|
|
 | |  |
|
| Internasional |
| Lima Gerilyawan Taliban Dikeluarkan Dari Daftar Sanksi PBB |
 Lima anggota Taliban, termasuk seorang bekas duta besar Afghanistan untuk PBB, telah dikeluarkan dari daftar sanksi terorisme organisasi dunia itu, kata misi Austria di PBB, Jumat. |
Baca Selengkapnya » |
| Hukum |
| AJI: Usut Kematian Wartawan Merauke |
 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo, meminta pihak kepolisian di Merauke, Papua, untuk mengusut hingga tuntas penyebab kematian Ardiansyah Matra`is, wartawan TV lokal di wilayah itu. |
Baca Selengkapnya » |
| Sosial Budaya |
| RESENSI: Identifikasi Imperialisme Global Amerika |
 DALAM sejarah perang modern, Amerika Serikat mencatat rekor tertinggi sebagai negara agresor. William Blum dalam bukunya Killing Hope: U.S. Military and CIA Interventions Since World War II menyatakan bahwa sejak menyatakan kemerdeka-annya pada 1776, Amerika Serikat melancarkan arus tetap pertempuran militer yang mengobarkan sembilan perang besar dan lebih dari 200 penyerbuan angkatan bersenjata. “Dari 1977 hingga 1993, Amerika Serikat telah mengirimkan tentaranya untuk menyerbu 32 wilayah di luar negaranya.” |
Baca Selengkapnya » |
| Politik |
| Pidato Politik Liem Koen Hian: Darah Tionghoa |
 Pidato Politik Liem Koen Hian, tiga tahun sebelum mendirikan Partai Tionghoa Indonesia P.T.I, dikutip dari tulisannya di Sin Tit Po pada tanggal 2 Desember 1929, sebagai Hoofdrectuer dengan judul "DARAH TIONGHOA" |
Baca Selengkapnya » |
| Politik |
| Pidato Bung Karno di depan GMNI, pada tanggal 3 DESEMBER 1966 - Bagian 2 |
 Nah, oleh karena itulah maka sesudah aku menjadi anggota daripada Trikoro Dharmo, aku meluaskan gerakan pemudaku menjadi Jong Java. Lebih jelas lagi Jong Java daripada Trikoro Dharmo. Sebab, Trikoro Dharmo itu dulu maksudnya ya studie tok. Kalau Jong Java sudah tegas dengan cita-cita, lebih tinggi daripada Trikoro Dharmo. |
Baca Selengkapnya » |
|
|
 | |  |
|
| Politik |
| Pidato Bung Karno di depan GMNI, pada tanggal 3 DESEMBER 1966 - Bagian 1 |
 Catatan Redaksi: Inilah pidato politik Bung Karno, 8 bulan setelah presiden pertama republik Indonesia ini dilengserkan oleh konspirasi kelompok sipil sayap kanan dan angkatan darat melalui keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966. Pidato ini sangatlah penting untuk menangkap suasana zaman ketika itu, kala transisi kekuasaan secara perlahan tapi pasti bermuara pada kejatuhan Sukarno dari tampuk kekuasaan, Suharto tampil ke pentas politik nasional sebagai Sang Dalang Baru yang menggelar lakon pertanjukkan yang berbeda dengan presiden terdahulu. Selamat membaca dan tetap berpikir merdeka. |
Baca Selengkapnya » |
|
| Kesehatan |
| Jangan Pernah Merasa Terlalu Tua Untuk Mulai Belajar |
 Tak Pernah Ada Kata Terlambat Tak pernah ada kata terlambat untuk menjadi apapun yang kita inginkan. Ada orang berpendapat bahwa usia 62 tahun adalah usia yang sangat telat untuk mencapai sebuah cita-cita. Kita tak perlu mencapai usia 62 tahun untuk percaya bahwa usia ini sangat telat untuk meraih sebuah mimpi. |
Baca Selengkapnya » |
|
| Politik |
| Penasehat Tinggi Presiden Rusia Mundur |
 Ketua dewan penasehat Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengenai hak asasi manusia (HAM) Jumat secara tak terduga mengumumkan pengunduran diri. |
Baca Selengkapnya » |
|
| Internasional |
| China Luncurkan Pemetaan Satelit Resolusi-Tinggi Pada 2011 |
 China akan meluncurkan stereoskopis pemetaan satelit resolusi tinggi pertama untuk penggunaan sipil pada setengah tahun kedua 2011, kata Biro Survei dan Pemetaan Negara Kamis. |
Baca Selengkapnya » |
|
| Politik |
| PM Korsel Resmi Mengundurkan Diri |
 Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Un Chan, mengumumkan pengunduran dirinya, Kamis (29/7), setelah parlemen menggagalkan upayanya untuk menghentikan proyek pemindahan ibukota dari Seoul. |
Baca Selengkapnya » |
|
| Internasional |
| Ahmadinejad: Barat Salah Kaprah Memandang Masyarakat |
 Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyatakan bahwa para musuh pesimis akan perkembangan kampus-kampus di Iran. Ahmadinejad dalam pertemuannya dengan para anggota Organisasi Persatuan Mahasiswa di Tehran, hari Kamis (29/7) menekankan pentingnya aktivitas budaya dan politik di kampus-kampus Iran. Menurutnya, para musuh tengah menciptakan kondisi pesimis di kampus-kampus Iran. Ahmadinejad menegaskan, "Para musuh mengkhawatirkan optimisme di lingkungan kampus." |
Baca Selengkapnya » |
|
| Sosial Budaya |
| Tari Cendrawasih Tebar Pesona pada World Food Festival 2010 |
 Pada program ”Vietnamese and foreign countries day” di hari ke-2 World Food Festival (WFF), tim KJRI HCMC tampil membawakan tari Cendrawasih dari Bali. Gending Bali, pengiring tari Cendrawasih, yang digelar setelah tarian Vietnam memberikan nuansa yang baru bagi pengunjung. Warga yang awalnya berjalan kaki diseputar booths penjual makanan, bergerak menuju panggung. Gerak tari yang dinamis, menyita perhatian penonton untuk fokus ke tarian yang dibawakan oleh staf dan putri-putri KJRI. Banyak yang mengabadikan momen yang langka tersebut. Penonton yang terdiri dari segala usia, spontan bertepuk tangan saat tarian usai. |
Baca Selengkapnya » |
|
| Sosial Budaya |
| Fiji akan Belajar Sistem Pendidikan dari Indonesia |
 Sebagai dua negara kepulauan yang memiliki kondisi geografis serupa, Indonesia dan Fiji berbagi kendala sama untuk pemerataan pendidikan. Namun bagi Indonesia, masalah ini telah terbantu dengan didirikannya Universitas terbuka sejak 1984 untuk dapat menjangkau daerah-daerah terpencil. |
Baca Selengkapnya » |
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Pengarang : Hendrajit Dkk |
| Telah Terbit: Tangan-Tangan Amerika, Operasi Siluman AS di Pelbagai Belahan Dunia |
 Dalam sejarah perang modern, Amerika Serikat mencatat rekor tertinggi sebagai negara agresor. William Blum, dalam bukunya Killing Hope: U.S. Military and CIA Interventions Since World War II, menyatakan bahwa sejak menyatakan kemerdeka-annya pada 1776, Amerika Serikat melancarkan arus tetap pertempuran militer yang mengobarkan sembilan perang besar dan lebih dari 200 penyerbuan angkatan bersenjata. “Dari 1977 hingga 1993,” tulisnya, “Amerika Serikat telah mengirimkan tentaranya untuk menyerbu 32 wilayah di luar negaranya.” Rekor itu, tentu, sudah diperbarui dengan penyerbuan AS ke Afghanistan dan Irak, dan tampaknya tidak mungkin ditumbangkan oleh negara lain manapun, kecuali oleh AS sendiri. |
| Lihat Lainnya » |
|
|
|
 |
|