» Indonesia Butuh UU Lugas dan Galak! (5/Habis) » Gubernur Ditunjuk oleh Presiden (4) » Media Mainstream Asing Dukung Capres Jokowi pada Pilpres 2014 » Korupsi di Indonesia Diciptakan oleh Sistem (3) » Checks and Balances dan Cermin Diri (2)


Politik
13-03-2013
Gejolak Papua
Papua Barat Sudah Terdaftar di PBB ?

Agustinus Waipon,  yang mengaku sebagai  Kepala Kantor Sekretariat Negara Republik Papua Barat, mngklaim bahwa perjuangan panjang Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dilebur menjadi Administrasi Negara Republik Papua Barat (NRPB),  sudah terdaftar secara resmi menjadi anggota PBB.


Menurutnya, perjuangan ini  lewat  Senat Pasific Forum melalui PNG hingga pada sidang umum (SU) tahunan PBB pada 2010 lalu dan SU PBB pada 24 September 2012 yang dilanjutkan dengan pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan  ‘Presiden NRPB’  Yance Hembring serta penandatanganan piagam pengakuan NRPB dari NKRI di PBB.  “Mari kita menunggu tahapan selanjutnya yakni pengakuan NKRI atas NRPB secara dejure, karena pengakuan defacto sudah di laksanakan di PBB pada 24 September 2012 lalu dalam sidang umum tahunan PBB,” ungkapnya kepada Bintang Papua,  Sabtu, (17/11).

Dijelaskannya, tinggal tahapan terakhir yang dilalui yakni penyerahan kedaulatan dari NKRI  ke NRPB. Sambil menunggu penyerahan kedaulatan Negara dari NKRI ke PBB dan dari PBB ke NRPB lanjutnya, maka tugas yang dilakukan Badan Usaha Persiapan Usaha Kemerdekaan Papua Barat antara lain mempersiapkan perangkat Negara khususnyua 5 tiang Negara, dimulai dari eksekutif , legislatif sampai dengan bank-bank sentral.  Tugas lainnya  adalah menggalang sumbangan dana dari para pendukung kemerdekaan NRPB. “Kami juga diperintahan ‘Presiden’  Yance Hembring untuk membangun gedung Sekretariat Negara walaupun secara sederhana, semua aktifitas Negara Republik Papua Barat di pusatkan di Genyem,” jelasnya.

Terkait dengan itu, dirinya menyerukan kepada seluruh rakyat Papua Barat untuk segera bersatu ikut satu barisan, dan janganlah mengikuti kegiatan-kegiatan yang akhirnya menciderai perjuangan kemerdekaan NRPB, jangan lakukan tindakan anarkis.


Sumber :phaul-heger.blogspot.com
Artikel Terkait
» Ini Penjelasan Kapuspen TNI Terkait Penembakan di Papua
» Tokoh Muda Papua: Pembangunan Integrasi di Papua Telah Gagal
» Tewasnya 8 Anggota TNI di Papua, Babak Awal Skenario Balkanisasi Nusantara
» Separatis Papua Makin Agresif, Ada Beking Pihak Asing?
» GFI Ingatkan Skenario Dua Tahap Asing Belah Indonesia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Media Mainstream Nasional Pendukung Capres pada Pilpres 2014
Pada Pilpres 2014 kali ini, hampir semua media arus utama (mainstream), melancarakan opini publik untuk pemenangan capres yang didukungnya. Mereka telah berubah menjadi partisan karena menjadi ...

Reputasi Buruk Drone UAV Sebagai Mesin Pembunuh

Membaca Ulang Perang Asimetris di Indonesia Melalui Isu: Indosat, WTO dan Laut China Selatan

Presiden Baru untuk Daulat Pertanian, Perkebunan dan Pangan

PP No 01/2014 Pintu Masuk SBY Beri Monopoli dan Hak Istimewa Kepada Freeport dan Newmont

Skenario di Atas Skenario

Lihat lainya »
   Arsip
Skema Neolib di Balik Kenaikan Harga BBM

Indonesia Butuh UU Lugas dan Galak! (5/Habis)

Matinya Jurnalisme Konvensional

Rakyat Bersatu Dukung Pemerintahan Baru

Rusia Ancam Balas Polandia Soal Larangan Terbang

Tingkatkan Sistem Anti Rudal, Taiwan Habiskan 2,5 Miliar Dollar

WHO Perkirakan Dua Puluh Ribu Dapat Terinfeksi Virus Ebola

UNCHR: Lebih Tiga Juta Orang Warga Suriah Mengungsi

Pertamina Cabut Pembatasan Distribusi BBM Bersubsidi

Kerjasama Militer, TNI dan AB Thailand Gelar Thainesia HLC ke-8

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »