» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Politik
13-03-2013
Gejolak Papua
Papua Barat Sudah Terdaftar di PBB ?

Agustinus Waipon,  yang mengaku sebagai  Kepala Kantor Sekretariat Negara Republik Papua Barat, mngklaim bahwa perjuangan panjang Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dilebur menjadi Administrasi Negara Republik Papua Barat (NRPB),  sudah terdaftar secara resmi menjadi anggota PBB.


Menurutnya, perjuangan ini  lewat  Senat Pasific Forum melalui PNG hingga pada sidang umum (SU) tahunan PBB pada 2010 lalu dan SU PBB pada 24 September 2012 yang dilanjutkan dengan pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan  ‘Presiden NRPB’  Yance Hembring serta penandatanganan piagam pengakuan NRPB dari NKRI di PBB.  “Mari kita menunggu tahapan selanjutnya yakni pengakuan NKRI atas NRPB secara dejure, karena pengakuan defacto sudah di laksanakan di PBB pada 24 September 2012 lalu dalam sidang umum tahunan PBB,” ungkapnya kepada Bintang Papua,  Sabtu, (17/11).

Dijelaskannya, tinggal tahapan terakhir yang dilalui yakni penyerahan kedaulatan dari NKRI  ke NRPB. Sambil menunggu penyerahan kedaulatan Negara dari NKRI ke PBB dan dari PBB ke NRPB lanjutnya, maka tugas yang dilakukan Badan Usaha Persiapan Usaha Kemerdekaan Papua Barat antara lain mempersiapkan perangkat Negara khususnyua 5 tiang Negara, dimulai dari eksekutif , legislatif sampai dengan bank-bank sentral.  Tugas lainnya  adalah menggalang sumbangan dana dari para pendukung kemerdekaan NRPB. “Kami juga diperintahan ‘Presiden’  Yance Hembring untuk membangun gedung Sekretariat Negara walaupun secara sederhana, semua aktifitas Negara Republik Papua Barat di pusatkan di Genyem,” jelasnya.

Terkait dengan itu, dirinya menyerukan kepada seluruh rakyat Papua Barat untuk segera bersatu ikut satu barisan, dan janganlah mengikuti kegiatan-kegiatan yang akhirnya menciderai perjuangan kemerdekaan NRPB, jangan lakukan tindakan anarkis.


Sumber :phaul-heger.blogspot.com
Artikel Terkait
» Ini Penjelasan Kapuspen TNI Terkait Penembakan di Papua
» Tokoh Muda Papua: Pembangunan Integrasi di Papua Telah Gagal
» Tewasnya 8 Anggota TNI di Papua, Babak Awal Skenario Balkanisasi Nusantara
» Separatis Papua Makin Agresif, Ada Beking Pihak Asing?
» GFI Ingatkan Skenario Dua Tahap Asing Belah Indonesia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »