» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Diplomasi
25-03-2013
Republik Indonesia-Liberia
RI-Liberia Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

Komitmen Indonesia dan Liberia untuk bekerja sama di bidang perdagangan, invesasi dan kerja sama teknik dinyatakan Menlu Marty. M. Natalegawa dan Menlu Liberia Augustine. K. Ngafuan pada pertemuan Komisi Bersama RI-Liberia Pertama di Gedung Pancasila, Kemlu, Senin (25/03).


Menlu RI  dan Menlu Liberia sepakat bahwa momentum peningkatan hubungan bilateral kedua negara perlu dipelihara dan ditingkatkan setelah adanya kunjungan Presiden RI ke Monrovia, Liberia (2/02/2013).

“Karenanya pertemuan kedua menteri kali ini digunakan untuk membahas dan menyepakati potensi kerja sama dari kedua negara,” tutur Menlu Marty.

SKB Pertamaini  telah membahas dan menyepakati aspek-aspek yang berkaitan dengan upaya menggali dan menumbuh-kembangkan potensi kerjasama di berbagai bidang.

Di bidang perdagangan dan investasi upaya-upaya penguatan akan dilakukan melalui peningkatan kegiatan promosi perdagangan dan investasi dan peningkatan interaksi antara pejabat pemerintah dan pengusaha kedua negara.

Untuk kerjasama teknis kedua negara akan memfokuskan kegiatan capacity building dan sharing of experiences and best practices di sektor industri. Sektor-sektor yang akan digarap khususnya pembuatan furnitur, tekstil dan garmen, pengolahan makanan dan kelapa sawit; pertanian (khususnya peningkatan produksi beras); perikanan, (khususnya budidaya ikan/aquaculture), pengelolaan sumberdaya kelautan dan pengolahan makanan berbasis ikan); dan pendidikan, khususnya melalui pemberian beasiswa gelar dan non-gelar;

Sedangkan di bidang politik dan keamanan akan dilakukan kerja sama pendidikan dan pelatihan diplomat, kepolisian, lemhanas, dan kerjasama peace keeping.

Pertemuan SKB pertama ini juga telah mencatat dengan baik rencana pembentukan dua MoU kerjasama di bidang perdagangan dan perindustrian yang akan ditandatangani oleh menteri-menteri terkait kedua negara pada saat pertemuan bilateral antara Presiden RI dan Presiden Liberia.

Kedua Delegasi juga bertukar pikiran dan pandangan mengenai berbagai perkembangan regional dan internasional  di antaranya: hubungan Indonesia dan Afrika, Uni Afrika, ASEAN, ECOWAS, kepemimpinan Indonesia di APEC, dan peran Indonesia dalam memajukan demokrasi di kawasan melalui pembentukan Bali Democracy Forum.

Hubungan bilateral RI-Liberia sudah berlangsung sejak tahun 1955 yang ditandai dengan kehadiran delegasi Liberia pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung dan dilanjutkan dengan pembukaan hubungan diplomatik pada tahun 1965. Dalam upaya lebih memperkuat hubungan bilateral, Komisi Bersama RI-Liberia diharapkan sebagai platform bagi penguatan hubungan kerjasama Indonesia – Liberia jangka panjang. (Kemlu RI--Sumber : Dit. Afrika – Dit Infomed)



Artikel Terkait
» Menlu Filipina-Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Bahas Sabah
» RI-Suriname Sepakat Tingkatkan Kerjasama Teknik, Pertanian dan Energi
» Indonesia-Belanda Perkuat Kemitraan Bilateral
» RI-Jepang Galang Kerja Sama Konkrit Asia Timur Bagi Pembangunan Palestina
» RI-Afganistan Tingkatkan Kerjasama Pendidikan



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »