» Jurus Naga Membelit Dunia (Bagian 4) » Jurus Naga Membelit Dunia (3) » Jurus Naga Membelit Dunia (Bagian 2) » Perlu Komite Internasional Komunikasi Elektronik Untuk Bendung Monopoli AS di Bidang Internet dan Cyber » Jurus Naga Membelit Dunia (Bagian 1)


Amerika
15-04-2013
Opini: Kondisi Amerika Serikat
Resume Situasi Amerika Serikat
Penulis : Toni Ervianto *)

Apabila Anda aktif memantau perkembangan situasi domestik Amerika Serikat (AS) tentunya dari berbagai pemberitaan media massa yang ada di tanah Paman Sam tersebut, maka perkembangan fluktuasi politik dan keamanan serta ekonomi AS tetap menjadi prioritas pemberitaan beberapa media mainstream di AS.


Selama periode 15 s.d. 28 Februari 2013, beberapa media massa di AS menyoroti secara kritis beberapa isu politik dan keamanan yang menonjol antara lain, konfirmasi dari Presiden AS, Obama yang memilih Jacob J Lew sebagai Menteri Keuangan, sehari setelah pemilihan Menhan, Chuck Hagel lolos dari upaya “politisasi tingkat tinggi” di tingkat Senat AS, dengan hasil 58 melawan 41 orang Senat yang setuju mantan Senator dari Nebraska tersebut menjadi Menhan AS, bahkan 20 senator Republik memihak suara mayoritas kubu Demokrat.

Masih dalam tataran keamanan, Jenderal John R. Allen yang juga komandan tertinggi pasukan AS di Afghanistan, akan segera pensiun dari dinas kemiliteran dan akan memfokuskan pada masalah “isu kesehatan dalam keluarganya/health issues within his family,”. Sebelumnya, Presiden Obama mengatakan, Jenderal Allen bahkan akan menjadi nominasi yang diajukan dirinya untuk menjadi komandan tertinggi NATO, namun akhirnya digagalkan setelah pihak Pentagon memberikan laporan hasil investigasinya atas email Allen dengan Tampa Socialite (the Pentagon of misconduct last month after an investigation into his exchange of e-mails with a Tampa socialite).

Media massa di AS juga merilis laporan sebuah perusahaan yang bergerak di pengamanan komputer, Mandiant yang mengklaim bahwa angkatan perang Cina telah melakukan kegiatan cyberwars terhadap organisasi intelijen, sejumlah korporasi, organisasi lainnya dan institusi pemerintahan AS, dimana terdeteksi serangan cyberwars tersebut dilakukan di wilayah Shanghai yang dikenal dengan istilah kelompok “Comment Crew” or “Shanghai Group” dibawah kendali Markas Besar Tentara Pembebasan Cina. Bahkan dilaporkan bahwa Comment Crew telah mengambil data sebanyak terabytes dari beberapa perusahaan seperti Coca-Cola, perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur kritis di AS, perusahaan listrik, saluran gas dan saluran air.

Masalah lainnya yang menjadi fokus perhatian di AS adalah dalam bidang hukum, terutama terkait dengan amandemen terhadap Voting Rights Act of 1965, dimana terdapat perbedaan dan perdebatan tajam diantara anggota Mahkamah Agung AS karena 5 dari 9 anggota MA mempertanyakan masalah ini secara kritis dan skeptis, sedangkan Hakim Clarence Thomas tidak bertanya secara khas, serta Hakim Antonin Scalia menyatakan, ketentuan yang akan berlaku di 9 negara terutama di Selatan, ini harus mendapatkan izin federal sebelum mengubah prosedur voting terutama terkait dengan suatu "kelangsungan hak rasial/perpetuation of racial entitlement."

*) Penulis adalah pemerhati masalah Amerika Serikat dan alumnus pasca sarjana UI.
 



Artikel Terkait
» Pengiat HAM AS Desak Obama Tutup Penjara Guantanamo
» AS Tanggapi Serius Ancaman Korea Utara
» CIA Bunuh Peneliti Peristiwa11 September
» Upaya AS Memperkuat Aliansi Transatlantik
» Senat AS Kukuhkan Hagel sebagai Kepala Pentagon
» Menlu AS: Washington Gagal Jelaskan Kebijakannya Kepada Dunia Muslim



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Mempertimbangkan Kerjasama Strategis Indonesia-Rusia Bidang Maritim-Infrastruktur dan Teknologi Refinery
Beberapa waktu berselang, Presiden Jokowi telah mencanangkan kesungguhannya untuk mengupayakan terhubungnya tol laut Indonesia dengan Jalur Sutra Abad 21 Cina sebagai poros maritim dunia. Sebagaimana kita ...

Perlu Komite Internasional Komunikasi Elektronik Untuk Bendung Monopoli AS di Bidang Internet dan Cyber

Kenali Dulu Agenda Strategis Cina Abad 21

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Terakhir)

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Kedua)

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Pertama)

Lihat lainya »
   Arsip
Dollar Menguat, Laba Microsoft Menurun

Operasi Militer AS di Yaman Tidak Terganggu

Jerman Hentikan Penjualan Senjata ke Saudi

Perluasan Hubungan AS dan India

Inilah Krisis Demokrasi Kita

Bius Nihilisme Demokrasi

Jurus Naga Membelit Dunia (3)

Ribuan Demonstran di Kosovo Tuntut Pemecatan Menteri Etnik Serbia

16 Orang Tewas Saat Peringatan HUT Revolusi Mesir

PSC dan Gagasan Penguasaan Negara di Sektor Migas: Menggugat “Kedaulatan” Pertamina

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »