» Dunia Tiga Sisi » Pemerintah Jokowi-JK Harus Segera Cabut UU No 7/2004 Tentang Sumber Daya Air » Amerika Serikat Dukung Bangkitnya Kembali Kekuatan Militer Jepang » Menyorot Politik HAM Belanda di Indonesia » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya


Politik
13-03-2013
Gejolak Papua
Papua Barat Sudah Terdaftar di PBB ?

Agustinus Waipon,  yang mengaku sebagai  Kepala Kantor Sekretariat Negara Republik Papua Barat, mngklaim bahwa perjuangan panjang Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dilebur menjadi Administrasi Negara Republik Papua Barat (NRPB),  sudah terdaftar secara resmi menjadi anggota PBB.


Menurutnya, perjuangan ini  lewat  Senat Pasific Forum melalui PNG hingga pada sidang umum (SU) tahunan PBB pada 2010 lalu dan SU PBB pada 24 September 2012 yang dilanjutkan dengan pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan  ‘Presiden NRPB’  Yance Hembring serta penandatanganan piagam pengakuan NRPB dari NKRI di PBB.  “Mari kita menunggu tahapan selanjutnya yakni pengakuan NKRI atas NRPB secara dejure, karena pengakuan defacto sudah di laksanakan di PBB pada 24 September 2012 lalu dalam sidang umum tahunan PBB,” ungkapnya kepada Bintang Papua,  Sabtu, (17/11).

Dijelaskannya, tinggal tahapan terakhir yang dilalui yakni penyerahan kedaulatan dari NKRI  ke NRPB. Sambil menunggu penyerahan kedaulatan Negara dari NKRI ke PBB dan dari PBB ke NRPB lanjutnya, maka tugas yang dilakukan Badan Usaha Persiapan Usaha Kemerdekaan Papua Barat antara lain mempersiapkan perangkat Negara khususnyua 5 tiang Negara, dimulai dari eksekutif , legislatif sampai dengan bank-bank sentral.  Tugas lainnya  adalah menggalang sumbangan dana dari para pendukung kemerdekaan NRPB. “Kami juga diperintahan ‘Presiden’  Yance Hembring untuk membangun gedung Sekretariat Negara walaupun secara sederhana, semua aktifitas Negara Republik Papua Barat di pusatkan di Genyem,” jelasnya.

Terkait dengan itu, dirinya menyerukan kepada seluruh rakyat Papua Barat untuk segera bersatu ikut satu barisan, dan janganlah mengikuti kegiatan-kegiatan yang akhirnya menciderai perjuangan kemerdekaan NRPB, jangan lakukan tindakan anarkis.


Sumber :phaul-heger.blogspot.com
Artikel Terkait
» Ini Penjelasan Kapuspen TNI Terkait Penembakan di Papua
» Tokoh Muda Papua: Pembangunan Integrasi di Papua Telah Gagal
» Tewasnya 8 Anggota TNI di Papua, Babak Awal Skenario Balkanisasi Nusantara
» Separatis Papua Makin Agresif, Ada Beking Pihak Asing?
» GFI Ingatkan Skenario Dua Tahap Asing Belah Indonesia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Mengingatkan Kembali Tiga Kejahatan Perang Jepang di Indonesia
Kejahatan perang tentara Jepang di Indonesia antara 1942-1945 merupakan sejarah hitam  yang tidak boleh kita lupakan. Adanya kebijakan pemerintahan fasisme Jepang di Indonesia yang secara sistematis ...

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SUKARNOPUTRI

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Lihat lainya »
   Arsip
Dunia Tiga Sisi

Freeport Makin Bikin Repot

Sarpin Efek : Merekonstruksi Payung Keadilan dalam Era Baru Rechstaat

Apa yang Dilakukan AS di Yaman?

Ingin menjadi Orang Barat tapi Kok Palsu

Satgas Pamtas RI-PNG bantu SD Inpres di Papua

Pembantaian Westerling dan Puputan Margarana, Bali: Australia Dan Inggris Ikut Bertanggungjawab

China-AS Ribut Soal Wilayah yang Disengketakan

Jepang Akui Niue Sebagai Negara

Hampir 40.000 Warga Burundi Mengungsi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »