» Menelaah Kembali Kepentingan Rusia Bidang Energi di Kawasan Asia Tenggara » Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016) » Asia Tenggara Sebagai Kawasan Bebas Nuklir Sesuai dengan Semangat KAA Bandung 1955 dan ZOPFAN ASEAN » Suriah, Pusaran Pertarungan Global AS-Inggris-Perancis dan Rusia » Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN


Sosial Budaya
04-02-2010
Korea Selatan: Peninggalan Budaya
Korea Selatan Perkirakan Sekitar 100 ribu Peninggalan Budaya Tersebar Di luar Negeri

Pemerintah Korea Selatan melalui Institut Pengkajian Nasional Peninggalan Budaya Korea Selatan melaporkan bahwa sekitar 100 ribu buah peninggalan budaya Korea Selatan tersebar di luar negeri.


Menurut Institut Pengkajian Nasional Peninggalan Budaya Korea Selatan, setidaknya saat ini ada sekitar 107.857 buah peninggalan budaya Korea yang tersebar di 18 negara didunia. Diperkirakan 30 ribu buah lebih banyak daripada dugaan semula.

Dilaporkan, sebanyak 66 ribu buah peninggalan budaya itu terdapat di Jepang dan di Amerika Serikat sebanyak 27 ribu buah. Institut Pengkajian Nasional Peninggalan Budaya Korea Selatan akan terus mempelajari keberadaan peninggalan budaya Korea di luar negeri.  Rencananya lembaga ini akan secara berkesinambungan melakukan berbagai usaha termasuk peninjauan ke lokasi tempat beradanya peninggalan budaya itu.

Kesamaaan antara Indonesia dan Korea Selatan Terkait Peninggalan Budaya di Luar Negeri

Tentu saja apa yang dilakukan pemerintah Korea Selatan ini patut dicontoh oleh Indonesia. Dalam kasus yang sama, Pemerintah Indonesia lewat Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata  pernah mengakui mengalami hal sama terkait Peninggalan Budaya di luar negeri. Apapun Indonesia dapat mencontoh apa yang dilakukan Korea Selatan ini  dalam  mendata jumlah peninggalan budaya yang berada di luar negeri. Inventarisasi peninggalan budaya  yang tersebar diberbagai negara harus dilakukan dengan terancana. Termasuk juga memikirkan cara ”memulangkan” peninggalan budaya yang menjadi milik Indonesia di luar negeri.

Rush/KBS World



Artikel Terkait
» Pemuka Agama AS Kunjungi Masjid Istiqlal
» Turunkan Patung Obama di Mentang, Ganti dengan Patung Gus Dur!
» KRL Cerminan Masyarakat Jabodetabek
» Kota Besar Melahirkan Manusia Sampah
» Korea Selatan Resmikan Jembatan Terpanjang ke 7 Di Dunia
» Bali Museum
» Museum Bali



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.
(Diselenggarakan oleh Global Future Institute (GFI) dan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI), FISIP Universitas Nasional) ...

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara

KTT ASEAN-RUSSIA di Sochi Salah Satu Kepentingan Indonesia di ASEAN

Lihat lainya »
   Arsip
"Para Kapitalis Domestik di Negeri Kita!"

Persenyawaan Hegemoni dan Skenario Kavling-kavling Geoekonomi

"Dugaan Kuat, EgyptAir Jatuh Diserang Teroris"

KNPB dan ULMWP Perlu Diusir Dari Papua : Tuntutan Masyarakat Papua

Siaran Pers Terkait Kunjungan Jokowi ke Rusia dan KTT ASEAN-Rusia Sochi

Waasops Panglima TNI: TNI Dapat Apresiasi Dari Negara Brunai Dan Singapura

Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.

Bendera dan Lambang Aceh Tidak Perlu Serius Diperjuangkan

Jangan Titipkan Amanah Kepada Yang Tidak Profesional

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Lihat Lainnya »