» Gagasan Pembentukan ASEAN Maritime Community dan Perkuatan ASEAN dalam Manuber Politik Luar Negeri Indonesia » Timbul Kesan Indonesia Belum Berani Keluar dari “Western Hemisphere" di Bidang Militer » Kebijakan Luar Negeri RI Bebas dan Aktif Masih Tetap Relevan dan Akan Terus Berlanjut » Gerhard von Mende, Konseptor dan Pendorong Gerakan Separatisme Asia Tengah dan Kaukasus » Manuver Turki Politisasi Isu Tatar di Forum OKI Berpotensi Pecah-Belah Kekompakan Negara-Negara Islam


Timur Tengah
17-05-2013
Perkembangan Krisis Politik di Suriah:
Armada Perang Rusia Tiba di Suriah

Kapal-kapal perang Rusia telah tiba dan merapat di pelabuhan Suriah demi memberi dukungan kepada negara ini.


Kantor Berita Palestina Maan hari ini (Jumat, 17/5) mengutip koran Wall Street Journal menulis, sedikitnya 12 kapal perang Rusia telah merapat di dermaga Tartus di Suriah guna mengingatkan Amerika, negara-negara Barat dan rezim Zionis Israel bahwa Moskow tidak akan membiarkan intervensi militer asing di Suriah.

Kedatangan armada perang Rusia di dermaga Tartus, Suriah terjadi dimana Rusiah sebelum ini berjanji menjamin senjata Suriah, terutama rudal modern dari darat ke laut dan laut ke laut.

Rusia berulang kali menyatakan dukungannya terhadap pemerintah Suriah dan menegaskan pentingnya mencari solusi politik bagi krisis yang terjadi.

Arab Saudi, Qatar, Turki, Amerika, Perancis, Inggris dan rezim Zionis Israel sejak tahun 2011 hingga kini membayar para teroris dan memberikan dukungan dana, senjata dan media berusaha menciptakan instabilitas di Suriah untuk melengserkan pemerintahan Bashar Assad.

Berbeda dengan sikap negara-negara Barat dan sekutu Arabnya, Rusia berusaha agar masalah Suriah diselesaikan lewat jalur diplomatik. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Manuver Diplomatik Regional Terbaru Krisis Suriah
» Rusia Tolak Invasi Militer Barat di Suriah
» Inilah Alasan Intervensi Militer Barat di Suriah
» Iran dan Suriah Agenda Utama Perundingan Obama dan Cameron
» PM Suriah: Pemerintahan Erdogan Sumber Kerusuhan di Kawasan
» Rudal-rudal Anti-Pesawat Tempur Rusia Segera Tiba di Suriah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF
Term of Reference SEMINAR TERBATAS Seminar Terbatas Global Future Institute (GFI) dan Vox Muda (Komunitas Mahasiswa Universitas Nasional),  Senin 5 Desember 2016   Sebenarnya sejak 1972 Dr Daoed ...

MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF

Manuver Militer Amerika Serikat di Semenanjung Korea Harus Ditangkal Sedini Mungkin Oleh Kementerian Luar Negeri dan “Pemangku Kepentingan” Politik-Keamanan RI

Rencana AS Kembangkan ICBM di Korea Selatan Berpotensi Merusak Rencana Global Maritime Fulcrum (Poros Maritim Dunia) Presiden Jokowi

Mempertanyakan Kelayakan Kerjasama Pertahanan RI-Ukraina

Pemerintah Tiongkok Mainkan Isu Lingkungan Hidup Untuk Hancurkan Pesaing Bisnisnya di Sektor Teknologi Nuklir di Indonesia

Lihat lainya »
   Arsip
Saudi Hukum Mati 15 Orang yang Dituduh Jadi Mata-mata Iran

Panglima TNI: Bangsa Indonesia Tidak Akan Membiarkan ISIS Berkembang

Gempa Pidie, Korban Tewas 52 Orang

ABRI Penegak Demokrasi UU 45

Iran Kecam Perpanjangan Sanksi AS

GLOBAL FUTURE INSTITUTE (GFI) DAN VOX MUDA SELENGGARAKAN DISKUSI TERBATAS TENTANG AKTUALISASI POLITIK LUAR NEGERI RI BEBAS-AKTIF

GLOBAL FUTURE INSTITUTE (GFI) DAN VOX MUDA SELENGGARAKAN DISKUSI TERBATAS TENTANG AKTUALISASI POLITIK LUAR NEGERI RI BEBAS-AKTIF

Gerhard von Mende, Konseptor dan Pendorong Gerakan Separatisme Asia Tengah dan Kaukasus

Amerika Harus Hentikan Penjualan Senjata ke Saudi

ASEAN RCEP Dinilai Rugikan Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »