» Membaca Perilaku Geopolitik (1) » Manuver AS-Uni Eropa Singkirkan Rusia dari G-20 Berakibat Buruk Bagi Perekonomian Eropa dan Negara-Negara Berkembang » Bagaimana Kabarmu, Kim Jong-un? » Dukung Koalisi Merah Putih Tinjau Ulang UU Pro Asing » ISIS, “Bidak Catur” Pengganti Resolusi PBB! (3/Habis)


Diplomasi
29-10-2012
Kerjasama Pengusaha Muda Indonesia-RRT
Pengusaha Muda RI-RRT Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Indonesia Timur

Pengusaha Muda RI-RRT jalin kerjasama kembangkan energi non-fosil melalui sumber energi baru dan terbarukan tenaga surya (solar cell). Di hadapan Dubes RI untuk RRT Imron Cotan di Beijing (28/10), Presiden Direktur PT. 1945 Nuswantara Investama Romy Soekarno dan Direktur Fire Energy John Liu menandatangani MoU kerjasama tersebut.


“Dalam MoU tersebut kedua pihak sepakat mengembangkan proyek energi terbarukan ramah lingkungan atau ecogreen renewable energy di Indonesia, khususnya di Indonesia Timur melalui pembangunan pembangkit listrik 10 MW menggunakan teknologi tenaga Surya,” jelas Imron Cotan.

Kedua belah pihak juga sepakat menindaklanjuti MoU dengan perjanjian kerjasama teknis dan saling bertukar informasi menyangkut kerjasama kedua belah pihak.

Cotan menyambut baik kesepakatan yang dicapai. Terlebih, lanjutnya, kesepakatan tersebut terjalin antar pengusaha muda Indonesia dan Tiongkok.

Menurutnya, penandatanganan MoU yang dilakukan bertepatan dengan peringatan hari lahir ke-84 Sumpah Pemuda itu dapat dijadikan momentum yang mencerminkan semangat pemuda Indonesia.

“Semangat untuk membangun bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui penyediaan energi terbarukan yang merata ke seluruh pelosok Indonesia,” tegasnya.

Cotan berharap kesepahaman tersebut dapat menjadi titik awal dari pengembangan kerjasama kedua belah pihak. “Kedutaan Besar RI di Beijing siap membantu memberikan dukungan dan bantuan bagi terlaksananya kerjasama tersebut,” tuturnya.
Sebagai salah satu langkah konkrit awal kerjasama, dalam waktu dekat pihak Fire Energy akan melakukan kunjungan ke kawasan Indonesia Timur untuk meninjau lahan yang ditawarkan PT. 1945 Nuswantara Investama.

Dengan nilai investasi awal yang diperkirakan sebesar US$ 40 juta, kedua belah pihak akan membangun pembangkit listrik tenaga surya di berbagai kawasan di Indonesia Timur.

Selain kerjasama awal tersebut di atas, kedua belah pihak juga sepakat untuk merealisasikan gagasan penyelenggaraan Solar Summit, sekitar Maret 2012 di Bali. Penyelenggaraan Solar Summit direncanakan akan membahas mengenai teknologi konversi energi surya. Sebagai pembicara dan peserta pertemuan akan diundang perwakilan dan pakar-pakar energi surya dari berbagai profesi yang bergerak di bidang industri energi surya.

PT. 1945 Nuswantara Investama merupakan perusahaan nasional Indonesia yang bergerak di bidang investasi keuangan, teknologi dan produk dari luar negeri.

Sementara Fire Energy merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan tenaga surya milik pengusaha swasta Tiongkok yang berkedudukan di Madrid, Spanyol, dan mempunyai kantor cabang dan proyek antara lain di Perancis, Jerman, Itali, Maroko dan Ghana.

Direncanakan dalam waktu dekat Fire Energy akan membuka kantor cabang dan proyek di Indonesia serta akan menjadi yang pertama di Asia Tenggara. (sumber: KBRI Beijing/ed. Yo2k)


Sumber :Kemlu RI
Artikel Terkait
» RI-RRT Perluas Kemitraan Strategik



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?
Selain membahas secara umum terkait perlunya memberi makna baru tentang konsepsi Ketahanan Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Global Future Institute (GFI) secara khusus menyorot pesawat ...

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Presiden Terpilih Jokowi Harus Jelaskan Apa Pentingnya Penggunaan Drone Bagi Pertahanan Nasional RI

Media Mainstream Nasional Pendukung Capres pada Pilpres 2014

Reputasi Buruk Drone UAV Sebagai Mesin Pembunuh

Lihat lainya »
   Arsip
Mosi Senator Australia Terkait Penangkapan Wartawan Asing di Papua

ISIS Sudah Ada di Indonesia, Bagaimana Langkah Kita?

ATHG Komisi Penyiaran dan Komisi Informasi Tahun 2015

Beri Waktu Untuk Para Negarawan

Saat Pemuda Bersumpah

Zero Tolerance, Posisi Indonesia di Kekerasan terhadap Wanita

Korut dan Rusia Sepakat Gunakan Mata Uang Rubel pada Transaksi Perdagangan

Bangkai Kapal AS "Hantu Pesisir Jawa" Ditemukan di Selat Sunda

Demonstran Hongkong Kembali Duduki Mongkok

Dua Menteri Wanita Jepang Mengundurkan Diri

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »