» Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (2) » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (1) » Gerakan Anti Korupsi: Modus Baru Kolonialisme (Kisah dari Rumania, Thailand, Venezuela dan Indonesia) » Menebar Gelora Antipenjajahan! » Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung


Timur Tengah
09-03-2013
Perkembangan Konflik di Suriah
Israel Mulai Kirim Senjata bagi Pemberontak Suriah

Al Manar melaporkan bahwa rezim Zionis Israel mengirim persenjataan kepada kelompok pemberontak Suriah melalui Turki. Dengan demikian secara praktis Israel telah bergabung dengan pihak penyumpai senjata bagi kubu teroris tersebut.


Seperti dilaporkan MNA mengutip al-Manar, pesawat rezim Zionis Israel mengirim beragam senjata kepada kubu pemberontak Suriah melalui Turki. Menurut sumber Israel, Arab Saudi dan Qatar yang akan membayar pengiriman senjata Israel kepada kubu teroris Suriah melalui Turki tersebut.

Menurut sejumlah sumber terpercaya, Israel pada awalnya bersikap hati-hati di krisis Suriah dan ketika Tel Aviv mulai khawatir jangan-jangan krisis ini akan berakhir dengan capat serta menguntungkan pemerintah Suriah, rezim ini tidak berencana untuk terlibat. Namun setelah beberapa pekan, Tel Aviv secara mendadak bergabung dengan kubu pro pemberontak Suriah dan menerima permintaan pengiriman senjata bagi kubu teroris Damaskus melalui Turki.

Di sisi lain, elit politik Israel juga mengijinkan kontrak jual beli senjata dan peralatan militer. Dengan demikian rezim ini berubah menjadi penyuplai senjata bagi kubu pemberontak Suriah. Selain itu, seiring dengan berlanjutnya krisis, intervensi langsung Tel Aviv di urusan internal Suriah melalui koordinasi dengan pemeran utama seperti Amerika, Peranci, Qatar, Turki dan Arab Saudi juga semakin meningkat.

Masih menurut sumber ini, Israel selama enam bulan lalu telah meluluskan sejumlah kader khusus di bidang politik dan militer. Para kader tersebut bertanggung jawab terhadap kontak dengan kelompok pemberontak serta pemimpinnya yang tergabung dalam Alinasi Anti Suriah.

Anggota kader ini selain melakukan kunjungan ke Turki, Arab Saudi dan Qatar sebagai ungkapan dukungan Israel atas perang para pemberontak di Suriah, juga berhasil menggalang sebuah jaringan penting dengan kelompok teroris di Damaskus.

Peran para kader Israel semakin penting dan luas. Mereka pun mulai memperluas jaringan dan koordinaisnya dengan negara-negara yang terlibat perang di Suriah.

Israel selain memberikan pelayakan teknologi dan konsultasi terhadap kelompok pemberontak Suriah juga mengijinkan anggota pemberontak yang terluka untuk berobat ke Tel Aviv.

Masih menurut sumber ini, Israel berusaha menciptakan hubungan kuat dengan kelompok pemberontak Suriah dengan harapan dapat memanfaatkannya di kemudian hari.

Patut dicatat bahwa sebanyak 80 persen senjata yang masuk ke Suriah bagi kelompok pemberontak dikirim melalui Turki. (TGR/IRIB Indonesia)



Artikel Terkait
» Krisis Syria, Cara Para Konspirator Asing Menumbangkan Assad
» The Times: AS yang Melatih Teroris Suriah
» Irak Tolak Intervensi Asing di Suriah
» Meningkatnya Dukungan terhadap Solusi Damai di Suriah
» Menlu Jerman Tolak Bantuan Senjata kepada Kubu Anti Suriah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Dalam Bayang-Bayang Politik Global AS
Situasi internasional pada 1954-1955, kala Indonesia mulai menggagas sebuah pertemuan akbar bangsa-bangsa Asia-Afrika yang kelak kita kenal sebagai Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 18-24 April 1955, ...

SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015

Peran Strategis Indonesia di Balik Terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika

Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS

AS dan Skema TPP Bendung Pengaruh Cina dan Rusia di Asia Pasifik

Bung Karno dan “Garis Hidup Asia-Afrika”

Lihat lainya »
   Arsip
Kerja Sama Polisi Indonesia – Timor Leste Meningkat

Indonesia Pantau Situasi di Yaman

Nigeria Gelar Pemilu Presiden

Alasan Kemanusiaan, Israel Akan Cairkan Dana Pajak Palestina

Hegemony XXIX: Pahlawan HAM adalah Pelanggar HAM terbesar

Revolusi Indonesia Menudju Kepada Dunia Baru

Gerakan Anti Korupsi: Modus Baru Kolonialisme (Kisah dari Rumania, Thailand, Venezuela dan Indonesia)

Pembunuhan Boris Nemstov Untuk Destabilisasi Rusia

Bocoran Dokumen: Obama Ancam Palestina

Pentingnya IT Sebagai Salah Satu Urat Nadi bagi NKRI

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »