» Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016) » Asia Tenggara Sebagai Kawasan Bebas Nuklir Sesuai dengan Semangat KAA Bandung 1955 dan ZOPFAN ASEAN » Suriah, Pusaran Pertarungan Global AS-Inggris-Perancis dan Rusia » Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN » Indonesia Harus Mendorong Terciptanya Keseimbangan Kekuatan Baru di Asia Tenggara Melalui KTT ASEAN-Rusia Mei 2016


Timur Tengah
09-03-2013
Perkembangan Konflik di Suriah
Israel Mulai Kirim Senjata bagi Pemberontak Suriah

Al Manar melaporkan bahwa rezim Zionis Israel mengirim persenjataan kepada kelompok pemberontak Suriah melalui Turki. Dengan demikian secara praktis Israel telah bergabung dengan pihak penyumpai senjata bagi kubu teroris tersebut.


Seperti dilaporkan MNA mengutip al-Manar, pesawat rezim Zionis Israel mengirim beragam senjata kepada kubu pemberontak Suriah melalui Turki. Menurut sumber Israel, Arab Saudi dan Qatar yang akan membayar pengiriman senjata Israel kepada kubu teroris Suriah melalui Turki tersebut.

Menurut sejumlah sumber terpercaya, Israel pada awalnya bersikap hati-hati di krisis Suriah dan ketika Tel Aviv mulai khawatir jangan-jangan krisis ini akan berakhir dengan capat serta menguntungkan pemerintah Suriah, rezim ini tidak berencana untuk terlibat. Namun setelah beberapa pekan, Tel Aviv secara mendadak bergabung dengan kubu pro pemberontak Suriah dan menerima permintaan pengiriman senjata bagi kubu teroris Damaskus melalui Turki.

Di sisi lain, elit politik Israel juga mengijinkan kontrak jual beli senjata dan peralatan militer. Dengan demikian rezim ini berubah menjadi penyuplai senjata bagi kubu pemberontak Suriah. Selain itu, seiring dengan berlanjutnya krisis, intervensi langsung Tel Aviv di urusan internal Suriah melalui koordinasi dengan pemeran utama seperti Amerika, Peranci, Qatar, Turki dan Arab Saudi juga semakin meningkat.

Masih menurut sumber ini, Israel selama enam bulan lalu telah meluluskan sejumlah kader khusus di bidang politik dan militer. Para kader tersebut bertanggung jawab terhadap kontak dengan kelompok pemberontak serta pemimpinnya yang tergabung dalam Alinasi Anti Suriah.

Anggota kader ini selain melakukan kunjungan ke Turki, Arab Saudi dan Qatar sebagai ungkapan dukungan Israel atas perang para pemberontak di Suriah, juga berhasil menggalang sebuah jaringan penting dengan kelompok teroris di Damaskus.

Peran para kader Israel semakin penting dan luas. Mereka pun mulai memperluas jaringan dan koordinaisnya dengan negara-negara yang terlibat perang di Suriah.

Israel selain memberikan pelayakan teknologi dan konsultasi terhadap kelompok pemberontak Suriah juga mengijinkan anggota pemberontak yang terluka untuk berobat ke Tel Aviv.

Masih menurut sumber ini, Israel berusaha menciptakan hubungan kuat dengan kelompok pemberontak Suriah dengan harapan dapat memanfaatkannya di kemudian hari.

Patut dicatat bahwa sebanyak 80 persen senjata yang masuk ke Suriah bagi kelompok pemberontak dikirim melalui Turki. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Krisis Syria, Cara Para Konspirator Asing Menumbangkan Assad
» The Times: AS yang Melatih Teroris Suriah
» Irak Tolak Intervensi Asing di Suriah
» Meningkatnya Dukungan terhadap Solusi Damai di Suriah
» Menlu Jerman Tolak Bantuan Senjata kepada Kubu Anti Suriah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN
Kita harus bedakan Cina Republik Kita dan Rakyat Cina. Pertumbuhan kekuatan ekonomi dan keuangan dari para taipan seberang laut (Overseas China) yang berkiblat pada Kapitalisme berbasis ...

Dalam Soal Ianfu (Comfort Women), Korea Selatan Bukan Satu-satunya Korban Kejahatan Perang Jepang

Blunder AS dalam Perang Suriah

Indonesia Harus Bisa Mencegah Terseretnya Negara-Negara OKI Dalam Proxy War Arab Saudi versus Iran

MEA: Peluang atau Ancaman?

Rencana Mundurnya James “Bob” Moffet, Indikasi Adanya Strategi Freeport Ganti Aktor Baru Untuk Pertahankan Kesepakatan Lama

Lihat lainya »
   Arsip
Menghina Presiden RI sama dengan Menghina NKRI

Pemerintah Tidak Berhadil Membalikkan Tren Penurunan Ekspor Sepanjang 18 Bulan

Pertama, Pesawat Militer Cina Mendarat di Pulau Sengketa

Wapres JK Sampaikan Kritik Pedas Kepada Negara-negara OKI

PPRC TNI Fokus Latihan Pembebasan Sandera

Panglima TNI: Kopassus Itu Ibarat Angin

Satgas Pamtas 431/SSP Ajarkan Baca Tulis Warga di Papua

Korsel dan AS Perkirakan Korut Lakukan Pelucuran Rudal Balistik

ADB Tingkatkan Dana Utang Ke RI dari $ 740 Juta menjadi $ 2 Miliar per Tahun selama 5 Tahun ke Depan

India Dituduh Ingin Ganggu Stabilitas Pakistan

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Lihat Lainnya »