» Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016) » Asia Tenggara Sebagai Kawasan Bebas Nuklir Sesuai dengan Semangat KAA Bandung 1955 dan ZOPFAN ASEAN » Suriah, Pusaran Pertarungan Global AS-Inggris-Perancis dan Rusia » Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN » Indonesia Harus Mendorong Terciptanya Keseimbangan Kekuatan Baru di Asia Tenggara Melalui KTT ASEAN-Rusia Mei 2016


Timur Tengah
18-04-2013
Menepis Fitnah Suriah
Wawancara dengan Jose Rizal: Menepis Fitnah Suriah

Imbas krisis Suriah terasa hingga Tanah Air, fitnah ditebar di mana-mana. dr. Jose sebagai aktifis pro-Palestina sedih umat Islam gampang diadu domba. Dia harus menjawab pertanyaan-pertanyaan sesamanya dengan sabar. Fitnah yang menyakitkan di antaranya, "dok, …Syiah lebih berbahaya dibandingkan Zionis Israel. Setelah Syiah dihabisin di Suriah, baru kita habisin Israel. Jose menirukan ucapan umat Islam yang tidak tahu dari mana alur berpikirnya. Itulah fitnah yang menurut dr. Jose mengerikan, orang berbeda fiqih bisa dibunuh.


Terkait  hal ini, kontributor IRIB Indonesia berkesempatan mewawancarainya secara langsung saat berada di kantor Voice of Palestine (Vop), Jakarta, Senin (15/4).

Anda seorang dokter, bagaimana anda menepis fitnah kasus Suriah?

Tahun 2006, saya  membawa pemred Hidayatullah, Wisnu Pramudia, waktu itu dia beranggapan kerjasama Hizbullah dan Hamas pura-pura. Biar  percaya saya tunjukkan kantor Hamas yang berdekatan dengan kantor Hizbullah. Saya katakan jangan lagi percaya katanya, anda melihat sendiri, tulis yang benar, karena anda seorang wartawan. Perang tahun 2006 itu dahsyat, bagaimana bisa Hizbullah pura-pura, banyak korban jiwa dan gedung hancur, saya saksikan sendiri.

Apa kaitan krisis Suriah dengan masa depan Palestina?

Saya tanya, mana sih ada move-move yang ada di Timur Tengah lepas dari kepentingan zionis Israel.

Bagaimana gambaran anda, negara Suriah seperti apa?

Saya dua kali masuk Suriah, saat perang Irak, beli obat di sana untuk korban perang di Irak. Industri farmasi di Suriah bagus, makanya obat murah. Suriah tanahnya subur, negaranya termasuk civilize tidak seperti Libya, negara suku, makanya di Libya kalau tidak tangan tegas, susah diperintah. Memang, suasana militer di Suriah saya memahami, karena imbas perang Suriah vs Israel, banyak mata-mata Israel masuk Suriah.

Ada isu di internet, tidak ada satupun peluru Suriah yang ditembakkan ke Israel?

Kalau ada berita tak satupun  peluru Suriah masuk Israel berarti orang itu  ahistoris, Perang Yom Kippur, perang yang terjadi pada tanggal 6 - 26 Oktober 1973 antara Israel melawan Mesir dan Suriah. Israel waktu itu hampir kalah, tapi karena ilmu tipu daya Amerika, Israel tidak jadi kalah.

Bagaimana dengan ikwanul muslimin pernah ditindas oleh rezim Bassar Assad?

Memang Bassar Assad dan Hafiz memerintah dengan tangan besi, tapi itu bisa saya pahami, ada sisi positif dan negatifnya, tapi tidak hitam-putih. Dilihat dari masyarakatnya, sebenarnya mayoritas muslim di Suriah itu moderat, semangat persatuan umatnya tinggi.

Mayoritas Sunni Alawiyah, karakter ulama moderat, menginginkan adanya persatuan muslimin, salah satu ulamanya Syekh al-Buti, ulama moderat yang mengkritik salafi dalam bukunya, sebenarnya dalam buku ini mengajak persatuan, tetapi kita bersedih, setelah fatwa Yusuf Qardowi, beliau dibunuh saat mengajar agama di masjid.

Banyak orang berpandangan krisis Suriah adalah perang akhir zaman, bagaimana anda melihat kaitanya dengan gerakan zionisme Internasional?

Israel sebagai entitas itu ideologis. Saya membagi dunia terjadi perang ideologis.  Perang itu antara kelompok Islam, Katolik dan Zionis. Ketiganya, ada keinginan untuk membangun empire-nya. Katolik terbesar Amerika Selatan, sedangkan Protestan bagian dari rancangan freemasonry. Saya tidak membagi Liberal, Kapitalis dan Komunis, karena ketiganya hasil kreasi dari freemasonry untuk menciptakan konflik. Inget, Zionis akan eksis kalau ada konflik. Seperti dalam sejarah, suku Aus dan Khazraj, begitu keduanya didamaikan, orang-orang Yahudi kehilangan pencaharian. Begitu Madinah ditata Rasulullah Saw, pasar dibereskan, sehingga tidak ada riba, tapi Yahudi terus menimbulkan konflik. Prinsip mereka how to get, untuk mendapatkan sesuatu dengan sangat licik, orang mendirikan asuransi, mereka mendirikan asuransi,  yang tidak perlu keringat.

Anda selalu mengaitkan Krisis Suriah dengan Libya, sebenarnya apa yang terjadi?

Khadafi dijatuhkan itu problem, karena melibatkan mujahidin, yang dikomandani Abdul Hakim bil Haj, bekas tahanan Guantanamo yang ditangkap CIA di Bangkok. Dialah yang memimpin penaklukan Tripoli. NATO dan AS terlibat merancang Humanitarian Intervension, menciptakan seolah-olah terjadi krisis kemanusiaan, kemudian memberlakukan no fly zone.

Keadaan seolah kacau, kemudian tentara NATO dan seolah-olah bersama rakyat Libya, menumbangkan Khadafi. Saya tidak setuju itu, apapun alasanya jika meminta NATO dan AS artinya melupakan tangan AS dan NATO berdarah-darah di Afganistan dan Irak.

Pertanyaan kenapa meminta bantuan AS dan NATO untuk menumbangkan Khadafi yang dianggap otoritarian. Kalau saya dibantu NATO dan AS untuk menumbangkan SBY enggak mau saya. Arsitek pengatur pergantian rezim Khadafi dan Bassar Assad adalah sama, Hakim bil Haj yang ikut terlibat rapat-rapat di Turki.

Apa pelajaran umat Islam yang bisa diambil?

Peristiwa 9/11 menjadi pelajaran bagaimana AS membuat opini publik bahwa yang menjadi musuh umat Islam. Apakah itu tidak cukup, bahwa NATO dan AS itu berbahaya.  Problem Suriah adalah bagaimana membuat the new road map. Fokusnya mengamankan Israel, bumbu-bumbu isu yang dimainkan adalah demokrasi, tiran, dan Syiah-Sunni itu variable. Apa Qatar, Arab Saudi itu demokratis sehingga mereka bisa menuntut Suriah harus demokratis. Kesalahan terbesar umat Islam dari dulu adalah menentukan musuh bersama, dan saya mencoba konsisten, musuh itu Zionis. (IRIBIndonesia/Muhammad Ma'ruf/PH)


Sumber :Iran Indonesian Radio
Artikel Terkait
» Militan Suriah Jarah Harta Penduduk dan Menjualnya
» Jordania Bantah Adanya Pelatihan Militer untuk Orang Suriah
» Rusia Menentang Resolusi Baru PBB Mengenai Suriah
» Bentrokan Sengit Terus Berkecamuk di berbagai Wilayah Suriah
» Al-Manar: Konspirasi Israel, Turki dan Arab Membagi Suriah
» Washington Post: AS dan Yordania Latih 3.000 Pasukan Bebas Suriah
» AS Mendukung Pengiriman 3500 Ton Senjata ke Suriah
» Peran Turki di Krisis Suriah
» Manajer Perusahaan AS Jadi PM Oposisi Suriah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN
Kita harus bedakan Cina Republik Kita dan Rakyat Cina. Pertumbuhan kekuatan ekonomi dan keuangan dari para taipan seberang laut (Overseas China) yang berkiblat pada Kapitalisme berbasis ...

Dalam Soal Ianfu (Comfort Women), Korea Selatan Bukan Satu-satunya Korban Kejahatan Perang Jepang

Blunder AS dalam Perang Suriah

Indonesia Harus Bisa Mencegah Terseretnya Negara-Negara OKI Dalam Proxy War Arab Saudi versus Iran

MEA: Peluang atau Ancaman?

Rencana Mundurnya James “Bob” Moffet, Indikasi Adanya Strategi Freeport Ganti Aktor Baru Untuk Pertahankan Kesepakatan Lama

Lihat lainya »
   Arsip
ULMWP Tidak Layak menjadi Anggota MSG

Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016)

TNI Terima 2 Granat dari Masyarakat Papua

Masih Layakkah Partai Aceh Memimpin Aceh 2017 sampai 2022?

Menghina Presiden RI sama dengan Menghina NKRI

Pemerintah Tidak Berhadil Membalikkan Tren Penurunan Ekspor Sepanjang 18 Bulan

Pertama, Pesawat Militer Cina Mendarat di Pulau Sengketa

Wapres JK Sampaikan Kritik Pedas Kepada Negara-negara OKI

PPRC TNI Fokus Latihan Pembebasan Sandera

Panglima TNI: Kopassus Itu Ibarat Angin

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Lihat Lainnya »