» Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016) » Asia Tenggara Sebagai Kawasan Bebas Nuklir Sesuai dengan Semangat KAA Bandung 1955 dan ZOPFAN ASEAN » Suriah, Pusaran Pertarungan Global AS-Inggris-Perancis dan Rusia » Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN » Indonesia Harus Mendorong Terciptanya Keseimbangan Kekuatan Baru di Asia Tenggara Melalui KTT ASEAN-Rusia Mei 2016


Militer
27-05-2013
Sistem Anti-Udara S-300 Rusia di Suriah:
S-300 Membuat Suriah Menjadi Zona Larangan Terbang Bagi Israel

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu menyatakan, penyerahan sistem anti-udara S-300 Rusia kepada Suriah, bukan hanya membuat Suriah menjadi zona larangan terbang bagi Israel, melainkan juga mengancam seluruh penerbangan pengintaian Israel di Lebanon.


FNA (26/5) melaporkan, Reuters dalam laporannya tentang Suriah menyebutkan, seorang pejabat tinggi Israel mengutip keterangan dari Netanyahu dan mengatakan bahwa penyerahan S-300 kepada Suriah membuat Israel tidak bebas melakukan misi penerbangan di Suriah maupun Lebanon.

Di lain pihak, Amos Gilad, seorang pejabat di Kementerian Perang Israel juga menyatakan kekhawatirannya jika Iran menerima rudal S-300 dari Suriah.

Laporan Reuters itu menambahkan, "Di Iran, Lebanon dan Suriah, secara keseluruhan terdapat 200 ribu rudal yang mengarah ke Israel, khususnya rudal Fateh 110 yang memiliki daya tempuh hingga 300 kilometer dengan tingkat keakuratan tinggi dan membawa hulu ledak seberat 500 kilogram."

Rudal-rudal Fateh 110 mampu melumpuhkan pusat-pusat militer dan perdagangan Tel Aviv. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Rusia Khawatirkan Penyebaran Sistem Anti Rudal NATO di Eropa
» China Borong Pesawat Tempur dan Kapal Selam Rusia
» Krisis Bujet Amerika Serikat Bikin Israel Kelabakan
» Bantuan Militer Israel Terancam Dipangkas
» Swiss-Israel Perkuat Kerjasama Militer
» Rudal Baru Rusia Mejawab Sistem Pertahanan Rudal AS



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN
Kita harus bedakan Cina Republik Kita dan Rakyat Cina. Pertumbuhan kekuatan ekonomi dan keuangan dari para taipan seberang laut (Overseas China) yang berkiblat pada Kapitalisme berbasis ...

Dalam Soal Ianfu (Comfort Women), Korea Selatan Bukan Satu-satunya Korban Kejahatan Perang Jepang

Blunder AS dalam Perang Suriah

Indonesia Harus Bisa Mencegah Terseretnya Negara-Negara OKI Dalam Proxy War Arab Saudi versus Iran

MEA: Peluang atau Ancaman?

Rencana Mundurnya James “Bob” Moffet, Indikasi Adanya Strategi Freeport Ganti Aktor Baru Untuk Pertahankan Kesepakatan Lama

Lihat lainya »
   Arsip
Menghina Presiden RI sama dengan Menghina NKRI

Pemerintah Tidak Berhadil Membalikkan Tren Penurunan Ekspor Sepanjang 18 Bulan

Pertama, Pesawat Militer Cina Mendarat di Pulau Sengketa

Wapres JK Sampaikan Kritik Pedas Kepada Negara-negara OKI

PPRC TNI Fokus Latihan Pembebasan Sandera

Panglima TNI: Kopassus Itu Ibarat Angin

Satgas Pamtas 431/SSP Ajarkan Baca Tulis Warga di Papua

Korsel dan AS Perkirakan Korut Lakukan Pelucuran Rudal Balistik

ADB Tingkatkan Dana Utang Ke RI dari $ 740 Juta menjadi $ 2 Miliar per Tahun selama 5 Tahun ke Depan

India Dituduh Ingin Ganggu Stabilitas Pakistan

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Lihat Lainnya »