» Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global » Skema TPP dan TiSA Daya Rusaknya Melebihi WTO dan NAFTA » Indonesia dalam Perspektif Geopolitik Global » Mengantisipasi The Yunani Effect di Indonesia » Pemerintahan Jokowi-JK Harus Secerdas Perdana Menteri Alexis Tsipras


Militer
08-01-2013
Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL
Tim Kesehatan Indobatt di Lebanon Obati Warga Tulin

Tim Kesehatan Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) atau Indobatt (Indonesian Battalyon), yang dipimpin Lettu Ckm dr. Sibin Chandra melaksanakan kegiatan CIMIC (Civilians Military Coordination) berupa pengobatan ke rumah warga di desa Tulin, Lebanon Selatan, Minggu (6/1).


Menurut Dansatgas Indobatt Mayor Inf Lucky Avianto saat meninjau kegiatan CIMIC, dalam menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon, Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanunggalan TNI dengan Rakyat.
 
“Kegiatan medis yang dilakukan oleh Tim Kesehatan Indobatt seperti ini memiliki tujuan untuk menjaga hubungan baik dengan warga Lebanon, khususnya warga Tulin,” ujar Dansatgas.
 
Lebih lanjut dikatakan, apa yang dilakukan Tim Kesehatan Indobatt dalam kegiatan CIMIC, dengan cara menjemput bola mendatangi pasien-pasien yang membutuhkan dukungan medis seperti ini, sangatlah penting.  Kegiatan seperti ini, juga akan dilakukan terhadap desa-desa yang menjadi wilayah tanggung jawab (area of responsibility/AOR) Indonesian Battalyon di Lebanon Selatan.
 
Dengan cara seperti ini, Dansatgas Indobatt berharap misi kemanusiaan yang juga menjadi tugas dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL akan tercapai dan keberadaan TNI akan selamanya diterima dengan baik oleh warga Lebanon. (TGR/Puspen TNI)



Artikel Terkait
» Indonesian Battalyon Gelar Kompetisi Olahraga Antar Kompi di Lebanon
» Serah Terima Otoritas Kendali Operasional FPC di Lebanon
» Sebanyak 1.169 Prajurit TNI Berangkat ke Lebanon
» Batalyon Spanyol UNIFIL Serahkan Pos Keamanan di Lebanon ke Indobatt
» Kontingen Garuda peringati HUT ke-66 POMAU di Lebanon



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II)
Pemerintah Harus Punya Ocean Policy Di abad 21 ini, negara-negara di dunia yang saling berlomba dalam meningkatkan kekuatan maritimnya masing-masing harus punya Ocean Policy atau Kebijakan strategis ...

Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua

Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Nilai Strategis Kerjasama Indonesia-Rusia bidang Energi Dari Perspektif Kepentingan Nasional

Lihat lainya »
   Arsip
Proyek Kereta Cepat, Utusan Khusus PM Jepang Temui Rizal Ramli

Belajar dari Insiden Trigana Air

Perketat Pemekaran Daerah Otonomi Baru

Membangun Keharomisan dan Kedaulatan NKRI

Kaukus Parlemen Papua DPR dan DPD Desak Jokowi Agar Tidak Tunduk Pada Gedung Putih

Kaukus Parlemen Papua DPR dan DPD Desak Jokowi Agar Tidak Tunduk Pada Gedung Putih

Skema TPP dan TiSA Daya Rusaknya Melebihi WTO dan NAFTA

Menanti Intervensi OPEC Kendalikan Harga Minyak

JP Morgan Sarankan Lepas Portofolio di Indonesia, Rupiah Makin "Terancam"

Indonesia dan Uruguay Sepakat Dorong Peningkatan Kerjasama Ekonomi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »