» Menelaah Kembali Kepentingan Rusia Bidang Energi di Kawasan Asia Tenggara » Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016) » Asia Tenggara Sebagai Kawasan Bebas Nuklir Sesuai dengan Semangat KAA Bandung 1955 dan ZOPFAN ASEAN » Suriah, Pusaran Pertarungan Global AS-Inggris-Perancis dan Rusia » Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN


Industri Strategis
13-12-2009
Pindad
Senapan Mesin SM-2/SPM-2, Produk Unggulan Pindad
Penulis : Tim Global Future Institute (GFI)

Sebagai salah sau pelaku industri pertahanan nasional, PT Pindad sudah mengembangkan senapan mesin berstandar internasional. Dengan kode SM-2/SPM-2, senjata mesin jenis ini memiliki kemampuan untuk dipasangkan pada berbagai kendaraan maupun bisa dibawa oleh seorang prajurit.


Senapan mesin jenis SM-2/SPM-2 ini tergolong senapan mesin kategori sedang, dan sudah diproduksi oleh Pindad sejak 2003. Sebagai senapan mesin buatan dalam negeri, hal ini tentu saja cukup membanggakan. Apalagi dinilai sudah memiliki standar internasional.

Buktinya, melalui riset yang dilakukan tim Global Future Institute, senapan mesin ini, ternyata memiliki kesamaan dengan senapan FN MAG 58 buatan Belgia. Apa yang jadi kesamaan? Yaitu dari segi konstruksi, dan prinsip kerjanya.

Misalnya saja baja yang digunakan untuk membuat badan senjata. Bahkan menurut liputan Majalah Intelijen Edisi 17/Thn VI/2009, Pindad sendiri sekarang tengah memproduksi dua varian senapan mesin: SM-2/SPM-2VI yang menggunakan Tripod terintegrasi, dan SM-2/SPM-2 V2 yang menggunakan bipod dan dirancang untuk dibawa oleh Pasukan Infanteri.

Majalah Intelijen menginformasikan, SM-2/SPM-2 VI memiliki bobot total dengan menggunakan tripod sekitar 31,75 kilogram, dan memiliki desain  laras yang mampu bertahan hingga lebih dari 3.575 tembakan tanpa dibersihkan.

Sedangkan varian SM-2/SPM-2 V2 memiliki bobot sekitar 11.58 kilogram, memiliki desain laras beralur yang mampu bertahan hingga lebih dari 3600 tembakan tanpa harus dibersihkan. Wah, hebat juga. Apalagi menurut beberapa informasi pihak TNI, kualitas jenis ini jauh lebih baik daripada produk Singapore.

Bagaimana dengan potensi pasarnya? Ternyata cukup menggembirakan. Sejak diproduksi pada 2003, setidaknya sudah ada 42 pucuk senjata yang sudah terjual dan digunakan oleh TNI. Bahkan menurut rencana, Pindad sedang mengerjakan pesanan dari TNI sejumlah 60 pucuk untuk dipasangkan pada panser milik TNI.

Sekadar informasi, senapan mesin jenis tersebut di atas, memang bisa dipasangkan pada berbagai kendaraan militer seperti Jeep dan Panser.

Ternyata, ada juga yang bisa dibanggakan dari negara kita sendiri. Siapa bilang kita ketinggalan dalam bidang ilmu dan teknologi. Anak-anak bangsa dari Pindad ternyata sudah membuktikan dengan karya nyata.
 



Artikel Terkait
» UE Khawatir Dengan Maskapai Indonesia?
» Krakatau Steel – Posco Sepakat Bangun Pabrik Baja Patungan di Indonesia
» Teknologi Militer Amerika Sasaran Spionase Industri Israel
» Militerisasi Ruang Angkasa di Semenanjung Korea Dikhawatirkan Semakin Menguat
» Waspadalah. Amerika Awasi Kandungan Laut Indonesia Lewat Exploration Command Center (ECC)



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.
(Diselenggarakan oleh Global Future Institute (GFI) dan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI), FISIP Universitas Nasional) ...

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara

KTT ASEAN-RUSSIA di Sochi Salah Satu Kepentingan Indonesia di ASEAN

Lihat lainya »
   Arsip
Tanpa Dolar, Kontrak dengan Negara-negara ASEAN Tetap Bisa Dijalankan

9 Kali Berturut-turut, TNI AD Sabet Juara Umum Lomba Tembak di Australia

Target di Balik Bantuan 20 Juta Dolar AS untuk Azerbaijan

"Para Kapitalis Domestik di Negeri Kita!"

Persenyawaan Hegemoni dan Skenario Kavling-kavling Geoekonomi

"Dugaan Kuat, EgyptAir Jatuh Diserang Teroris"

KNPB dan ULMWP Perlu Diusir Dari Papua : Tuntutan Masyarakat Papua

Siaran Pers Terkait Kunjungan Jokowi ke Rusia dan KTT ASEAN-Rusia Sochi

Waasops Panglima TNI: TNI Dapat Apresiasi Dari Negara Brunai Dan Singapura

Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Lihat Lainnya »