» Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya » Membaca Krisis Yaman dari Perspektif Geopolitik dan Kawasan » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (3/Habis) » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (2) » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (1)


Timur Tengah
25-05-2013
Larang Terbang di Suriah:
AS akan Menegakkan Zona Larangan Terbang di Suriah

John McCain, anggota Senat AS, Sabtu (25/5) mengatakan, Washington berusaha untuk mempersenjatai oposisi Suriah serta menciptakan wilayah penyangga dan zona larangan terbang di negara itu.


Sebagaimana dilansir United Press, McCain dalam sebuah konferensi pers di sela-sela seminar dunia ekonomi di Yordania, mengatakan tujuan AS menegakkan zona larangan terbang adalah untuk memudahkan distribusi bantuan kepada rakyat Suriah dan mendukung oposisi yang menyakini nilai-nilai Amerika.

"Washington ingin mempersenjatai oposisi, namun demikian mendukung pembentukan pemerintahan transisi yang merangkul seluruh kelompok-kelompok di Suriah," tegasnya.

Menurut AS, tidak ada solusi yang akan mencakup Presiden Suriah Bashar al-Assad. Kondisi Suriah akan meningkatkan ketegangan yang ada di kawasan dan mempengaruhi kondisi internal Irak.

McCain menandaskan, untuk menjamin zona larangan terbang, maka pertahanan udara rezim Suriah dan perpindahan tempat-tempat peluncuran rudal harus dilumpuhkan. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Saudi Terus Geser Peran Qatar di Suriah
» Assad: Suriah Tegas untuk Melawan Teroris
» Armada Perang Rusia Tiba di Suriah
» Manuver Diplomatik Regional Terbaru Krisis Suriah
» Rusia Tolak Invasi Militer Barat di Suriah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SUKARNOPUTRI
Kepada Yang Terhormat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Di Tempat   Kepada Yang Terhormat Ketua Umum PDIP Perjuangan Ibu Megwati Sukarnoputri ...

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Lihat lainya »
   Arsip
Serangan Bom Bunuh Diri di Afghanistan Tewaskan 33 Orang

Indonesia-Timor Leste Sepakat Bahas Penyelesaian Perbatasan

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SUKARNOPUTRI

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SUKARNOPUTRI

Revitalisasikan Dasa Sila Bandung 1955 dengan Tepat Sasaran

Dasa Sila Bandung 1955 Bersenyawa dengan Pembukaan UUD 1945

Masalah Besar, Jika KAA Bertentangan Dengan Dasa Sila Bandung 1955

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »