» Saatnya Indonesia Bangun Kerjasama Strategis Dengan Uni Ekonomi Euroasia (UEE) Di Luar Skema TPP Amerika Serikat maupun RCEP Cina » Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP) » Menelaah Kembali Kepentingan Rusia Bidang Energi di Kawasan Asia Tenggara » Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016) » Asia Tenggara Sebagai Kawasan Bebas Nuklir Sesuai dengan Semangat KAA Bandung 1955 dan ZOPFAN ASEAN


Amerika
15-04-2013
Opini: Kondisi Amerika Serikat
Resume Situasi Amerika Serikat
Penulis : Toni Ervianto *)

Apabila Anda aktif memantau perkembangan situasi domestik Amerika Serikat (AS) tentunya dari berbagai pemberitaan media massa yang ada di tanah Paman Sam tersebut, maka perkembangan fluktuasi politik dan keamanan serta ekonomi AS tetap menjadi prioritas pemberitaan beberapa media mainstream di AS.


Selama periode 15 s.d. 28 Februari 2013, beberapa media massa di AS menyoroti secara kritis beberapa isu politik dan keamanan yang menonjol antara lain, konfirmasi dari Presiden AS, Obama yang memilih Jacob J Lew sebagai Menteri Keuangan, sehari setelah pemilihan Menhan, Chuck Hagel lolos dari upaya “politisasi tingkat tinggi” di tingkat Senat AS, dengan hasil 58 melawan 41 orang Senat yang setuju mantan Senator dari Nebraska tersebut menjadi Menhan AS, bahkan 20 senator Republik memihak suara mayoritas kubu Demokrat.

Masih dalam tataran keamanan, Jenderal John R. Allen yang juga komandan tertinggi pasukan AS di Afghanistan, akan segera pensiun dari dinas kemiliteran dan akan memfokuskan pada masalah “isu kesehatan dalam keluarganya/health issues within his family,”. Sebelumnya, Presiden Obama mengatakan, Jenderal Allen bahkan akan menjadi nominasi yang diajukan dirinya untuk menjadi komandan tertinggi NATO, namun akhirnya digagalkan setelah pihak Pentagon memberikan laporan hasil investigasinya atas email Allen dengan Tampa Socialite (the Pentagon of misconduct last month after an investigation into his exchange of e-mails with a Tampa socialite).

Media massa di AS juga merilis laporan sebuah perusahaan yang bergerak di pengamanan komputer, Mandiant yang mengklaim bahwa angkatan perang Cina telah melakukan kegiatan cyberwars terhadap organisasi intelijen, sejumlah korporasi, organisasi lainnya dan institusi pemerintahan AS, dimana terdeteksi serangan cyberwars tersebut dilakukan di wilayah Shanghai yang dikenal dengan istilah kelompok “Comment Crew” or “Shanghai Group” dibawah kendali Markas Besar Tentara Pembebasan Cina. Bahkan dilaporkan bahwa Comment Crew telah mengambil data sebanyak terabytes dari beberapa perusahaan seperti Coca-Cola, perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur kritis di AS, perusahaan listrik, saluran gas dan saluran air.

Masalah lainnya yang menjadi fokus perhatian di AS adalah dalam bidang hukum, terutama terkait dengan amandemen terhadap Voting Rights Act of 1965, dimana terdapat perbedaan dan perdebatan tajam diantara anggota Mahkamah Agung AS karena 5 dari 9 anggota MA mempertanyakan masalah ini secara kritis dan skeptis, sedangkan Hakim Clarence Thomas tidak bertanya secara khas, serta Hakim Antonin Scalia menyatakan, ketentuan yang akan berlaku di 9 negara terutama di Selatan, ini harus mendapatkan izin federal sebelum mengubah prosedur voting terutama terkait dengan suatu "kelangsungan hak rasial/perpetuation of racial entitlement."

*) Penulis adalah pemerhati masalah Amerika Serikat dan alumnus pasca sarjana UI.
 



Artikel Terkait
» Pengiat HAM AS Desak Obama Tutup Penjara Guantanamo
» AS Tanggapi Serius Ancaman Korea Utara
» CIA Bunuh Peneliti Peristiwa11 September
» Upaya AS Memperkuat Aliansi Transatlantik
» Senat AS Kukuhkan Hagel sebagai Kepala Pentagon
» Menlu AS: Washington Gagal Jelaskan Kebijakannya Kepada Dunia Muslim



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)
Dalam kancah persaingan global di ranah ekonomi di kawasan Asia Pasifik dewasa ini, praktis dikuasai oleh tiga negara adikuasa di bidang ekonomi: Amerika Serikat, Republik Rakyat ...

Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara

Lihat lainya »
   Arsip
Rekor Tertingi Pengungsi Dunia

Rusia Nyatakan Timteng Akan Kacau Jika al-Assad Digulingkan

PPP: Tak Ada Partai yang Tak Komit Berantas Korupsi, tetapi....

TNI-AL Kembali Tangkap Kapal Tiongkok di Natuna

Mempertimbangkan Sejarah (Bagian 2)

Renungan Jelang Sahur

Bakr al-Baghdadi Tewas, ISIS Tamat ?

Membela BARA NKRI di Papua

UEA Umumkan Berhenti Berperang di Yaman

Saatnya Indonesia Bangun Kerjasama Strategis Dengan Uni Ekonomi Euroasia (UEE) Di Luar Skema TPP Amerika Serikat maupun RCEP Cina

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Menggugah Nasionalisme Keindonesiaan Aktivis Papua Saat Ini

Resensi Buku

-------------------------------------------------------------------------

Judul Buku : Kembali ke Indonesia : Langkah, Pemikiran dan Keinginan

Penulis : Nicolaas Jouwe

Cetakan Pertama : Agustus 2013

Kata Pengantar : Drs. Sidarto Danusubroto, SH (Ketua MPR RI)

Penerbit : PT Pustaka Sinar Harapan dan Verbum Publishing

Tebal Buku : 116 halaman termasuk biodata penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun 

-------------------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »