» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida


Timur Tengah
09-03-2013
Perkembangan Konflik di Suriah
Israel Mulai Kirim Senjata bagi Pemberontak Suriah

Al Manar melaporkan bahwa rezim Zionis Israel mengirim persenjataan kepada kelompok pemberontak Suriah melalui Turki. Dengan demikian secara praktis Israel telah bergabung dengan pihak penyumpai senjata bagi kubu teroris tersebut.


Seperti dilaporkan MNA mengutip al-Manar, pesawat rezim Zionis Israel mengirim beragam senjata kepada kubu pemberontak Suriah melalui Turki. Menurut sumber Israel, Arab Saudi dan Qatar yang akan membayar pengiriman senjata Israel kepada kubu teroris Suriah melalui Turki tersebut.

Menurut sejumlah sumber terpercaya, Israel pada awalnya bersikap hati-hati di krisis Suriah dan ketika Tel Aviv mulai khawatir jangan-jangan krisis ini akan berakhir dengan capat serta menguntungkan pemerintah Suriah, rezim ini tidak berencana untuk terlibat. Namun setelah beberapa pekan, Tel Aviv secara mendadak bergabung dengan kubu pro pemberontak Suriah dan menerima permintaan pengiriman senjata bagi kubu teroris Damaskus melalui Turki.

Di sisi lain, elit politik Israel juga mengijinkan kontrak jual beli senjata dan peralatan militer. Dengan demikian rezim ini berubah menjadi penyuplai senjata bagi kubu pemberontak Suriah. Selain itu, seiring dengan berlanjutnya krisis, intervensi langsung Tel Aviv di urusan internal Suriah melalui koordinasi dengan pemeran utama seperti Amerika, Peranci, Qatar, Turki dan Arab Saudi juga semakin meningkat.

Masih menurut sumber ini, Israel selama enam bulan lalu telah meluluskan sejumlah kader khusus di bidang politik dan militer. Para kader tersebut bertanggung jawab terhadap kontak dengan kelompok pemberontak serta pemimpinnya yang tergabung dalam Alinasi Anti Suriah.

Anggota kader ini selain melakukan kunjungan ke Turki, Arab Saudi dan Qatar sebagai ungkapan dukungan Israel atas perang para pemberontak di Suriah, juga berhasil menggalang sebuah jaringan penting dengan kelompok teroris di Damaskus.

Peran para kader Israel semakin penting dan luas. Mereka pun mulai memperluas jaringan dan koordinaisnya dengan negara-negara yang terlibat perang di Suriah.

Israel selain memberikan pelayakan teknologi dan konsultasi terhadap kelompok pemberontak Suriah juga mengijinkan anggota pemberontak yang terluka untuk berobat ke Tel Aviv.

Masih menurut sumber ini, Israel berusaha menciptakan hubungan kuat dengan kelompok pemberontak Suriah dengan harapan dapat memanfaatkannya di kemudian hari.

Patut dicatat bahwa sebanyak 80 persen senjata yang masuk ke Suriah bagi kelompok pemberontak dikirim melalui Turki. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Krisis Syria, Cara Para Konspirator Asing Menumbangkan Assad
» The Times: AS yang Melatih Teroris Suriah
» Irak Tolak Intervensi Asing di Suriah
» Meningkatnya Dukungan terhadap Solusi Damai di Suriah
» Menlu Jerman Tolak Bantuan Senjata kepada Kubu Anti Suriah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Panglima TNI: Tujuh Langkah untuk Menguasai Indonesia

Mengapa China Bersemangat Membangun Infrastruktur di Indonesia?

Tentara Filipina Tewaskan 10 Aktivis Garis Keras Guna Bebaskan Sandera

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »