» Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya » Ukraina Berpotensi Bangkitkan Kembali Statusnya Sebagai Negara Nuklir » Membaca Darurat Energi dari Perspektif Geopolitik » Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014) » Presiden Jokowi Dalam Telikungan Neoliberalisme di APEC, G20 dan KTT ASEAN


Intelijen
20-02-2013
Kematian Misterius Mata-Mata Mossad
Mossad dan Misteri Kematian Ben Zygier

Ben Zygier, seorang Yahudi dengan dua kewarganegaraan Australia dan Israel tewas secara misterius pada Desember 2010 di penjara Ayalon. Ben Zygier mendekam dalam sel khusus selama dua bulan dan dilaporkan meninggal gantung diri dengan tali yang mengikat lehernya.


Jaringan ABC Australia Selasa (19/2) melaporkan sebelum meninggal pemuda malang berusia 34 tahun itu menyerahkan informasi mengenai operasi Mossad kepada dinas intelejen Australia.

Televisi ABC pertama kali membongkar informasi bagi publik dunia mengenai kematian misterius mata-mata Mossad di penjara Israel itu. Dilaporkan Zygier pernah bertemu dengan seorang perwira dinas intelejen Australia. Tidak hanya itu, dalam salah satu dari empat kunjungan baliknya ke Australia, mata-mata Israel itu juga mengajukan visa kerja ke kedutaan Italia di Sydney. Dengan fakta itu, kecil kemungkinan Zygier mati akibat bunuh diri sebagaimana klaim pihak Tel Aviv selama ini.

Tampaknya, Mossad sengaja membunuh "Tahanan X" itu karena khawatir Zygier membocorkan berbagai informasi penting terutama mengenai operasi rahasia Mossad di Italia.

Kantor berita Jerman, DPA dalam laporannya Selasa (19/2) mengutip ABC mengungkapkan bahwa Zygier ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara Israel karena membocorkan informasi kepada pihak intelejen Australia.

"Zygier dibesarkan di keluarga Yahudi terkemuka Melbourne. Ia tiga kali mengubah namanya ketika bertugas di Mossad. Ia juga menggunakan paspor dan identitas baru demi memuluskan tugasnya sebagai mata-mata Mossad di kawasan Asia Barat dan Afrika Utara.

Sumber lain mengungkapkan, Zygier meninggalkan Australia dan memasuki Israel sejak tahun 2000 lalu. Sebelum lulus sebagai sarjana hukum dari Universitas Melbourne, ia sudah bertugas di militer Israel. Ia juga memiliki dua kewarganegaraan, Australia dan Israel.

Dilaporkan, Zygier juga mendirikan sebuah perusahaan telekomunikasi Eropa yang menjual peralatannya ke negara-negara Arab demi kepentingan Mossad dan Eropa.  

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr menyatakan beberapa hari sebelum penangkapan Ben Zygier di tahun 2010, pemerintah Australia mengetahui pejabat Israel akan menangkapnya. Untuk itu, ia memerintahkan penyelidikan kasus tersebut.

Reuters melaporkan para pengacara Israel Ahad (17/2) menyampaikan prakarsa dibentuknya tim khusus untuk menyelidiki misteri kematian Zygier. Di sisi lain, Perdana Menteri israel Benyamin Netanyahu pada hari yang sama kepada media nasional dan internasional meminta semua pihak tidak terfokus pada kasus "Tahanan X". Meskipun Netanyahu percaya penuh terhadap sistem keamanan Mossad, tapi perhatian publik terhadap masalah ini akan mengganggu sistem keamanan Israel.

Pekan lalu, Firefox Australia menyatakan bahwa Ben Zygier merupakan salah satu dari tiga warga Australia yang diinterogasi pada permulaan tahun 2010 akibat aktivitasnya melakukan aksi intelejen untuk kepentingan Israel di negeri Kanguru itu. (TGR/IRIBIndonesia)



Artikel Terkait
» Puluhan Negara Membantu Operasi Rahasia CIA
» Pentagon Lakukan Investigasi Kematian Komandannya di Afghanistan
» Jejak-jejak Mossad di Irak



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)
Pertemuan Presiden Jokowi-Putin di  Beijing 10 November 2014, sepertinya jauh lebih strategis dan menjanjikan bagi Indonesia untuk dipertimbangkan, jika kerjasama dengan negara  beruang merah tersebut didasarkan ...

Indonesia Negara Maritim, Bukan Sekadar Negara Kelautan (Menanggapi Visi Maritim Presiden Jokowi)

Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Presiden Terpilih Jokowi Harus Jelaskan Apa Pentingnya Penggunaan Drone Bagi Pertahanan Nasional RI

Lihat lainya »
   Arsip
Diskusi BBM dan KEMANDIRIAN ENERGI NASIONAL

Urgensi Kartu Jitu Ala Jokowi

Reformasi Sistem Birokrasi di Era Jokowi

Akselerasi Pelayanan Birokrasi Pemerintahan Jokowi

Kemlu RI Himbau WNI Tidak Mengikuti Wajib Militer di Luar Negeri

Revolusi Mental dan Komisi Ideologi Nasional

Perkenalkan Indonesia Lebih Dekat, Kemlu Gelar Public Lecture di Azerbaijan

Di Balik Dukungan Cina Terhadap Poros Maritim Jokowi

Pentingnya UU Pangan Dalam Memposisikan Bulog RI Secara Kompetitif

Dugaan Kasus Korupsi, Mendagri Portugal Mengundurkan Diri

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »