» Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (12/Habis) » Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (11) » Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (10) » Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (9) » Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (8)


Sejarah Nusantara
11-01-2013
Kapal Jung Jawa: Teknologi kapal raksasa

Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus, para penjelajah laut Nusantara sudah melintasi sepertiga bola dunia. Meskipun sejak 500 tahun sebelum Masehi orang-orang China sudah mengembangkan beragam jenis kapal dalam berbagai ukuran, hingga abad VII kecil sekali peran kapal China dalam pelayaran laut lepas.


 

Dalam catatan perjalanan keagamaan I-Tsing (671-695 M) dari Kanton ke Perguruan Nalanda di India Selatan disebutkan bahwa ia menggunakan kapal Sriwijaya, negeri yang ketika itu menguasai lalu lintas pelayaran di ”Laut Selatan”.
 
Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad ke-16 Diego de Couto dalam buku Da Asia, terbit tahun 1645 menyebutkan, orang Jawa lebih dulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.
 
Ia mendapati penduduk Tanjung Harapan awal abad ke-16 berkulit cokelat seperti orang Jawa. ‘Mereka mengaku keturunan Jawa,’ kata Couto, sebagaimana dikutip Anthony Reid dalam buku Sejarah Modern Awal Asia Tenggara.
 
Berdasarkan relief kapal di Candi Borobudur membuktikan bahwa sejak dulu nenek moyang kita telah menguasai teknik pembuatan kapal. Kapal Borobudur telah memainkan peran utama dalam segala hal dalam bahasa Jawa pelayaran, selama ratusan ratus tahun sebelum abad ke-13.
 
Memasuki abad ke-8 awal, kapal Borobudur digeser oleh Jung besar Jawa, dengan tiga atau empat layar sebagai Jung. Kata ‘Jung’ digunakan pertama kali dalam perjalanan biksu Odrico jurnal, Jonhan de Marignolli, dan Ibnu Battuta berlayar ke Nusantara, awal abad ke-14.
 
Mereka memuji kehebatan kapal Jawa raksasa sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan Jung tak jauh berbeda dari karya kapal Borobudur; seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku.
 
Disebutkan, jung Nusantara memiliki empat tiang layar, terbuat dari papan berlapis empat serta mampu menahan tembakan meriam kapal-kapal Portugis. Bobot jung rata-rata sekitar 600 ton, melebihi kapal perang Portugis. 
 
Jung terbesar dari Kerajaan Demak bobotnya mencapai 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Nusantara untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513. Bisa dikatakan, kapal jung Nusantara ini disandingkan dengan kapal induk di era modern sekarang ini.
10 Teknologi Tinggi Milik Nenek Moyang Bangsa Indonesia
 
Teknologi Kuno Bangsa Indonesia yang Canggih – Di zaman dahulu kala, para nenek moyang kita sudah menemukan banyak penemuan yang terbilang canggih. Tetapi sayang sekali banyak orang Indonesia sendiri tidak menyadarinya.

Sumber :viva.co.id
Artikel Terkait
» Konspirasi Sejarah Dan Arkeologi Indonesia (?)
» Ketika Reog Menjadi Corong Protes Rakyat
» Dari Riset Sejarah Untuk Kebangkitan Bangsa
» Mengenang Kembali Operasi Trikora



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS
Februari 2010 lalu, saya sempat menulis tentang beberapa berita yang dilansir beberapa massa berbahasa Spanyol di Amerika Latin mewartakan bahwa beberapa hari menjelang terjadinya bencana alam ...

AS dan Skema TPP Bendung Pengaruh Cina dan Rusia di Asia Pasifik

Bung Karno dan “Garis Hidup Asia-Afrika”

Mempertimbangkan Kerjasama Strategis Indonesia-Rusia Bidang Maritim-Infrastruktur dan Teknologi Refinery

Perlu Komite Internasional Komunikasi Elektronik Untuk Bendung Monopoli AS di Bidang Internet dan Cyber

Kenali Dulu Agenda Strategis Cina Abad 21

Lihat lainya »
   Arsip
Memediasi Perdamaian

Singapura Caplok Mabes TNI Angkatan Udara

Menlu Australia: Eksekusi Warga Kami, RI Tahu Konsekuensinya

TNI dan Polri Tandatangani Nota Kesepahaman

UNIFIL Periksa Kesiapan Operasional Batalyon Mekanis TNI di Lebanon

Korut Siap Luncurkan Rudal Jarak Menengah

Benarkah Perpres No. 26/2015 Jadi Payung Hukum "Wapres Bayangan?"

Venezuela Perintahkan AS Tarik 80 Diplomat

Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (11)

Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »