» Neo Nazi dan Tangan-Tangan Israel di Ukraina » Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina » Ukraina Dalam Perspektif Geopolitik Zbigniew Brzezinski » Gagalnya Skenario Revolusi Warna dan Titik-Balik Amerika di Ukraina » Cina, Jangan Berdendang Kau!


Tentang Global Future Institute

Global Future Institute, yang untuk seterusnya kami sebut GFI, didirikan pada tanggal 11 Oktober 2007. GFI berdiri atas prakarsa lima orang anggota pendiri: Hendrajit, Harri Samputra Agus, Adriyanto, Joko Wiyono, dan Hamzah Fansyuri.

Gagasan yang melatarbelakangi berdirinya GFI adalah karena saat ini dirasa perlu untuk memberdayakan politik luar negeri Indonesia di tengah-tengah semakin menajamnya persaingan berskala global di antara Negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Uni Eropa, dan Rusia.

Sebagai Negara yang sejak awal kemerdekaan menganut politik luar negeri yang bebas dan aktif, GFI beranggapan sudah selayaknya bagi Indonesia untuk mampu mengantisipasi perubahan-perubahan global di kemudian hari. Maka, GFI bertekad melalui program dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan, menciptakan suatu situasi yang kondusif agar politik luar negeri Indonesia bisa ikut mempengaruhi perkembangan pada skala global dengan memobilisasi seluruh sumberdaya nasional yang kita miliki.

Dengan demikian, GFI sebagai lembaga non-partisan dan nirlaba, menaruh prioritas program kegiatannya untuk melibatkan jaringan pemikir strategis yang berbasis di berbagai sektor strategis baik pemerintah maupun swasta. Antara lain, kalangan departemen luar negeri, perguruan tinggi negeri dan swasta, lembaga-lembaga think-thank yang bergerak dalam pengkajian strategis dan hubungan internasional, partai politik, organisasi massa, tokoh-tokoh berbasis keagamaan, media massa, dan Lembaga Swadaya Masyarakat pada umumnya.

 

ISU-ISU POKOK Yang Menjadi Fokus Utama GFI

Dalam rangka memberdayakan politik luar negeri Indonesia, maka mutlak perlu untuk menguasai wawasan dan pemahaman yang mendalam mengenai konstalasi dan dinamika hubungan antar negara-negara adidaya maupun situasi keamanan regional, khususnya di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dimana negara kita merupakan salah satu motor penggerak utama.

Ada beberapa isu strategis yang kiranya akan menjadi fokus utama kajian dan pengamatan GFI:

  1. Pergeseran Politik Luar Negeri Amerika Serikat dari Waktu ke Waktu.

  2. Bangkitnya Cina sebagai Kekuatan Adidaya Baru.

  3. Kemunculan Shanghai Cooperation Organization (SCO) yang dimotori Cina dan Rusia.

  4. Kemunculan India sebagai Kekuatan Baru di Asia

  5. Berbagai Konflik Daerah Perbatasan yang terjadi di kawasan ASEAN.

  6. Lemahnya Posisi Tawar Indonesia di ASEAN.

  7. Belum Selarasnya Kebijakan Luar Negeri dan Diplomasi.

  8. Potensi Ancaman dari Asia Timur yang muncul dari Jepang dan Cina.

Untuk menindaklanjuti secara lebih intensif isu-isu strategis tersebut, GFI akan menaruh perhatian yang intensif dalam studi maupun kajian-kajian berkaitan dengan perkembangan geostrategis global, termasuk dinamika paling mutakhir dari hubungan antar negara adidaya. Maupun hubungan negara-negara adidaya terhadap negara-negara di berbagai kawasan dunia seperti Timur-Tengah, Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, Teluk Persia, Amerika Latin dan lain sebagainya.

Untuk merealisasikan itu semua, GFI akan melaksanakan serangkaian program kegiatan seperti riset dan pengkajian, pendidikan, pertukaran antarbangsa, dan membangun jaringan serta relasi dengan berbagai kalangan yang menaruh minat pada politik luar negeri RI, hubungan internasional, diplomasi, maupun isu-isu politik dan ekonomi pada umumnya.

 

VISI

Indonesia sebagai poros dan solusi masa depan Global

 

MISI

  1. Membangun kesadaran publik tentang situasi global beserta ekses-eksesnya, sehingga masyarakat Indonesia memiliki peta dan gambaran yang jelas dalam rangka upayanya untuk memainkan peran dirinya sebagai pemain kunci dalam persaingan global.

  2. Menjadikan GFI sebagai rujukan dan model dalam memahami konstalasi global, sekaligus solusi agar bisa memposisikan diri sebagai pemain yang setara dalam menjalin kerjasama internasional dengan kekuatan-kekuatan adidaya.

  3. Secara bertahap akan menyediakan sumber-sumber kepustakaan maupun akses informasi berkenaan dengan perkembangan dinamika negara-negara adidaya maupun hubungan negara-negara adidaya dengan berbagai negara di beberapa kawasan regional.

  4. Mendorong berbagai program kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia maupun dunia internasional, terhadap berbagai konspirasi dan skenario yang disusun dan dirancang oleh berbagai kekuatan global.

  5. Memanfaatkan dan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya Website, untuk mensosialisasikan dan menerbitkan berbagai riset, kajian, analisis, maupun liputan yang menjadi fokus perhatian GFI sebagai lembaga think-thank.

  6. Mendorong terselenggarannya pendidikan non-formal seperti kursus-kursus dan ketrampilan di bidang diplomasi, studi-studi strategis dan hubungan internasional, intelijen, bahasa-bahasa asing, dan lain sebagainya.

  7. Membangun jaringan dan komunitas peminat Politik Luar Negeri dan masalah-masalah internasional, serta membangun jaringan dan komunitas bisnis global.

 

FOKUS KEGIATAN

Untuk mencapai visi dan misi tersebut, GFI menitikberatkan kegiatannya pada beberapa program utama:

  1. Program penyelenggaraan berbagai seri pertemuan baik internal maupun eksternal (Meetings Program).

  2. Program Studi (Studies Program.

  3. Program Korporasi (Corporate Program).

  4. Program Penggalangan Dana dan Pengembangan Bisnis.

  5. Program Rekrutmen Fellow Expert dan Network Associate.

  6. Program Administrasi Kelembagaan dan Keanggotaan.

 

Agar tercapai tujuan jangka pendek dari rangkaian kegiatan tersebut di atas, maka GFI meluncurkan sebuah website bernama http://www.theglobal-review.com sebagai sarana untuk menerbitkan semua output dari kegiatan-kegiatan GFI seperti seminar, hasil riset dan studi, maupun kegiatan-kegiatan lainnya.

Dasar pemikirannya adalah, bahwa semua rangkaian kegiatan tersebut, pada akhirnya harus bermuara pada dihasilkannya produk-produk penerbitan buku, jurnal, monograf, maupun sarana publikasi lainnya.

Untuk menjembatani itu semua, maka website GFI http://www.theglobal-review.com untuk sementara akan kami jadikan sebagai basis data maupun informasi yang mana seluruh lapisan masyarakat baik di Indonesia maupun mancanegara, bisa mengakses secara langsung informasi maupun kajian-kajian yang dibuat oleh GFI.

Sehingga seluruh hasil seri pertemuan, riset dan studi, maupun liputan-liputan yang bersifat analisis berita mengenai perkembangan dan dinamika global dan regional, bisa kami sosialisasikan secepat mungkin kepada masyarakat luas melalui situs kami. Dan terdokumentasikan secara sistematis baik melalui situas theglobal-review.com baik melalui rubrik-rubrik yang ada didalamnya maupun yang terdapat dalam rubrik arsip.

 

Susunan Pengurus GFI

Direktur eksekutif: Hendrajit

Direktur Keuangan: Joko Wiyono

Direktur Diplomasi Publik: Sudarto Murtaufiq

Direktur Program Studi: Harri Samputra Agus

Direktur Pendidikan dan Pelatihan: Andriyanto

Direktur Diplomasi Kebudayaan: Joko Koentono

Direktur Program Korporasi: Rusman

 

Staf Operasional:

  • Manajer Humas: Meilda Pandiangan 
  • Manajer Publikasi: Dasep Juarsa 
  • Manajer Penerbitan: Harno Utomo
  • Manajer Program: Ferdiansyah Ali

 

Research Associate:

  • Jenny Suziani
  • Mohammad Aprianto
  • Hawe setiawan
  • Rahadi Teguh Wiratama
  • M. Arief Pranoto
  • Eka Hindra
  • Dina Y Sulaeman
  • Agus Setiawan

 










 



Advance Search

   Isu Hangat »
Krisis Ukraina, Sadarkan Indonesia Pentingnya Kesadaran dan Wawasan Geopolitik
Senin 7 April 2014, Global Future Institute (GFI) meluncurkan edisi kelima jurnal berkalanya, The Global Review Quarterly dengan mengangkat tema: Gagalnya Revolusi Warna di Ukraina. Yang ...

Ukraina Dalam Perspektif Geopolitik Zbigniew Brzezinski

Gagalnya Skenario Revolusi Warna dan Titik-Balik Amerika di Ukraina

Nasib Muslim Tatar: Isu Jihad Baru di Ukraina?

Membaca Skenario Besar di Balik Penggulingan Presiden Yanukovich

Singapura: “Negeri Makelar” Sarangnya Koruptor? (4)

Lihat lainya »
   Arsip
"Menyusup" ke Indonesia, Kapten AL Australia Dipecat

Panglima TNI: Koresponden Channel News Asia Salah Menafsirkan Kutipan

Pameran Apkasi International Trade And Investment Summit 2014

Magnetnya Prabowo di Pilpres

Ini Produk Asli Indonesia yang Dipersulit Masuk Pasar Eropa

Iran Sadar RI Miliki Potensi Militer Besar

AS Gunakan Budaya Sebagai "Soft-Power" Propaganda

Orang-Orang Fundamentalis Katolik di Lingkaran Jokowi

Pertumbuhan Ekonomi Cina Melesat

Misteri Dibalik Kasus Anas

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »