» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Timur Tengah
17-04-2013
Oleh Muhammad Nurdin, guru sejarah dan sosiologi di SMA di kota Bandung
Iran Permalukan Paman Sam: Mahmud Ahmadinejad Bongkar Jaringan CIA

Paman Sam kelihatannya semakin bingung dalam menghadapi Republik Islam Iran, dengan berbagai cara dilakukannya bersama sekutunya dalam uopaya untuk menekan Teheran supaya tunduk kepada berbagai keinginan Paman Sam Ben Gureon dan sekutunya. Berbagai macam skenario telah dilakukan dengan berbagai modus operandinya, tetapi Republik Islam Iran kelihatannya sampai sekarangpun masih tetap kokoh dengan pendiriannya.


Paman Sam dan sekutunya sejak tahun 1978 ketika Iran dikuasai oleh Ayatullah Ruhullah Khomeini senantiasa berupaya untuk membinasakan negeri para mullah itu ,dengan memperalat Saddam Husein Paman Sam dan sekutunya menyerang Republik Islam Iran.Namun itu juga gagal,lalu balik menghancurkan Saddam Husein,maka tinggallah Republik Islam Iran sebagai kekuatan besar di kawasan Timur Tengah.

Setelah Iraq dikalahkan dan Saddam Husein dieksekusi mati ,Paman Sam baru menyadari bahwa telah melakukan suatu kekeliruan yang besar dengan membinasakan rejim minoritas Suni Iraq sehingga membangkitkan kekuataan mayoritas Syiah Iraq yang lebih pro Teheran karena kesamaan ajarannya. Hal ini pula telah mengecewakan Arab Saudi Wahabiyah karena merasa semakin terancam dengan raksasa Syi’ah dibawah pimpinan Republik Islam Iran.

Fenomena tersebut semakin terasa seiring munculnya kekuatan militer Republik Islam Iran dampak dari intimidasi Paman Sam dan sekutunya,sehingga kini mereka mempersenjatai Arab Saudi untuk menyaingi Teheran sebagaimana dilakukannya terhadap Bagdad sebelumnya. Milyaran dolar mesin perang Paman Sam, Jerman, Inggris dilego kepada negara kaya minyak tersebut. Bahkan terakhir Paman Sam membuat skenario seolah-olah terdapat jaringan yang disponsori Republik Islam Iran untuk membunuh diplomat Saudi di Washington.

Setelah berita tersebut mulai hilang dari berbagai media internasional ,maka muncul lagi informasi IAEA bahwa Republik Islam Iran sedang menyiapkan reaktor nuklirnya untuk kepentingan-kepentingan militer meskipun selalu Teheran membantahnya. Laporan IAEA tersebut sepertinya gayung bersambut bagi Zionis Israel, yang segera membicarakannya di Parlemen Israel. Dalam pertemuannya itu, Benyamin Netanyahu ,Ehud Barack bersepakat untuk mengambil tindakan militer atas Teheran.

Ketika rencana penyerangannya terhadap Republik Islam Iran sudah dimatangkan, terdengar lagi berita dari The Guardain,bahwa jika Paman Sam Ben Gureon menyerang Teheran maka Inggris juga turut berpartisipasi didalamnya.Dalam konteks ini Paman Sam kelihatannya enggan melancarkan invasi militernya terhadap Teheran karena kononnnya akan merusak strategi politik Paman Sam yang sedang memperbaiki citranya terhadap dunia muslim. Dalam hal ini Leon Panetta juga mengatakan,bahwa sekiranya menyerang Teheran akan berdampak sangat luas ,sehingga ambisi Israel pun akhirnya kandas juga.

Selain itu Paman Sam-Benm Gureon terus menerus coba menganggu sistem komputerisasi kemiliteran Republik Islam Iran, lalu menyerangnya dengan virus Stuxnet yang sempat mengganggu sistem komputerisasi kementerian pertahanan Republik Islam Iran, tetapi tidak lama kemudian Teheran bisa mengatasinya dan beroperasi kembali secara normal.

Paman Sam dan Ben Gureon juga disinyalir terlibat dalam beberapa penculikan,pembunuhan para ahli nuklir Republik Islam Iran.Beberapa orang ahli nuklir Republik Islam Iran diculik di Arab saudi,dan juga dibunuh dengan menempelkan bom pada mobil yang sedang dikenderainya oleh kelompok pengenderai motor yang tidak dikenali, para agen-agen CIA ataupun Mossad diduga terlibat dalam berbagai pemboman terhadap beberapa pangkalan militer Republik Islam Iran. Pada tahun 2010 18 orang tewas dalam suatu ledakan dipangkalan mkiliter tempat penyimpanan rudal-rudal jarak jauh Sehehab 3, serta pada yang sama juga ilmuwan nuklir senior tewas yang lainnya cedera oleh kelompok tidak dikenal namun sangat terlatih.

Ledakan serupa hari Sabtu tanggal 12 November 2011 yang juga menewaskan 17 orang,salah seorang yang tewas dalam ledakan dahsyat di pangkalan militer 25 mil sebelah timur Teheran itu diantaranya adalah Brigadir Jenderal Hassan Moghaddam ,komandan pangkalan militer tersebut. Menurut Dailly Mail, Senin 14 November 2011 Brigadir Jenderal Hassan Moghaddam bertanggung jawab atas aneka penelitian industrial swasembada persenjataan militer Republik Islam Iran. Terkait dengan masalah masalah tersebut,pemerintah Republik Islam Iran pada bulan Mei 2010 berhasil membongkar jaringan agen rahasia CIA, Mossad, dan 30 orang agen CIA-Mossad berhasil dilumpuhkan, serta sebagian diantaranya sudah di eksekusi mati oleh pangadilan Teheran.

Meskipun sudah banyak terbukti,bahwa para pelaku berbagai ledakan bom di pangkalan militer ,serta penculikan dan pembunuhan terhadap para ahli nuklir Republik Islam Iran merupakan hasil konspirasi CIA,Mossad dengan kelompok oposisi Mujahidin Khalq, tetapi Paman Sam masih tetap membantahnya. Dalam dunia intelijen memang hal itu sangat wajar,dan sudah bukan rahasia lagi sekiranya jaringannya terbongkar maka pasti akan dibantahnya dengan keras.

Pukulan telak terus menerus menimpa Paman Sam,soalnya jaringan operasi CIA yang berkoalisi dengan Mossad kembali terbongkar di Libanon oleh anggota Parlemen Libanon asal Hizbullah mitra Republik Islam Iran.Hassan Nasrallah mengungkapkannya kepada AFP, bahwa sudah berhasil membongkar jaringan CIA yang berkoalisi dengan Mossad. Dan berikutnya muncul lagi informasi dari Teheran, bahwa jaringan CIA juga berhasil dibongkar, serta 12 orang agen CIA berhasil ditangkap oleh aparat keamanan Republik Islam Iran.

Informasi yang merupakan tamparan keras ke muka Paman Sam tersebut dikemukan oleh salah seorang anggota Parlemen dan juga anggota Komite Keamanan Republik Islam Iran, Parviv Sourori kepada kantor berita Irna. Meskipun ia tidak menyebutkan asal negara para agen CIA yang juga berkoalisi dengan Mossad itu, tetapi ia mengungkapkan bahwa mereka beroperasi melalui jalur -jalur diplomatik Paman Sam di Turki,UAE, Malaysia. Dan menurut kantor berita internasional AFP, meskipun pada mulanya hal itu dibantah oleh Paman Sam, namun demikian akhirnya membenarkannya juga.


Sumber :kompasiana.com
Artikel Terkait
» Israel Kembali Mengancam Akan Menyerang Iran Tanpa Bantuan AS
» Khamenei: Kami Akan Hancurkan Tel Aviv!
» Ini Dia Tujuan Kunjungan Obama ke Israel



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »