» Kolaborasi Mafia Berkeley-Mafia Migas Lumpuhkan Daulat Sektor Migas Indonesia » Timur Tengah dan Kejahatan Industri Pertanian » Indonesia Butuh UU Lugas dan Galak! (5/Habis) » Gubernur Ditunjuk oleh Presiden (4) » Media Mainstream Asing Dukung Capres Jokowi pada Pilpres 2014


Internasional
03-11-2012
Kerjasama Negara di Samudera Hindia
Konektifitas Menjadi Perhatian Kerja Sama Samudera Hindia

Negara-negara di pesisir Samudera Hindia menaruh perhatian besar terhadap konektifitas sebagai upaya untuk memperkuat kerja sama Samudera Hindia. Hal ini menjadi salah satu kesimpulan yang dihasilkan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Asosiasi Lingkar Samudera Hindia bagi Kerja Sama Kawasan (Indian Ocean Rim Association for Regional Cooperation atau IOR-ARC) yang berlangsung di Gurgaon, India (2/11).


Ketua Delegasi Indonesia Sekretaris Jenderal Kemlu, menyampaikan bahwa di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia serta kesulitan ekonomi di benua Eropa dan Amerika, negara-negara di Lingkar Samudera Hindia harus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.

“Konektifitas harus ditingkatkan, baik konektifitas fisik seperti jalan, pelabuhan, dan perkapalan, maupun dalam bentuk konektifitas institusional serta hubungan antar warga Samudera Hindia. Kawasan Samudera Hindia diproyeksikan menjadi semakin penting dalam pergaulan internasional”, jelasnya.

Selain itu, Dubes Bowoleksono menuturkan bahwa bidang kerja sama lain yang menjadi perhatian adalah keamanan maritim dan pembajakan di laut; pengurangan ancaman bencana; fasilitasi perdagangan dan investasi; pengelolaan perikanan; kerja sama akademik dan iptek; serta pariwisata dan kebudayaan.

Selain itu, perhatian besar juga diberikan terhadap ketahanan pangan, kesehatan perubahan iklim, dan traditional knowledge.

IOR-ARC dibentuk tahun 1997 dan keanggotaannya terdiri dari 20 negara di pesisir Samudera Hindia, mulai dari Afrika sebelah timur, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia. Negara mitra wicara adalah Tiongkok, Mesir, Inggris, Jepang, dan Perancis. AS juga telah diterima sebagai mitra wicara.

Pada pertemuan ini, Indonesia dipilih sebagai Wakil Ketua untuk periode 2013-2015, sementara Australia akan menjadi Ketua pada periode tersebut. Indonesia akan menjadi Ketua IOR-ARC tahun 2015-2017. (Sumber: KSI ASPASAF)

 


Sumber :Kemlu RI

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Media Mainstream Nasional Pendukung Capres pada Pilpres 2014
Pada Pilpres 2014 kali ini, hampir semua media arus utama (mainstream), melancarakan opini publik untuk pemenangan capres yang didukungnya. Mereka telah berubah menjadi partisan karena menjadi ...

Reputasi Buruk Drone UAV Sebagai Mesin Pembunuh

Membaca Ulang Perang Asimetris di Indonesia Melalui Isu: Indosat, WTO dan Laut China Selatan

Presiden Baru untuk Daulat Pertanian, Perkebunan dan Pangan

PP No 01/2014 Pintu Masuk SBY Beri Monopoli dan Hak Istimewa Kepada Freeport dan Newmont

Skenario di Atas Skenario

Lihat lainya »
   Arsip
Menlu Irak Menyayangkan Iran Tidak Ikut Perangi ISIS

Ayo Kita Bangun Masyarakat Baru

Membaca Sekilas Rekam Jejak Darwin Silalahi

Tiga Negara ini, Tolak Gabung Dengan AS Serang ISIS di Irak dan Suriah

Profile Blok Natuna Cadangan Gas Terbesar di Dunia

Bank Dunia Berkomitmen Bantu Pembangunan Mesir

Komunis (Tetap) Bahaya Laten!

Menimbang Mekanisme Pilkada

Mencintai Papua Secara Jujur, Saatnya Membangun Papua Tanpa Prasangka

Media Massa Sudah Menjelma Sebagai Aktor Politik

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »