» AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Pertama) » Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya » Ukraina Berpotensi Bangkitkan Kembali Statusnya Sebagai Negara Nuklir » Membaca Darurat Energi dari Perspektif Geopolitik » Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)


Hankam
15-12-2009
Kekuatan Militer AS
4Th Special Operations Squadron, Pasukan Pembantai Udara Amerika di Irak
Penulis : Tim Riset Global Future Institute (GFI)

Setiap matra dalam tubuh Angkatan Bersenjata baik itu darat, laut maupun udara, pastilah memiliki pasukan khusus yang menjadi kebanggaan masing-masing angkatan. Di Amerika, 4th Special Operations Squadron, merupakan pasukan khusus yang menjadi kebanggaan angkatan udara negara Paman Sam tersebut.


Ini memang unik, karena biasanya pasukan khusus selalu menjalankan operasinya di darat dan umumnya melekat sebagai bagian dari angkatan darat. Misalnya saja Kopassus, yang awalnya dikenal sebagai RPKAD, merupakan pasukan khusus kebanggaan TNI Angkatan Darat kita.

Namun apa yang dinamakan  4th Special Operations Squadron, merupakan pasukan khusus kebanggaan pasukan Angkatan Udara Amerika. Dan operasi militernya, menggunakan pesawat terbang. Fungsinya, untuk memberikan dukungan bagi pasukan angkatan darat dalam menghancurkan wilayah musuh.

Daya gempurnya pun tidak main-main, karena dalam memberikan dukungan udara dalam serangan militer yang dilancarkan pasukan darat Amerika, daya hancurnya pun konon bisa berlangsung dengan sangat cepat. Dan dengan daya hancur yang cukup besar. Bisa jadil, inilah yang memainkan peran besar di dalam invasi militer Amerika ke Irak pada 2003 lalu.  

Apa saja tipe persenjataan yang jadi andalan pasukan khusus Angkatan Udara Amerika ini? Selain senapan serbu, pasukan khusus ini juga dilengkapi dengan sebuah pesawat yang didesain khusus untuk menunjang operasi militer unit ini.

Alhasil, kualitas personil pasukan khusus Angkatan Udara ini tidak sembarang main rekruit saja. Salah satu kriteria, harus memiliki jam terbang dalam peperangan di berbagai operasi militer baik di dalam maupun luar negeri.

Pasukan ini mulai muncul pada 1942, dan semula bernama 4th Air Corps Ferrying Squadron, yang kemudian didesain ulang dengan nama 4th Ferrying Squadron pada Mei 1943. Pesawat tempur yang jadi andalan operasi pasukan khusus ini pun beragam seperti pesawat tempur jenis fighter, bomber, dan pesawat non-combat. Lokasi pertempuran yang pernah dilakukan adalah di Afrika dan Eropa.

Pada 1944, skuadron khusus ini secara tiba-tiba dibekukan. Pada 1949, diaktifkan kembali dan didesain ulang menjadi 4th Liaison Squadron pada Juli 1952.

Dan misi khusus pasukan ini pun beragam seperti alat transportasi, evakuasi udara, tugas pengiriman barang, dan pengintaian.

Pada 1965, pasukan khusus ini berganti nama menjadi 4th Air Commando Squadron (fire support0 dan didesain ulang dengan nama 4th Special Operations Squadron pada 1969.

Di kawasan Asia Tenggara, pasukan khusus ini memiliki reputasi buruk, karena dianggap menebar bencana ketika Amerika ikut campur tangan di Vietnam dan Kamboja.

Pasukan khusus yang memiliki julukan Ghostriders ini, pada 1996 tercatat pernah ditugaskan dalam operasi di Italia, untuk memberikan dukungan pada Operations Joint Endeavor di wilayah udara Bosnia-Herzegovina  pada konflik Kosovo hingga 1999.

2001, kembali mendapat kepercayaan untuk melakukan operasi militer di Afghanistan. Tugas pokoknya, memberikan dukungan udara pada serangan militer Amerika menumpas Taliban dan Al-Qaeda.

2003, skuadron khusus yang bermarkas di Hulburt field, ikut memainkan perangan penting dalam operasi militer Amerika menggulingkan Presiden Saddam Husein. Bahkan skuadron khusus inilah yang memulai letusan tembakan pertama ketika konflik berlangsung.

Pendek cerita inilah skuadron terbesar di antara sembilan skuadron tempur yang beroperasi di bawah komando 1st Special Operations Wing. Pasukan ini dilengkapi dengan pesawat gunship AC-13OU Spooky, berikut munisi kaliber 25/40/105 milimeter, untuk memberi dukungan tembakan udara ke lokasi militer pasukan musuh.

Sekadar informasi, pesawat Gunship varian U merupakan salah satu sistem senjata yang memiliki komplektifitas tinggi di dunia. Karena di dalammnya terdapat lebih dari 600 ribu jaringan piranti lunak yang terdapat dalam komputer  dan sistem avionik.

Pesawat jenis ini ternyata masih menggunakan badan pesawat Locheed C-130.  Begitupun, sistem penembakannya memiliki kemampuan menembank dua target sekaligus, asalkan dua target tersebut masih berada dalam jarak satu kilometer.

Bukan itu saja. Dengan dilengkapi senapan meriam Gatling kaliber 25 milimeter, pesawat ini mampu menembakkan 1800 butir peluru per menitnya. Bayangkan, betapa mengerikannya pesawat jenis ini ketika digunakan untuk menggempur pasukan militer Irak pada 2003. Tragisnya, kebanyakan korban yang tewas justru warga sipil Irak dibandingkan pasukan militer Irak itu sendiri.  

Selain itu, semua sistem dapat dipantau dengan menggunakan layar yang ada, dan dilengkapi dengan sensor infra merah dan radar Hughes APQ-80, yang mampu digunakan pada malam hari dan ketika cuaca sedang buruk.

Hanya ya itu tadi. Keterlibatan skuadron udara Amerika ini dalam Operation Iraqi Freedom dan Operation Enduring Freedom, membuat pasukan ini akan dikenang sebagai pasukan khusus Angkatan Udara Amerika yang memiliki reputasi buruk di mata warga masyarakat sipil Irak dan para aktivis anti perang di seluruh dunia.

    




Artikel Terkait
» Mempkenalkan Badan Intelijen Afrika Selatan
» Global Future Institute Merekomendasikan Pengadaan Kapal Selam Rusia Jenis Kilo Class (Project 636/877EKM)
» Jepang berhasil Luncurkan Roket Pembawa Satelit Mata-Mata
» TNI AL Beli 17 Tank Amphibi Buatan Rusia
» Markas Besar AS di Korsel Yang Baru Akan Berdiri Juni 2010
» Korea Selatan Berencana Terapkan Dinas Militer Sukarela untuk Wanita
» Korea Selatan Serahkan 10 tank Amphibi kepada Indonesia
» Global Future Institute Mendesak Menteri Pertahanan Baru Segera Membeli Beberapa Kapal Selam Berteknologi Tinggi, Berkemampuan Canggih dan Harga Relatif Murah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Perlunya Perubahan Tata Kelola Daerah Perbatasan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara kepulauan (archipellagic state) dengan 17.508 pulau, yang letaknya secara geografis sangat strategis, karena berada pada posisi silang, yakni diantara ...

Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)

Indonesia Negara Maritim, Bukan Sekadar Negara Kelautan (Menanggapi Visi Maritim Presiden Jokowi)

Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Lihat lainya »
   Arsip
Bayang-bayang Agenda AS dalam Tiga Forum Dunia (APEC, ASEAN, G20)

Perlunya Perubahan Tata Kelola Daerah Perbatasan

Korut Gelar Demonstran Protes Dikeluarkan Resolusi PBB

Menhan AS Mundur, Diduga Adanya Tekanan dari Gedung Putih

Komandan USFK: Pasukan AS Akan Direlokasi dari Seoul ke Pyeongtaek

Komandan PMPP TNI Resmikan Camp Garuda Konga XXXVII-A di Afrika

Kontrak Baru Pentagon

Paterson: Inggris Harus Segera Keluar dari Uni Eropa

Cina Ngotot Bangun Pangkalan Udara di Pulau Sengketa

Mengatasi Dampak Negatif Kenaikan Harga BBM

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »