» Gerakan Anti Korupsi: Modus Baru Kolonialisme (Kisah dari Rumania, Thailand, Venezuela dan Indonesia) » Menebar Gelora Antipenjajahan! » Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung » KAA Bandung 1955 di Bawah Bayang-Bayang Politik Global AS » SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015


Diplomasi
25-03-2013
Republik Indonesia-Liberia
RI-Liberia Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

Komitmen Indonesia dan Liberia untuk bekerja sama di bidang perdagangan, invesasi dan kerja sama teknik dinyatakan Menlu Marty. M. Natalegawa dan Menlu Liberia Augustine. K. Ngafuan pada pertemuan Komisi Bersama RI-Liberia Pertama di Gedung Pancasila, Kemlu, Senin (25/03).


Menlu RI  dan Menlu Liberia sepakat bahwa momentum peningkatan hubungan bilateral kedua negara perlu dipelihara dan ditingkatkan setelah adanya kunjungan Presiden RI ke Monrovia, Liberia (2/02/2013).

“Karenanya pertemuan kedua menteri kali ini digunakan untuk membahas dan menyepakati potensi kerja sama dari kedua negara,” tutur Menlu Marty.

SKB Pertamaini  telah membahas dan menyepakati aspek-aspek yang berkaitan dengan upaya menggali dan menumbuh-kembangkan potensi kerjasama di berbagai bidang.

Di bidang perdagangan dan investasi upaya-upaya penguatan akan dilakukan melalui peningkatan kegiatan promosi perdagangan dan investasi dan peningkatan interaksi antara pejabat pemerintah dan pengusaha kedua negara.

Untuk kerjasama teknis kedua negara akan memfokuskan kegiatan capacity building dan sharing of experiences and best practices di sektor industri. Sektor-sektor yang akan digarap khususnya pembuatan furnitur, tekstil dan garmen, pengolahan makanan dan kelapa sawit; pertanian (khususnya peningkatan produksi beras); perikanan, (khususnya budidaya ikan/aquaculture), pengelolaan sumberdaya kelautan dan pengolahan makanan berbasis ikan); dan pendidikan, khususnya melalui pemberian beasiswa gelar dan non-gelar;

Sedangkan di bidang politik dan keamanan akan dilakukan kerja sama pendidikan dan pelatihan diplomat, kepolisian, lemhanas, dan kerjasama peace keeping.

Pertemuan SKB pertama ini juga telah mencatat dengan baik rencana pembentukan dua MoU kerjasama di bidang perdagangan dan perindustrian yang akan ditandatangani oleh menteri-menteri terkait kedua negara pada saat pertemuan bilateral antara Presiden RI dan Presiden Liberia.

Kedua Delegasi juga bertukar pikiran dan pandangan mengenai berbagai perkembangan regional dan internasional  di antaranya: hubungan Indonesia dan Afrika, Uni Afrika, ASEAN, ECOWAS, kepemimpinan Indonesia di APEC, dan peran Indonesia dalam memajukan demokrasi di kawasan melalui pembentukan Bali Democracy Forum.

Hubungan bilateral RI-Liberia sudah berlangsung sejak tahun 1955 yang ditandai dengan kehadiran delegasi Liberia pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung dan dilanjutkan dengan pembukaan hubungan diplomatik pada tahun 1965. Dalam upaya lebih memperkuat hubungan bilateral, Komisi Bersama RI-Liberia diharapkan sebagai platform bagi penguatan hubungan kerjasama Indonesia – Liberia jangka panjang. (Kemlu RI--Sumber : Dit. Afrika – Dit Infomed)



Artikel Terkait
» Menlu Filipina-Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Bahas Sabah
» RI-Suriname Sepakat Tingkatkan Kerjasama Teknik, Pertanian dan Energi
» Indonesia-Belanda Perkuat Kemitraan Bilateral
» RI-Jepang Galang Kerja Sama Konkrit Asia Timur Bagi Pembangunan Palestina
» RI-Afganistan Tingkatkan Kerjasama Pendidikan



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Dalam Bayang-Bayang Politik Global AS
Situasi internasional pada 1954-1955, kala Indonesia mulai menggagas sebuah pertemuan akbar bangsa-bangsa Asia-Afrika yang kelak kita kenal sebagai Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 18-24 April 1955, ...

SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015

Peran Strategis Indonesia di Balik Terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika

Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS

AS dan Skema TPP Bendung Pengaruh Cina dan Rusia di Asia Pasifik

Bung Karno dan “Garis Hidup Asia-Afrika”

Lihat lainya »
   Arsip
Sekolah Ala Tan Malaka

Komandan Sektor Barat Tinjau Pasukan Indonesia di Darfur

Laksamana AS: Korsel Harus Putuskan Terkait Sistem Rudal THAAD

Tak Ada Pengurangan Pasukan AS di Afghanistan selama 2015

PM Nepal Akan Hadiri Peringatan KAA ke-60

Keluarkan Inpres Baru, Jokowi Perbolehkan Impor Beras

AS Dorong Ukraina Berperang

Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung

Menebar Gelora Antipenjajahan!

Dari Guru menjadi Politisi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »