» Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II) » Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi » Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I) » Melacak Jejak Para Taipan Indonesia Investasi di Daratan Cina » Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua


Militer
31-01-2013
Rusia-Armenia Bentuk Perusahaan Pertahanan
Rusia-Armenia Sepakat Bentuk Perusahaan Pertahanan Bersama
Penulis : Tim Riset The Global Review

Dewan Keamanan Nasional Armenia, Rabu, mengatakan Rusia dan Armenia telah menyepakati kerjasama pertahanan, termasuk pembentukan perusahaan pertahanan bersama dan pusat pemeliharaan peralatan militer.


Delegasi Rusia dan Armenia untuk komisi kerja sama militer antarnegara Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) bertemu di Yerevan pada Senin.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Armenia Artur Bagdasaryan mengatakan, usaha bersama tersebut "akan memainkan peranan besar dalam mengembangkan industri pertahanan Armenia."

Para pejabat kelompok keamanan pasca-Soviet CSTO, yang berkumpul di Yerevan pada 29-30 Januari membahas kemungkinan membangun pusat perbaikan dan pemeliharaan kendaraan militer bersertifikat, peralatan pertahanan udara dan helikopter di wilayah Armenia, serta jalur perakitan untuk casis kendaraan pembuat truk Rusia Kamaz. (TGR/ANT)



Artikel Terkait
» Rusia dan Ambisi Pulihkan Konstelasi Kekuatan Dunia
» Rusia Minta Korut Pertimbangkan Kembali Peluncuran Roket
» Rusia Peringatkan Turki dengan Pasang Rudal S-400 di Perbatasan



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi
Soal penguasaan lahan tanah dan properti, jangan dianggap enteng. Karena dalam skema ekonomi para Taipan dan pelaku bisnis asing, hal itu merupakan tahapan awal untuk menanam ...

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua

Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Nilai Strategis Kerjasama Indonesia-Rusia bidang Energi Dari Perspektif Kepentingan Nasional

Menyambut Baik Babak Baru Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia

Lihat lainya »
   Arsip
Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi

Ini Alasan MUI keluarkan Fatwa Haram terhadap program BPJS

Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

ASEAN-Tiongkok komitmen jaga stabilitas Laut China Selatan

Obama Minta Ethiopia Lebih Terbuka

BIN dan Tolikara

Korban Tewas 4000 Lebih, HRW Nyatakan Saudi Berpotensi Lakukan Kejahatan Perang

Dewan Keamanan Perpanjang Mandat Misi PBB di Somalia

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »