» Geopolitik Antara Dua Karang (2) » Membaca Perilaku Geopolitik (1) » Manuver AS-Uni Eropa Singkirkan Rusia dari G-20 Berakibat Buruk Bagi Perekonomian Eropa dan Negara-Negara Berkembang » Bagaimana Kabarmu, Kim Jong-un? » Dukung Koalisi Merah Putih Tinjau Ulang UU Pro Asing


Tentang Global Future Institute

Global Future Institute, yang untuk seterusnya kami sebut GFI, didirikan pada tanggal 11 Oktober 2007. GFI berdiri atas prakarsa lima orang anggota pendiri: Hendrajit, Harri Samputra Agus, Adriyanto, Joko Wiyono, dan Hamzah Fansyuri.

Gagasan yang melatarbelakangi berdirinya GFI adalah karena saat ini dirasa perlu untuk memberdayakan politik luar negeri Indonesia di tengah-tengah semakin menajamnya persaingan berskala global di antara Negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Uni Eropa, dan Rusia.

Sebagai Negara yang sejak awal kemerdekaan menganut politik luar negeri yang bebas dan aktif, GFI beranggapan sudah selayaknya bagi Indonesia untuk mampu mengantisipasi perubahan-perubahan global di kemudian hari. Maka, GFI bertekad melalui program dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan, menciptakan suatu situasi yang kondusif agar politik luar negeri Indonesia bisa ikut mempengaruhi perkembangan pada skala global dengan memobilisasi seluruh sumberdaya nasional yang kita miliki.

Dengan demikian, GFI sebagai lembaga non-partisan dan nirlaba, menaruh prioritas program kegiatannya untuk melibatkan jaringan pemikir strategis yang berbasis di berbagai sektor strategis baik pemerintah maupun swasta. Antara lain, kalangan departemen luar negeri, perguruan tinggi negeri dan swasta, lembaga-lembaga think-thank yang bergerak dalam pengkajian strategis dan hubungan internasional, partai politik, organisasi massa, tokoh-tokoh berbasis keagamaan, media massa, dan Lembaga Swadaya Masyarakat pada umumnya.

 

ISU-ISU POKOK Yang Menjadi Fokus Utama GFI

Dalam rangka memberdayakan politik luar negeri Indonesia, maka mutlak perlu untuk menguasai wawasan dan pemahaman yang mendalam mengenai konstalasi dan dinamika hubungan antar negara-negara adidaya maupun situasi keamanan regional, khususnya di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dimana negara kita merupakan salah satu motor penggerak utama.

Ada beberapa isu strategis yang kiranya akan menjadi fokus utama kajian dan pengamatan GFI:

  1. Pergeseran Politik Luar Negeri Amerika Serikat dari Waktu ke Waktu.

  2. Bangkitnya Cina sebagai Kekuatan Adidaya Baru.

  3. Kemunculan Shanghai Cooperation Organization (SCO) yang dimotori Cina dan Rusia.

  4. Kemunculan India sebagai Kekuatan Baru di Asia

  5. Berbagai Konflik Daerah Perbatasan yang terjadi di kawasan ASEAN.

  6. Lemahnya Posisi Tawar Indonesia di ASEAN.

  7. Belum Selarasnya Kebijakan Luar Negeri dan Diplomasi.

  8. Potensi Ancaman dari Asia Timur yang muncul dari Jepang dan Cina.

Untuk menindaklanjuti secara lebih intensif isu-isu strategis tersebut, GFI akan menaruh perhatian yang intensif dalam studi maupun kajian-kajian berkaitan dengan perkembangan geostrategis global, termasuk dinamika paling mutakhir dari hubungan antar negara adidaya. Maupun hubungan negara-negara adidaya terhadap negara-negara di berbagai kawasan dunia seperti Timur-Tengah, Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, Teluk Persia, Amerika Latin dan lain sebagainya.

Untuk merealisasikan itu semua, GFI akan melaksanakan serangkaian program kegiatan seperti riset dan pengkajian, pendidikan, pertukaran antarbangsa, dan membangun jaringan serta relasi dengan berbagai kalangan yang menaruh minat pada politik luar negeri RI, hubungan internasional, diplomasi, maupun isu-isu politik dan ekonomi pada umumnya.

 

VISI

Indonesia sebagai poros dan solusi masa depan Global

 

MISI

  1. Membangun kesadaran publik tentang situasi global beserta ekses-eksesnya, sehingga masyarakat Indonesia memiliki peta dan gambaran yang jelas dalam rangka upayanya untuk memainkan peran dirinya sebagai pemain kunci dalam persaingan global.

  2. Menjadikan GFI sebagai rujukan dan model dalam memahami konstalasi global, sekaligus solusi agar bisa memposisikan diri sebagai pemain yang setara dalam menjalin kerjasama internasional dengan kekuatan-kekuatan adidaya.

  3. Secara bertahap akan menyediakan sumber-sumber kepustakaan maupun akses informasi berkenaan dengan perkembangan dinamika negara-negara adidaya maupun hubungan negara-negara adidaya dengan berbagai negara di beberapa kawasan regional.

  4. Mendorong berbagai program kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia maupun dunia internasional, terhadap berbagai konspirasi dan skenario yang disusun dan dirancang oleh berbagai kekuatan global.

  5. Memanfaatkan dan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya Website, untuk mensosialisasikan dan menerbitkan berbagai riset, kajian, analisis, maupun liputan yang menjadi fokus perhatian GFI sebagai lembaga think-thank.

  6. Mendorong terselenggarannya pendidikan non-formal seperti kursus-kursus dan ketrampilan di bidang diplomasi, studi-studi strategis dan hubungan internasional, intelijen, bahasa-bahasa asing, dan lain sebagainya.

  7. Membangun jaringan dan komunitas peminat Politik Luar Negeri dan masalah-masalah internasional, serta membangun jaringan dan komunitas bisnis global.

 

FOKUS KEGIATAN

Untuk mencapai visi dan misi tersebut, GFI menitikberatkan kegiatannya pada beberapa program utama:

  1. Program penyelenggaraan berbagai seri pertemuan baik internal maupun eksternal (Meetings Program).

  2. Program Studi (Studies Program.

  3. Program Korporasi (Corporate Program).

  4. Program Penggalangan Dana dan Pengembangan Bisnis.

  5. Program Rekrutmen Fellow Expert dan Network Associate.

  6. Program Administrasi Kelembagaan dan Keanggotaan.

 

Agar tercapai tujuan jangka pendek dari rangkaian kegiatan tersebut di atas, maka GFI meluncurkan sebuah website bernama http://www.theglobal-review.com sebagai sarana untuk menerbitkan semua output dari kegiatan-kegiatan GFI seperti seminar, hasil riset dan studi, maupun kegiatan-kegiatan lainnya.

Dasar pemikirannya adalah, bahwa semua rangkaian kegiatan tersebut, pada akhirnya harus bermuara pada dihasilkannya produk-produk penerbitan buku, jurnal, monograf, maupun sarana publikasi lainnya.

Untuk menjembatani itu semua, maka website GFI http://www.theglobal-review.com untuk sementara akan kami jadikan sebagai basis data maupun informasi yang mana seluruh lapisan masyarakat baik di Indonesia maupun mancanegara, bisa mengakses secara langsung informasi maupun kajian-kajian yang dibuat oleh GFI.

Sehingga seluruh hasil seri pertemuan, riset dan studi, maupun liputan-liputan yang bersifat analisis berita mengenai perkembangan dan dinamika global dan regional, bisa kami sosialisasikan secepat mungkin kepada masyarakat luas melalui situs kami. Dan terdokumentasikan secara sistematis baik melalui situas theglobal-review.com baik melalui rubrik-rubrik yang ada didalamnya maupun yang terdapat dalam rubrik arsip.

 

Susunan Pengurus GFI

Direktur eksekutif: Hendrajit

Direktur Keuangan: Joko Wiyono

Direktur Diplomasi Publik: Sudarto Murtaufiq

Direktur Program Studi: Harri Samputra Agus

Direktur Pendidikan dan Pelatihan: Andriyanto

Direktur Diplomasi Kebudayaan: Joko Koentono

Direktur Program Korporasi: Rusman

 

Staf Operasional:

  • Manajer Humas: Meilda Pandiangan 
  • Manajer Publikasi: Dasep Juarsa 
  • Manajer Penerbitan: Harno Utomo
  • Manajer Program: Ferdiansyah Ali

 

Research Associate:

  • Jenny Suziani
  • Mohammad Aprianto
  • Hawe setiawan
  • Rahadi Teguh Wiratama
  • M. Arief Pranoto
  • Eka Hindra
  • Dina Y Sulaeman
  • Agus Setiawan

 










 



Advance Search

   Isu Hangat »
Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?
Selain membahas secara umum terkait perlunya memberi makna baru tentang konsepsi Ketahanan Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Global Future Institute (GFI) secara khusus menyorot pesawat ...

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Presiden Terpilih Jokowi Harus Jelaskan Apa Pentingnya Penggunaan Drone Bagi Pertahanan Nasional RI

Media Mainstream Nasional Pendukung Capres pada Pilpres 2014

Reputasi Buruk Drone UAV Sebagai Mesin Pembunuh

Lihat lainya »
   Arsip
Sinergi untuk Kemajuan Bangsa

Ancaman Refrendum Kebablasan

Jokowi-Prabowo, Ciri Negarawan Sejati

Dominasi Asing di Negeri Kaya

Pertemuan Kerry-Jokowi Bahas ISIS?

Dua Sukhoi TNI Paksa Pesawat Australia Mendarat

Titik Terang Rencana Pembangunan Indonesia Islamic Center di Afghanistan

Kebangkitan Jurnalis

Mosi Senator Australia Terkait Penangkapan Wartawan Asing di Papua

ISIS Sudah Ada di Indonesia, Bagaimana Langkah Kita?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »