» Menelaah Kembali Kepentingan Rusia Bidang Energi di Kawasan Asia Tenggara » Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016) » Asia Tenggara Sebagai Kawasan Bebas Nuklir Sesuai dengan Semangat KAA Bandung 1955 dan ZOPFAN ASEAN » Suriah, Pusaran Pertarungan Global AS-Inggris-Perancis dan Rusia » Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN


Hukum
19-11-2012
Korupsi Terliyunan di BP Migas-Jasindo dan Sektor Asuransi

BP Migas itu memang layak dibubarkan karena sudah menjadi sarang korupsi. Produksi migas terus menurun sedangkan cost recovery terus naik. KPK sudah lama tahu bagaimana korupsi di BP Migas terkait cost recovery yang umumnya di mark up oleh KKKS bekerjasama dgn oknum-oknum BP Migas. Tapi KPK belum tahu informasi suap & korupsi pada premi asuransi di BP Migas yang nilainya Rp. 1 triliun per tahun.


Premi asuransi 1 Triliun per tahun itu terdiri dari 600 Milyar premi existing dan 400 M premi kegiatan exploitasi & explrorasi. Premi asuransi 1 triliun di BP Migas itu diatur oleh Ka BP Migas dan Financial Controller Ahmad Syahroza. Kedua orang ini R. Priyono & Ahmad Syahroza selalu mengaku-ngaku bahwa jatah korupsi premi asuransi adalah jatah cikeas / Partai Demokrat.

 
Bagaimana modus korupsi premi asuransi di BP Migas yang merugikan negara Rp. 200 sd 300 Milyar / thn itu ? Modus pertama adalah dengan penunjukan langsung PT. Jasindo (BUMN) untuk menjamin seluruh asuransi di BP Migas & rekanannya. Kemudian oleh Jasindo, penutupan asuransi BP Migas ini direkayasa seolah-olah penutupan via broker. Karena dicatat sebagai penutupan via broker, maka PT. Jasindo harus keluarkan biaya komisi 15-20% dari premi atau 150-200 M ke "broker". Padahal pembayaran komisi ke "broker" itu adalah fiktif. Uang komisi 150-200 Milyar itu yang dibagi-bagi ke oknum-oknum Jasindo & BP Migas.
 
Modus Kedua : ada komisi reasuransi yang diterima Jasindo dari perusahaan reasuransi. Ini juga direkayasa. Komisi reasuransi yang seharusnya diterima PT. Jasindo misalkan 30-40%, dimanipulatif menjadi 20-30% saja. Sisanya? Sisa atau kelebihan premi asuransi yang seharusnya untuk BUMN jasindo masuk kantong oknum-oknum BP Migas dan Jasindo, sekitar 100 M per tahun.
 
Modus ketiga : klaim-klaim KKKS dan sub kontrak BP Migas tidak dibayarkan. Banyak yang ditolak dengan berbagai alasan. Akibatnya, KKKS dan sub kontraknya menuntut ganti rugi kepada pemerintah RI. Ratusan milyar setiap tahun harus dubayar negara dari APBN !
 
Modus korupsi yang sama oleh PT. jasindo ini juga dilakukan Jasindo pada penutupan asuransi-asuransi BUMN yang lain. KPK sangat mudah menelisik korupsi di JASINDO. BP Migas menunjuk Jasindo tidak via broker/agen. Tetapi kenapa di buku Jasindo dicatat via broker?
 
KPK bisa dilihat di Laporan Keuangan Jasindo keluar komisi untuk BP Migas lewat broker. Dibukukan di JSD Cab Wisma Baja Gatsu minimal 5 tahun terakhir. KPK bisa Cek Div Akuntansi & Oil & Gas Kantor Pusat Pancoran c/p Rhino & Eko Wari orang dekat Budi Cahyono. KPK juga bisa cek dan selidiki pembukuan Cab Jakarta Wisma Baja Jl. Gatot Subroto Jaksel.
 
Budi Cahyono ex DirOp Korporasi membidangi BUMN. Sudah biasa praktek mem"broker" kan bisnis langsung BUMN. Tujuan rekayasa/manipulasi itu adalah agar Budi Cahyono bisa mengeluarkan komisi asuransi yang seharusnya tidak ada. Budi Cahyono adalah ex Kadiv Asuransi Surety Bond. Bisnis langsung BNI di tukangi lewat broker jadi-jadian untuk mencuri komisi.
 
Praktek perampokan uang negara melalui rekayasa pengeluaran komisi asuransi di Jasindo ini sudah berlangsung lama. KPK harus melihat BUMN-BUMN nasabah Jasindo ini, apakah ada penunjukan broker /agen ke Jasindo? 90% adalah rekayasa/fiktif. KPK juga harus lihat apakah BUMN-BUMN nasabah Jasindo mencatat komisi dari Jasindo sebagai income masuk. Dipastikan tidak ada! Jika KPK jeli dan mau sidik untuk 5 tahun terakhir saja, dipastikan akan menemukan kerugian negara lebih 1.5 Triliun !! 
 
Jadi tidak heran jika Budi Cahyono Dirut Jasindo bikin pesta perkawinan super mewah bulan lalu di Gedung Sampurna Square Sudirman. Tidak heran juga jika direksi-direksi Jasindo bergelingan uang. Rata-rata per direksi bisa korupsi lebih 100 M per tahun !! 
 
Korupsi di sektor asuransi selama ini belum dilirik KPK dan dicermati rakyat. Padahal sudah berlangsung lama di Bank-bank BUMN, BP Migas, Jasindo dan seterusnya. Estimasi kerugian negara akibat korupsi sektor asuransi di BUMN_-BUMN ini lebih 5 triliun per tahun. Selain Jasindo dan BP migas, korupsi asuransi juga sangat besar terjadi di Pertamina dan PT. Tugu Pratama Indonesia. 
 
Beranikah KPK, Kejagung, Dahlan Iskan, Kepolisian, Setkab dan Presiden usut korupsi di sektor asuransi ini ? Kita tunggu...
 
Sumber: @TrioMacan2000



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.
(Diselenggarakan oleh Global Future Institute (GFI) dan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI), FISIP Universitas Nasional) ...

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara

KTT ASEAN-RUSSIA di Sochi Salah Satu Kepentingan Indonesia di ASEAN

Lihat lainya »
   Arsip
Pernyataan Resmi Dewan Bawang Merah Nasional (DEBNAS) Menolak Rencana Impor Bawang Merah

Di Forum Debat Terbuka DK PBB Indonesia Serukan Bandung Message

Indonesia Lanjutkan Moratorium Pengiriman PRT ke Timur Tengah

Tarmizi A Karim Cukup Visioner Memimpin Aceh

Tarmizi A. Karim dan Harapan Masyarakat Aceh

KNPB dan Pengkhianatan Suara Rakyat Papua

Aksi 31 Mei 2016 Tidak Perlu Didukung

Persenyawaan Hegemoni dan Skenario Kavling-kavling Geo-ekonomi

Presiden Obama Tegaskan Tak Akan Minta Maaf Terkait Bom Atom Hiroshima

Tanpa Dolar, Kontrak dengan Negara-negara ASEAN Tetap Bisa Dijalankan

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Menggugah Nasionalisme Keindonesiaan Aktivis Papua Saat Ini

Resensi Buku

-------------------------------------------------------------------------

Judul Buku : Kembali ke Indonesia : Langkah, Pemikiran dan Keinginan

Penulis : Nicolaas Jouwe

Cetakan Pertama : Agustus 2013

Kata Pengantar : Drs. Sidarto Danusubroto, SH (Ketua MPR RI)

Penerbit : PT Pustaka Sinar Harapan dan Verbum Publishing

Tebal Buku : 116 halaman termasuk biodata penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun 

-------------------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »