» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Asean
19-12-2012
Komunitas ASEAN 2015
Daya Saing Pemuda Kunci Keberhasilan Indonesia pada Komunitas ASEAN 2015

Pemuda Indonesia dituntut untuk mempersiapkan diri dalam menyongsong terbentuknya Komunitas ASEAN 2015. "Para pemuda yang akan menentukan apakah Indonesia akan menjadi pemain utama atau sekedar penonton yang menjadi target pasar negara lain." Hal ini disampaikan I Gusti Agung Wesaka Puja, Direktor Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kemlu, pada Seminar Nasional Dies Natalis Fisip UGM ke-57, di Yogyakarta (15/12).


Sebagai pasar dengan penduduk hampir 600 juta, Komunitas ASEAN akan menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri bagi Indonesia.

Sebagai bagian terbesar dari masyarakat Indonesia dan calon pemimpin bangsa, para pemuda akan turut menentukan masa depan ASEAN.

"Kunci sukses menghadapi Komunitas Asean 2015 adalah peningkatan daya saing generasi muda. Para pemuda harus think big, act globally," Dirjen Kerjasama ASEAN menegaskan.

Bagi pemuda Indonesia yang berdaya saing tinggi, Komunitas ASEAN 2015 menawarkan pasar yang lebih luas dari sekedar Indonesia.

Dengan jumlah penduduk sekitar 240 juta jiwa, Indonesia akan menjadi pasar yang potensial bagi negara lain.

Terlebih lagi, dengan jumlah usia produktif yang mencapai sekitar 66%, Indonesia merupakan pangsa pasar yang sangat menarik dan prospektif.

Hal ini sekaligus menjadi tantangan serius bagi para pemuda dalam menghadapi persaingan dengan negara lain.

Disampaikan pula mengenai kesempatan kerja sama yang ada di dalam ASEAN dan dalam kerangka kerja sama ASEAN dengan Mitra Wicara yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda Indonesia.

Seminar ini terselenggara atas kerja sama FISIPOL UGM dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga sebagai forum untuk memberikan pemahaman terhadap generasi muda Indonesia dalam menghadapi Komunitas ASEAN 2015.

Tema seminar adalah "Kontribusi untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Indonesia: Tantangan dan Daya Saing Pemuda Indonesia dalam Komunitas ASEAN 2015".

Selain Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, sebagai pembicara dalam Seminar tersebut adalah Dr.H. Alfitra Salamm, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Dr.Ir.Muchtar Luthfi, MMA, Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. (Sumber: Ditjen KSA/Dit. MWAK/Ed.PY)

 


Sumber :Kemlu RI
Artikel Terkait
» Atasi Masalah Ekonomi Daerah Perbatasan Melalui Komunitas ASEAN 2015
» Menlu RI: Indonesia dan Vietnam Berhasil Satukan Posisi ASEAN
» Menlu RI Pimpin Delri ASEAN ke Kamboja
» ASEAN Masuki Tata Kelola Baru Laut Cina Selatan



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »