» Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (11) » Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (10) » Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (9) » Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (8) » Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (7)


Internasional
03-11-2012
Kerjasama Negara di Samudera Hindia
Konektifitas Menjadi Perhatian Kerja Sama Samudera Hindia

Negara-negara di pesisir Samudera Hindia menaruh perhatian besar terhadap konektifitas sebagai upaya untuk memperkuat kerja sama Samudera Hindia. Hal ini menjadi salah satu kesimpulan yang dihasilkan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Asosiasi Lingkar Samudera Hindia bagi Kerja Sama Kawasan (Indian Ocean Rim Association for Regional Cooperation atau IOR-ARC) yang berlangsung di Gurgaon, India (2/11).


Ketua Delegasi Indonesia Sekretaris Jenderal Kemlu, menyampaikan bahwa di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia serta kesulitan ekonomi di benua Eropa dan Amerika, negara-negara di Lingkar Samudera Hindia harus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.

“Konektifitas harus ditingkatkan, baik konektifitas fisik seperti jalan, pelabuhan, dan perkapalan, maupun dalam bentuk konektifitas institusional serta hubungan antar warga Samudera Hindia. Kawasan Samudera Hindia diproyeksikan menjadi semakin penting dalam pergaulan internasional”, jelasnya.

Selain itu, Dubes Bowoleksono menuturkan bahwa bidang kerja sama lain yang menjadi perhatian adalah keamanan maritim dan pembajakan di laut; pengurangan ancaman bencana; fasilitasi perdagangan dan investasi; pengelolaan perikanan; kerja sama akademik dan iptek; serta pariwisata dan kebudayaan.

Selain itu, perhatian besar juga diberikan terhadap ketahanan pangan, kesehatan perubahan iklim, dan traditional knowledge.

IOR-ARC dibentuk tahun 1997 dan keanggotaannya terdiri dari 20 negara di pesisir Samudera Hindia, mulai dari Afrika sebelah timur, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia. Negara mitra wicara adalah Tiongkok, Mesir, Inggris, Jepang, dan Perancis. AS juga telah diterima sebagai mitra wicara.

Pada pertemuan ini, Indonesia dipilih sebagai Wakil Ketua untuk periode 2013-2015, sementara Australia akan menjadi Ketua pada periode tersebut. Indonesia akan menjadi Ketua IOR-ARC tahun 2015-2017. (Sumber: KSI ASPASAF)

 


Sumber :Kemlu RI

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS
Februari 2010 lalu, saya sempat menulis tentang beberapa berita yang dilansir beberapa massa berbahasa Spanyol di Amerika Latin mewartakan bahwa beberapa hari menjelang terjadinya bencana alam ...

AS dan Skema TPP Bendung Pengaruh Cina dan Rusia di Asia Pasifik

Bung Karno dan “Garis Hidup Asia-Afrika”

Mempertimbangkan Kerjasama Strategis Indonesia-Rusia Bidang Maritim-Infrastruktur dan Teknologi Refinery

Perlu Komite Internasional Komunikasi Elektronik Untuk Bendung Monopoli AS di Bidang Internet dan Cyber

Kenali Dulu Agenda Strategis Cina Abad 21

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (9)

AS dan NATO Sudah Mulai Berhitung

Ghana-Cina Tandatangani Kesepakatan Bebas Visa

Putin Ancam Hentikan Suplai Gas ke Eropa

Krisis Minyak Rekayasa Saudi untuk Sakiti Iran

Pembelajaran dari Sikap Reaktif Australia terhadap Indonesia

Polemik Penundaan Eksekusi “Bali Nine”

SKEMA PSC Ibnu Sutowo Layak Diterapkan Kembali

Heritage: Nuklir, Rudal dan Serangan Dunia Maya Ancaman Korsel dan AS

Ini Daftar Negara yang Melegalkan Ganja

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »