» Meneropong Politik Luar Negeri Uni Eropa di Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Eropa » Selain AS dan Rusia, Cina dan Jepang Faktor Penting Penyelesaian Multilateral Konflik Korea Selatan versus Korea Utara » Membaca Di Balik Kudeta Militer Turki Jumat Lalu » Standar Ganda Kebijakan HAM AS di Pelbagai Belahan Dunia, Selayang Pandang » Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955


Sosial Budaya
04-02-2010
Korea Selatan: Peninggalan Budaya
Korea Selatan Perkirakan Sekitar 100 ribu Peninggalan Budaya Tersebar Di luar Negeri

Pemerintah Korea Selatan melalui Institut Pengkajian Nasional Peninggalan Budaya Korea Selatan melaporkan bahwa sekitar 100 ribu buah peninggalan budaya Korea Selatan tersebar di luar negeri.


Menurut Institut Pengkajian Nasional Peninggalan Budaya Korea Selatan, setidaknya saat ini ada sekitar 107.857 buah peninggalan budaya Korea yang tersebar di 18 negara didunia. Diperkirakan 30 ribu buah lebih banyak daripada dugaan semula.

Dilaporkan, sebanyak 66 ribu buah peninggalan budaya itu terdapat di Jepang dan di Amerika Serikat sebanyak 27 ribu buah. Institut Pengkajian Nasional Peninggalan Budaya Korea Selatan akan terus mempelajari keberadaan peninggalan budaya Korea di luar negeri.  Rencananya lembaga ini akan secara berkesinambungan melakukan berbagai usaha termasuk peninjauan ke lokasi tempat beradanya peninggalan budaya itu.

Kesamaaan antara Indonesia dan Korea Selatan Terkait Peninggalan Budaya di Luar Negeri

Tentu saja apa yang dilakukan pemerintah Korea Selatan ini patut dicontoh oleh Indonesia. Dalam kasus yang sama, Pemerintah Indonesia lewat Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata  pernah mengakui mengalami hal sama terkait Peninggalan Budaya di luar negeri. Apapun Indonesia dapat mencontoh apa yang dilakukan Korea Selatan ini  dalam  mendata jumlah peninggalan budaya yang berada di luar negeri. Inventarisasi peninggalan budaya  yang tersebar diberbagai negara harus dilakukan dengan terancana. Termasuk juga memikirkan cara ”memulangkan” peninggalan budaya yang menjadi milik Indonesia di luar negeri.

Rush/KBS World



Artikel Terkait
» Pemuka Agama AS Kunjungi Masjid Istiqlal
» Turunkan Patung Obama di Mentang, Ganti dengan Patung Gus Dur!
» KRL Cerminan Masyarakat Jabodetabek
» Kota Besar Melahirkan Manusia Sampah
» Korea Selatan Resmikan Jembatan Terpanjang ke 7 Di Dunia
» Bali Museum
» Museum Bali



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955
Faktor pemantik ketegangan antara Korea Utara versus Korea Selatan yang menyeret campur-tangan Amerika Serikat adalah tenggelamnya kapal perang Cheonan milik Korea Selatan. Begitupun, insiden tersebut hanya ...

Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)

Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Lihat lainya »
   Arsip
28 Desa di Nunukan Terancam Dikuasai Malaysia?

Bashar Al Assad: PBB Pion Amerika

Merenungkan Kembali Keberhasilan dan Kegagalan Mustafa Kemal Ataturk

Waspada! Aksi Teror di Perancis Menjadi Model di Indonesia

Walau Santoso Tewas, Ancaman Teror Belum Tamat

Serangan Pekerja Asing di Era MEA

Selain AS dan Rusia, Cina dan Jepang Faktor Penting Penyelesaian Multilateral Konflik Korea Selatan versus Korea Utara

Membaca Di Balik Kudeta Militer Turki Jumat Lalu

Pasca Kudeta, Puluhan Helikopter Militer Turki Raib

Upaya Kudeta Gagal, Turki Dilanda Gelombang Penangkapan Tentara

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »