» PKS, Kita, dan Perkembangan Terbaru di Syria » Rontoknya Teori Polisi Dunia! (Bag-2/Habis) » Rontoknya Teori Polisi Dunia! (Bag-1) » Mengkaji Hubungan Strategis Rusia – Indonesia dari Perspektif Geopolitik (Bag-3/Habis) » Mengkaji Hubungan Strategis Rusia – Indonesia dari Perspektif Geopolitik (Bag-2)


Militer
11-01-2013
Pasukan Indobbat Akan Buat 3 Desa Binaan di Lebanon Wadansatgas

Pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) atau Indobatt (Indonesian Battalyon) bertugas di wilayah Lebanon Selatan akan membangun desa binaan di Lebanon.


Program pasukan perdamaian dengan Komandan Satgas (Dansatgas) Mayor Inf Lucky Avianto ini juga melakukan pendekatan dengan masyarakat melalui kegiatan CIMIC (Civilians Military Coordination).

Terkait hal tersebut, Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-G/UNIFIL yang bersama dengan G-9 Sektor Timur mengadakan rapat tentang CIMIC yang dipimpin oleh Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Pio L. Nainggolan mewakili Dansatgas, dihadiri oleh pejabat dari G-9 yakni Mr. Muhammad dan Mr. Edward Tawil, bertempat di markas Indobatt POSN 7-1 Adshid al-Qusayr, Lebanon Selatan, Kamis (10/1/2013).
 
Dalam rapat tersebut Wadansatgas menyampaikan, bahwa program kerja CIMIC yang dimiliki oleh Indobatt selain melakukan kegiatan medis yang sudah berjalan, juga berencana untuk melakukan pembangunan di desa yang sudah ditentukan dan merupakan desa binaan Indobatt, yaitu Ganduria, Swana dan Khabrika.
 
Lebih lanjut dikatakan, ketiga desa tersebut menjadi awal program pembangunan desa dan secara bertahap akan dilaksanakan di beberapa desa lainnya. Rencananya, di ketiga desa tersebut CIMIC Indobatt akan membuat Lapangan Sepakbola beserta pagar lapangan dan juga akan mengadakan peralatan daur ulang sampah.
 
Sementara itu, pihak G-9 Sektor Timur yang membawahi kegiatan CIMIC tersebut menyambut baik kegiatan yang direncanakan oleh Indobatt. Menurut Mr. Muhammad, program ini harus segera diwujudkan karena apa yang diprogramkan oleh CIMIC Indobatt sangat dinanti-nanti oleh masyarakat, dan merasa yakin apa yang menjadi program Indobatt ini dapat semakin mendekatkan masyarak sekitar dengan Indobatt.
 
Hadir dalam rapat tersebut Kasi CIMIC Indobatt Kapten Inf Taufik Ismail, Pasi CIMIC Kapten Arh Viki Herwandi serta para Perwira CIMIC dari tiap-tiap Kompi. (TGR/Puspen TNI)



Artikel Terkait
» Pasukan Perdamaian Indonesia Perbaiki Jalan Sepanjang 40 Km di Haiti
» Pasukan Perdamaian Indonesia Ikuti Latihan di Perbatasan Lebanon-Israel
» Sebanyak 175 Prajurit TNI Perkuat Misi PBB di Kongo
» Indonesian Battalyon Gelar Kompetisi Olahraga Antar Kompi di Lebanon



 

Advance Search

   Isu Hangat »
BRICS, G-2O, dan IMF
BRICS: Kekuatan Ekonomi Baru? . Krisis ekonomi di Eropa dan AS yang telah melemahkan Dollar menjadi momen penting bagi lima negara kapitalis plat merah (kapitalisme yang dikontrol oleh ...

Mengkaji Hubungan Strategis Rusia – Indonesia dari Perspektif Geopolitik (Bag-1)

Saatnya Menoleh ke Rusia Bagi Kepentingan Strategis Indonesia

Bom Boston dan Aksi Destabilisasi AS di kawasan Heartland dan Caucasus

Indonesia, Rusia dan Cina Harus Galang Kerjasama Bendung Skema TPP Amerika Serikat di Asia Pasifik

Indonesia Dukung Rusia Sebagai Tuan Rumah EXPO Dunia 2020 Sangat Menguntungkan

Lihat lainya »
   Arsip
Presiden Perancis: Uni Eropa Bakal Hancur dan Terhapus dari Peta

Direktur CIA Mendadak Kunjungi Tel Aviv

Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL Hibur Anak-Anak Lebanon

Manuver Diplomatik Regional Terbaru Krisis Suriah

Nekolim AS Sudah (Mulai) Rontok

Rontoknya Teori Polisi Dunia! (Bag-2/Habis)

Indonesia Bantu Negara Uni Afrika Tingkatkan Ketahanan Pangan

Yordania Secara Resmi Usir Dubes Israel

Media Cina: Dunia Harus Tahu AS Penjahat Perang

Indonesia Harus Secara Cerdas Membaca Krisis Laut Cina Selatan

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang : Hendrajit, Dkk
Japanese Militarism : Japan, Between Love And Resentment

A book entitled Japanese Militarism and Its War Crimes in Asia Pacific Region (Hendrajit, ed) was recently sent to me, by the publisher, The Global Future Institute. No doubt, this book made me re-think and recollect my trip to Japan in 1996. At that time, I was warmly received by Japanese families who became my host, invited to travel to various places, and bought souvenirs. The psycological effect of my short visit is that it is hard to imagine that the Japanese people were cruel ones, perpetrators of the massacre of our ancestors, raping Indonesian girls, making them as prostitutes and enslaving our grandfathers to work on various projects.

Lihat Lainnya »