» Membaca Gonjang-Ganjing di Malaysia » Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global » Skema TPP dan TiSA Daya Rusaknya Melebihi WTO dan NAFTA » Indonesia dalam Perspektif Geopolitik Global » Mengantisipasi The Yunani Effect di Indonesia


Militer
27-05-2013
Sistem Anti-Udara S-300 Rusia di Suriah:
S-300 Membuat Suriah Menjadi Zona Larangan Terbang Bagi Israel

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu menyatakan, penyerahan sistem anti-udara S-300 Rusia kepada Suriah, bukan hanya membuat Suriah menjadi zona larangan terbang bagi Israel, melainkan juga mengancam seluruh penerbangan pengintaian Israel di Lebanon.


FNA (26/5) melaporkan, Reuters dalam laporannya tentang Suriah menyebutkan, seorang pejabat tinggi Israel mengutip keterangan dari Netanyahu dan mengatakan bahwa penyerahan S-300 kepada Suriah membuat Israel tidak bebas melakukan misi penerbangan di Suriah maupun Lebanon.

Di lain pihak, Amos Gilad, seorang pejabat di Kementerian Perang Israel juga menyatakan kekhawatirannya jika Iran menerima rudal S-300 dari Suriah.

Laporan Reuters itu menambahkan, "Di Iran, Lebanon dan Suriah, secara keseluruhan terdapat 200 ribu rudal yang mengarah ke Israel, khususnya rudal Fateh 110 yang memiliki daya tempuh hingga 300 kilometer dengan tingkat keakuratan tinggi dan membawa hulu ledak seberat 500 kilogram."

Rudal-rudal Fateh 110 mampu melumpuhkan pusat-pusat militer dan perdagangan Tel Aviv. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Rusia Khawatirkan Penyebaran Sistem Anti Rudal NATO di Eropa
» China Borong Pesawat Tempur dan Kapal Selam Rusia
» Krisis Bujet Amerika Serikat Bikin Israel Kelabakan
» Bantuan Militer Israel Terancam Dipangkas
» Swiss-Israel Perkuat Kerjasama Militer
» Rudal Baru Rusia Mejawab Sistem Pertahanan Rudal AS



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global
Tulisan ini lanjutan artikel terdahulu yang berjudul Indonesia dalam Perspektif Geopolitik Global. “Barang siapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya”. Falsafah Timur Tengah ini mengajarkan kepada ...

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II)

Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua

Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Lihat lainya »
   Arsip
Cina-Malaysia akan Gelar Latihan Perang di Selat Malaka

Kemampuan Menakar Permasalahan

Belajar dari Insiden Trigana Air

Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global

Meneropong Kekuatan Angkatan Bersenjata Cina Saat Ini

Mengukir Sejarah Baru Melalui Generasi Baru

Perkuat Kewenangan Wakil Presiden

Memupuk Semangat Kebangsaan Indonesia

Hak Kekayaan Intelektual: Instrumen Hukum Untuk Layani Kepentingan Uni Polar AS dan Uni Eropa?

Demokrasi Jalan Politik Bangsa

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »