» Menelaah Kembali Kepentingan Rusia Bidang Energi di Kawasan Asia Tenggara » Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016) » Asia Tenggara Sebagai Kawasan Bebas Nuklir Sesuai dengan Semangat KAA Bandung 1955 dan ZOPFAN ASEAN » Suriah, Pusaran Pertarungan Global AS-Inggris-Perancis dan Rusia » Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN


Diplomasi
25-03-2013
Republik Indonesia-Liberia
RI-Liberia Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

Komitmen Indonesia dan Liberia untuk bekerja sama di bidang perdagangan, invesasi dan kerja sama teknik dinyatakan Menlu Marty. M. Natalegawa dan Menlu Liberia Augustine. K. Ngafuan pada pertemuan Komisi Bersama RI-Liberia Pertama di Gedung Pancasila, Kemlu, Senin (25/03).


Menlu RI  dan Menlu Liberia sepakat bahwa momentum peningkatan hubungan bilateral kedua negara perlu dipelihara dan ditingkatkan setelah adanya kunjungan Presiden RI ke Monrovia, Liberia (2/02/2013).

“Karenanya pertemuan kedua menteri kali ini digunakan untuk membahas dan menyepakati potensi kerja sama dari kedua negara,” tutur Menlu Marty.

SKB Pertamaini  telah membahas dan menyepakati aspek-aspek yang berkaitan dengan upaya menggali dan menumbuh-kembangkan potensi kerjasama di berbagai bidang.

Di bidang perdagangan dan investasi upaya-upaya penguatan akan dilakukan melalui peningkatan kegiatan promosi perdagangan dan investasi dan peningkatan interaksi antara pejabat pemerintah dan pengusaha kedua negara.

Untuk kerjasama teknis kedua negara akan memfokuskan kegiatan capacity building dan sharing of experiences and best practices di sektor industri. Sektor-sektor yang akan digarap khususnya pembuatan furnitur, tekstil dan garmen, pengolahan makanan dan kelapa sawit; pertanian (khususnya peningkatan produksi beras); perikanan, (khususnya budidaya ikan/aquaculture), pengelolaan sumberdaya kelautan dan pengolahan makanan berbasis ikan); dan pendidikan, khususnya melalui pemberian beasiswa gelar dan non-gelar;

Sedangkan di bidang politik dan keamanan akan dilakukan kerja sama pendidikan dan pelatihan diplomat, kepolisian, lemhanas, dan kerjasama peace keeping.

Pertemuan SKB pertama ini juga telah mencatat dengan baik rencana pembentukan dua MoU kerjasama di bidang perdagangan dan perindustrian yang akan ditandatangani oleh menteri-menteri terkait kedua negara pada saat pertemuan bilateral antara Presiden RI dan Presiden Liberia.

Kedua Delegasi juga bertukar pikiran dan pandangan mengenai berbagai perkembangan regional dan internasional  di antaranya: hubungan Indonesia dan Afrika, Uni Afrika, ASEAN, ECOWAS, kepemimpinan Indonesia di APEC, dan peran Indonesia dalam memajukan demokrasi di kawasan melalui pembentukan Bali Democracy Forum.

Hubungan bilateral RI-Liberia sudah berlangsung sejak tahun 1955 yang ditandai dengan kehadiran delegasi Liberia pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung dan dilanjutkan dengan pembukaan hubungan diplomatik pada tahun 1965. Dalam upaya lebih memperkuat hubungan bilateral, Komisi Bersama RI-Liberia diharapkan sebagai platform bagi penguatan hubungan kerjasama Indonesia – Liberia jangka panjang. (Kemlu RI--Sumber : Dit. Afrika – Dit Infomed)



Artikel Terkait
» Menlu Filipina-Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Bahas Sabah
» RI-Suriname Sepakat Tingkatkan Kerjasama Teknik, Pertanian dan Energi
» Indonesia-Belanda Perkuat Kemitraan Bilateral
» RI-Jepang Galang Kerja Sama Konkrit Asia Timur Bagi Pembangunan Palestina
» RI-Afganistan Tingkatkan Kerjasama Pendidikan



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.
(Diselenggarakan oleh Global Future Institute (GFI) dan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI), FISIP Universitas Nasional) ...

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara

KTT ASEAN-RUSSIA di Sochi Salah Satu Kepentingan Indonesia di ASEAN

Lihat lainya »
   Arsip
Bubarnya Negara Tanpa Kebangsaan, Kasus Austro-Hungaria (1867-1918)

Pernyataan Resmi Dewan Bawang Merah Nasional (DEBNAS) Menolak Rencana Impor Bawang Merah

Di Forum Debat Terbuka DK PBB Indonesia Serukan Bandung Message

Indonesia Lanjutkan Moratorium Pengiriman PRT ke Timur Tengah

Tarmizi A Karim Cukup Visioner Memimpin Aceh

Tarmizi A. Karim dan Harapan Masyarakat Aceh

KNPB dan Pengkhianatan Suara Rakyat Papua

Aksi 31 Mei 2016 Tidak Perlu Didukung

Persenyawaan Hegemoni dan Skenario Kavling-kavling Geo-ekonomi

Presiden Obama Tegaskan Tak Akan Minta Maaf Terkait Bom Atom Hiroshima

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Menggugah Nasionalisme Keindonesiaan Aktivis Papua Saat Ini

Resensi Buku

-------------------------------------------------------------------------

Judul Buku : Kembali ke Indonesia : Langkah, Pemikiran dan Keinginan

Penulis : Nicolaas Jouwe

Cetakan Pertama : Agustus 2013

Kata Pengantar : Drs. Sidarto Danusubroto, SH (Ketua MPR RI)

Penerbit : PT Pustaka Sinar Harapan dan Verbum Publishing

Tebal Buku : 116 halaman termasuk biodata penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun 

-------------------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »