» Meneropong Politik Luar Negeri Uni Eropa di Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Eropa » Selain AS dan Rusia, Cina dan Jepang Faktor Penting Penyelesaian Multilateral Konflik Korea Selatan versus Korea Utara » Membaca Di Balik Kudeta Militer Turki Jumat Lalu » Standar Ganda Kebijakan HAM AS di Pelbagai Belahan Dunia, Selayang Pandang » Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955


Militer
27-05-2013
Sistem Anti-Udara S-300 Rusia di Suriah:
S-300 Membuat Suriah Menjadi Zona Larangan Terbang Bagi Israel

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu menyatakan, penyerahan sistem anti-udara S-300 Rusia kepada Suriah, bukan hanya membuat Suriah menjadi zona larangan terbang bagi Israel, melainkan juga mengancam seluruh penerbangan pengintaian Israel di Lebanon.


FNA (26/5) melaporkan, Reuters dalam laporannya tentang Suriah menyebutkan, seorang pejabat tinggi Israel mengutip keterangan dari Netanyahu dan mengatakan bahwa penyerahan S-300 kepada Suriah membuat Israel tidak bebas melakukan misi penerbangan di Suriah maupun Lebanon.

Di lain pihak, Amos Gilad, seorang pejabat di Kementerian Perang Israel juga menyatakan kekhawatirannya jika Iran menerima rudal S-300 dari Suriah.

Laporan Reuters itu menambahkan, "Di Iran, Lebanon dan Suriah, secara keseluruhan terdapat 200 ribu rudal yang mengarah ke Israel, khususnya rudal Fateh 110 yang memiliki daya tempuh hingga 300 kilometer dengan tingkat keakuratan tinggi dan membawa hulu ledak seberat 500 kilogram."

Rudal-rudal Fateh 110 mampu melumpuhkan pusat-pusat militer dan perdagangan Tel Aviv. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Rusia Khawatirkan Penyebaran Sistem Anti Rudal NATO di Eropa
» China Borong Pesawat Tempur dan Kapal Selam Rusia
» Krisis Bujet Amerika Serikat Bikin Israel Kelabakan
» Bantuan Militer Israel Terancam Dipangkas
» Swiss-Israel Perkuat Kerjasama Militer
» Rudal Baru Rusia Mejawab Sistem Pertahanan Rudal AS



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955
Faktor pemantik ketegangan antara Korea Utara versus Korea Selatan yang menyeret campur-tangan Amerika Serikat adalah tenggelamnya kapal perang Cheonan milik Korea Selatan. Begitupun, insiden tersebut hanya ...

Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)

Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Lihat lainya »
   Arsip
Pemutaran Hasil Sidang International People’s Tribunal 1965, Upaya Pendukung Komunis Mencari Sensasi

Mahasiswa Papua, Penerus Pembangunan di Tanah Papua!?

China Ancam India atas Pengerahan Tank ke Perbatasan

28 Desa di Nunukan Terancam Dikuasai Malaysia?

Bashar Al Assad: PBB Pion Amerika

Merenungkan Kembali Keberhasilan dan Kegagalan Mustafa Kemal Ataturk

Waspada! Aksi Teror di Perancis Menjadi Model di Indonesia

Walau Santoso Tewas, Ancaman Teror Belum Tamat

Serangan Pekerja Asing di Era MEA

Selain AS dan Rusia, Cina dan Jepang Faktor Penting Penyelesaian Multilateral Konflik Korea Selatan versus Korea Utara

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »