» Meneropong “Kebijakan Standar Ganda” Amerika Serikat Terkait Pelanggaran Hak-Hak Asasi Manusia Terhadap Papua-Indonesia dan Ukraina (Sebuah Studi Perbandingan) » "Sebuah Pelajaran dari British Exit" » Bagaimana Kita Memaknai Keluarnya Inggris dari Keanggotaan Uni Eropa? » Saatnya Indonesia Bangun Kerjasama Strategis Dengan Uni Ekonomi Euroasia (UEE) Di Luar Skema TPP Amerika Serikat maupun RCEP Cina » Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)


Timur Tengah
25-05-2013
Larang Terbang di Suriah:
AS akan Menegakkan Zona Larangan Terbang di Suriah

John McCain, anggota Senat AS, Sabtu (25/5) mengatakan, Washington berusaha untuk mempersenjatai oposisi Suriah serta menciptakan wilayah penyangga dan zona larangan terbang di negara itu.


Sebagaimana dilansir United Press, McCain dalam sebuah konferensi pers di sela-sela seminar dunia ekonomi di Yordania, mengatakan tujuan AS menegakkan zona larangan terbang adalah untuk memudahkan distribusi bantuan kepada rakyat Suriah dan mendukung oposisi yang menyakini nilai-nilai Amerika.

"Washington ingin mempersenjatai oposisi, namun demikian mendukung pembentukan pemerintahan transisi yang merangkul seluruh kelompok-kelompok di Suriah," tegasnya.

Menurut AS, tidak ada solusi yang akan mencakup Presiden Suriah Bashar al-Assad. Kondisi Suriah akan meningkatkan ketegangan yang ada di kawasan dan mempengaruhi kondisi internal Irak.

McCain menandaskan, untuk menjamin zona larangan terbang, maka pertahanan udara rezim Suriah dan perpindahan tempat-tempat peluncuran rudal harus dilumpuhkan. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Saudi Terus Geser Peran Qatar di Suriah
» Assad: Suriah Tegas untuk Melawan Teroris
» Armada Perang Rusia Tiba di Suriah
» Manuver Diplomatik Regional Terbaru Krisis Suriah
» Rusia Tolak Invasi Militer Barat di Suriah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)
Dalam kancah persaingan global di ranah ekonomi di kawasan Asia Pasifik dewasa ini, praktis dikuasai oleh tiga negara adikuasa di bidang ekonomi: Amerika Serikat, Republik Rakyat ...

Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara

Lihat lainya »
   Arsip
Goldman Sachs: Inggris akan resesi di 2017

Pengampunan Pajak Bisa Jadi Modus Baru Pengusaha 'Nakal'

Bagaimana Kita Memaknai Keluarnya Inggris dari Keanggotaan Uni Eropa?

'Indonesia Butuh Kedaulatan Cyber untuk Bendung Radikalisme'

Putin Kunjungi Cina Bahas Perluasan Kerja Sama Bilateral

Hapus Diskriminasi!

Omar Mateen: Produk Wahabi dan Kebijakan Luar Negeri AS

Ejaan dan Strategi Pengembangan Bahasa Jawa

Putuskan Nasib di Eropa, Erdogan Ingin Referendum

"Krisis Semantik" Pada Kata Demokrasi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »