» Memotret Motif Lain Konflik Ukraina (Bagian Pertama) » Prabowo-Hatta Jungkir-Balikkan Logika Skenario Revolusi Oranye Ukraina » Arah Krisis Ukraina dan Pelajaran Berharga Bagi Indonesia » Liem Soe Liong, Mochtar Riyadi dan The Chinese Culture Heritage Center (TCCHC) » Q&A: Benarkah Yahudi itu Beda Dengan Zionis?


Industri Strategis
13-12-2009
Pindad
Senapan Mesin SM-2/SPM-2, Produk Unggulan Pindad
Penulis : Tim Global Future Institute (GFI)

Sebagai salah sau pelaku industri pertahanan nasional, PT Pindad sudah mengembangkan senapan mesin berstandar internasional. Dengan kode SM-2/SPM-2, senjata mesin jenis ini memiliki kemampuan untuk dipasangkan pada berbagai kendaraan maupun bisa dibawa oleh seorang prajurit.


Senapan mesin jenis SM-2/SPM-2 ini tergolong senapan mesin kategori sedang, dan sudah diproduksi oleh Pindad sejak 2003. Sebagai senapan mesin buatan dalam negeri, hal ini tentu saja cukup membanggakan. Apalagi dinilai sudah memiliki standar internasional.

Buktinya, melalui riset yang dilakukan tim Global Future Institute, senapan mesin ini, ternyata memiliki kesamaan dengan senapan FN MAG 58 buatan Belgia. Apa yang jadi kesamaan? Yaitu dari segi konstruksi, dan prinsip kerjanya.

Misalnya saja baja yang digunakan untuk membuat badan senjata. Bahkan menurut liputan Majalah Intelijen Edisi 17/Thn VI/2009, Pindad sendiri sekarang tengah memproduksi dua varian senapan mesin: SM-2/SPM-2VI yang menggunakan Tripod terintegrasi, dan SM-2/SPM-2 V2 yang menggunakan bipod dan dirancang untuk dibawa oleh Pasukan Infanteri.

Majalah Intelijen menginformasikan, SM-2/SPM-2 VI memiliki bobot total dengan menggunakan tripod sekitar 31,75 kilogram, dan memiliki desain  laras yang mampu bertahan hingga lebih dari 3.575 tembakan tanpa dibersihkan.

Sedangkan varian SM-2/SPM-2 V2 memiliki bobot sekitar 11.58 kilogram, memiliki desain laras beralur yang mampu bertahan hingga lebih dari 3600 tembakan tanpa harus dibersihkan. Wah, hebat juga. Apalagi menurut beberapa informasi pihak TNI, kualitas jenis ini jauh lebih baik daripada produk Singapore.

Bagaimana dengan potensi pasarnya? Ternyata cukup menggembirakan. Sejak diproduksi pada 2003, setidaknya sudah ada 42 pucuk senjata yang sudah terjual dan digunakan oleh TNI. Bahkan menurut rencana, Pindad sedang mengerjakan pesanan dari TNI sejumlah 60 pucuk untuk dipasangkan pada panser milik TNI.

Sekadar informasi, senapan mesin jenis tersebut di atas, memang bisa dipasangkan pada berbagai kendaraan militer seperti Jeep dan Panser.

Ternyata, ada juga yang bisa dibanggakan dari negara kita sendiri. Siapa bilang kita ketinggalan dalam bidang ilmu dan teknologi. Anak-anak bangsa dari Pindad ternyata sudah membuktikan dengan karya nyata.
 



Artikel Terkait
» UE Khawatir Dengan Maskapai Indonesia?
» Krakatau Steel Posco Sepakat Bangun Pabrik Baja Patungan di Indonesia
» Teknologi Militer Amerika Sasaran Spionase Industri Israel
» Militerisasi Ruang Angkasa di Semenanjung Korea Dikhawatirkan Semakin Menguat
» Waspadalah. Amerika Awasi Kandungan Laut Indonesia Lewat Exploration Command Center (ECC)



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Membaca Ulang Perang Asimetris di Indonesia Melalui Isu: Indosat, WTO dan Laut China Selatan
Dunia kini telah menjelma menjadi sebuah kampung kecil. Teknologi satelit telah menembus batas-batas negara. Status negara bangsa kini telah semakin kehilangan makna digerus oleh eksistensi organisasi-organisasi ...

Presiden Baru untuk Daulat Pertanian, Perkebunan dan Pangan

PP No 01/2014 Pintu Masuk SBY Beri Monopoli dan Hak Istimewa Kepada Freeport dan Newmont

Skenario di Atas Skenario

Terungkapnya 39 Dokumen Kejahatan Perang Jepang di Cina, Inspirasi bagi Perjuangan Para Advokator Ianfu Indonesia

Shinzo Abe: Personifikasi Kebangkitan Ultra Nasionalisme Jepang? (Bagian Kedua)

Lihat lainya »
   Arsip
Bom Bunuh Diri di Nigeria Utara, Enam Tewas

Ancaman Korut Sasar Gedung Putih

Wakil Ketua MPR RI Nilai PBB Kehilangan Alasan Kehadirannya

Mantan Kepala Intelijen Zionis Minta Saudi Perangi Hamas

Rusia Anggap Laporan PBB "Bias" dan "Munafik"

Ukraina: Pesawat MH17 Terkena Pecahan Peluru Kendali

Korut: AS Berupaya Tutupi Kejahatan Israel di Gaza

Lima Negara Ini Sepakat Upayakan Gencatan Senjata di Gaza

Hamas: Rakyat Palestina Tidak akan Hidup Berdampingan dengan Penjajah

Gencatan Senjata 24 Jam Palestina dan Israel Gagal

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »