» Skema TPP dan TiSA Daya Rusaknya Melebihi WTO dan NAFTA » Indonesia dalam Perspektif Geopolitik Global » Mengantisipasi The Yunani Effect di Indonesia » Pemerintahan Jokowi-JK Harus Secerdas Perdana Menteri Alexis Tsipras » Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II)


Militer
17-02-2013
Rusia dan Mongolia
Delegasi Pertahanan Mongolia Berkunjung ke Moskow
Penulis : Tim Riset The Global Review

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, satu delegasi militer dari Mongolia yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Dashdemberel Bat-Erdene tiba di Moskow dalam kunjungan resmi pada Minggu.


Rencananya delegasi Mongoloa ini akan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Rusia, Jenderal Angkatan Darat Sergei Shoigu.

Kedua pemimpin akan membahas pertahanan negara dan prospek kerja sama militer serta teknologi selain membahas sejumlah isu penting keamanan regional dan internasional.

"Agenda juga menjadwalkan kunjungan ke brigade senapan kelima yang terpisah dengan brigade senjata dari Distrik Militer Barat di Wilayah Moskow, kata kementerian.

Kunjungan akan berakhir pada 21 Februari.

Rusia dan Mongolia berbagi perbatasan bersama dan keduanya anggota dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja sama di Eropa (OSCE).(TGR/ANT/INO)



Artikel Terkait
» Rudal Baru Rusia Mejawab Sistem Pertahanan Rudal AS
» Rusia dan Ambisi Pulihkan Konstelasi Kekuatan Dunia
» Rusia Serahkan Empat Jet Tempur MiG ke India
» Rusia Minta Korut Pertimbangkan Kembali Peluncuran Roket



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II)
Pemerintah Harus Punya Ocean Policy Di abad 21 ini, negara-negara di dunia yang saling berlomba dalam meningkatkan kekuatan maritimnya masing-masing harus punya Ocean Policy atau Kebijakan strategis ...

Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua

Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Nilai Strategis Kerjasama Indonesia-Rusia bidang Energi Dari Perspektif Kepentingan Nasional

Lihat lainya »
   Arsip
Belajar dari Insiden Trigana Air

Perketat Pemekaran Daerah Otonomi Baru

Membangun Keharomisan dan Kedaulatan NKRI

Kaukus Parlemen Papua DPR dan DPD Desak Jokowi Agar Tidak Tunduk Pada Gedung Putih

Kaukus Parlemen Papua DPR dan DPD Desak Jokowi Agar Tidak Tunduk Pada Gedung Putih

Skema TPP dan TiSA Daya Rusaknya Melebihi WTO dan NAFTA

Menanti Intervensi OPEC Kendalikan Harga Minyak

JP Morgan Sarankan Lepas Portofolio di Indonesia, Rupiah Makin "Terancam"

Indonesia dan Uruguay Sepakat Dorong Peningkatan Kerjasama Ekonomi

Menlu RI: Saatnya FEALAC Menghubungkan Kedua Kawasan

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »