta dolar per tahun dan membutuhkan beberapa ratus hingga ribuan pasukan serta penuh risiko mempersenjatai ekstrimis Al Qaeda dan Salafi," jelasnya.

Dia juga menegaskan serangan udara terbatas di Suriah akan memerlukan ratusan pesawat, kapal perang, kapal selam, dan peralatan lain, dengan biaya operasional miliaran dolar untuk mencapai penurunan signifikan dari kemampuan pemerintah Assad.

Dempsey juga memperingatkan bahwa pemerintah Damaskus akan melawan serangan tersebut.

"Sebuah zona larangan terbang, opsi yang lebih disukai McCain, akan membutuhkan ratusan pesawat, dukungan alat perang elektronik dan intelijen, pengisian bahan bakar pesawat dan alat komunikasi," jelas Dempsey.

Menurutnya, tindakan itu akan menghabiskan dana hingga 1 miliar dolar per bulan. Ini juga mungkin akan memperparah kekerasan.

Di bagian akhir suratnya, Dempsey menegaskan, penggulingan pemerintah Suriah untuk saat ini sama dengan memberdayakan ekstrimis dan kelompok Al Qaeda untuk berkuasa di negara itu. (TGR/IRIB Indonesia)


Sumber :Iran Indonesian Radio
Artikel Terkait
» 10 Persen Warga AS Menilai Paman Sam Mengancam Keamanan Global
» Mayoritas Warga AS Menentang Intervensi Militer di Suriah
» Senator Republik Desak AS Lakukan Intervensi Militer di Suriah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?
Selain membahas secara umum terkait perlunya memberi makna baru tentang konsepsi Ketahanan Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Global Future Institute (GFI) secara khusus menyorot pesawat ...

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Presiden Terpilih Jokowi Harus Jelaskan Apa Pentingnya Penggunaan Drone Bagi Pertahanan Nasional RI

Media Mainstream Nasional Pendukung Capres pada Pilpres 2014

Reputasi Buruk Drone UAV Sebagai Mesin Pembunuh

Lihat lainya »
   Arsip
Hadiri Pelantikan Jokowi, Menlu AS John Kerry Tiba di Jakarta

Ada AS di Balik Aksi-Aksi Demonstrasi Hongkong

Perkawinan Raffi-Gigi dan Mempertahankan Budaya Indonesia

Brasil Adukan RI ke WTO Soal Impor Daging

Pertahanan Kita Belum Punya Blue Print

SIARAN PERS GLOBAL FUTURE INSTITUTE (GFI); Jokowi –JK Fokus Berantas Mafia Migas Hulu dan Hilir

SIARAN PERS GLOBAL FUTURE INSTITUTE (GFI): Jokowi –JK Fokus Berantas Mafia Migas Hulu dan Hilir

Budaya Lokal Berbhineka Tunggal Ika

Morton Holbrook, Agen CIA di Balik Aksi-Aksi Demontrasi di Hongkong

Manuver AS-Uni Eropa Singkirkan Rusia dari G-20 Berakibat Buruk Bagi Perekonomian Eropa dan Negara-Negara Berkembang

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »