English     Indonesia  
Menu Rubrik
Internasional
Politik
Asean
Analisis
Hukum
Ekonomi dan Bisnis
Industri Strategis
Hankam
Sosial Budaya
Lingkungan Hidup
Kesehatan
Wawancara Khusus
Gaya Hidup
Diplomasi
Komentar Pembaca
Iklan left 2
Departemen Luar Negeri RI
PBNU
ISAFIS
Selamatkan Indonesia
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
Informasi Wisata Bali
greenpeace Asia
Anggia Putri Nilasari
World Future Online
Budaya Sunda
   Jajak Pendapat
Membentuk kekuatan baru selain PBB guna menekan Israel membuka blokade atas Gaza?
Sangat Perlu
Perlu
Tidak Perlu
Tidak Tahu
   
Dari Redaksi


Politik
Pidato Bung Karno di depan GMNI, pada tanggal 3 DESEMBER 1966 - Bagian 1

Catatan Redaksi:
Inilah pidato politik Bung Karno, 8 bulan setelah presiden pertama republik Indonesia ini dilengserkan oleh konspirasi kelompok sipil sayap kanan dan angkatan darat melalui keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966. Pidato ini sangatlah penting untuk menangkap suasana zaman ketika itu, kala transisi kekuasaan secara perlahan tapi pasti bermuara pada kejatuhan Sukarno dari tampuk kekuasaan, Suharto tampil ke pentas politik nasional sebagai Sang Dalang Baru yang menggelar lakon pertanjukkan yang berbeda dengan presiden terdahulu. Selamat membaca dan tetap berpikir merdeka.


Baca Selengkapnya »     

Kesehatan
Jangan Pernah Merasa Terlalu Tua Untuk Mulai Belajar

Tak Pernah Ada Kata Terlambat Tak pernah ada kata terlambat untuk menjadi apapun yang kita inginkan. Ada orang berpendapat bahwa usia 62 tahun adalah usia yang sangat telat untuk mencapai sebuah cita-cita. Kita tak perlu mencapai usia 62 tahun untuk percaya bahwa usia ini sangat telat untuk meraih sebuah mimpi.


Baca Selengkapnya »     

Politik
Penasehat Tinggi Presiden Rusia Mundur

Ketua dewan penasehat Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengenai hak asasi manusia (HAM) Jumat secara tak terduga mengumumkan pengunduran diri.


Baca Selengkapnya »     

Internasional
China Luncurkan Pemetaan Satelit Resolusi-Tinggi Pada 2011

China akan meluncurkan stereoskopis pemetaan satelit resolusi tinggi pertama untuk penggunaan sipil pada setengah tahun kedua 2011, kata Biro Survei dan Pemetaan Negara Kamis.


Baca Selengkapnya »     

Politik
PM Korsel Resmi Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Un Chan, mengumumkan pengunduran dirinya, Kamis (29/7), setelah parlemen menggagalkan upayanya untuk menghentikan proyek pemindahan ibukota dari Seoul.


Baca Selengkapnya »     

Internasional
Ahmadinejad: Barat Salah Kaprah Memandang Masyarakat

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyatakan bahwa para musuh pesimis akan perkembangan kampus-kampus di Iran. Ahmadinejad dalam pertemuannya dengan para anggota Organisasi Persatuan Mahasiswa di Tehran, hari Kamis (29/7) menekankan pentingnya aktivitas budaya dan politik di kampus-kampus Iran. Menurutnya, para musuh tengah menciptakan kondisi pesimis di kampus-kampus Iran. Ahmadinejad menegaskan, "Para musuh mengkhawatirkan optimisme di lingkungan kampus."


Baca Selengkapnya »     

Sosial Budaya
Tari Cendrawasih Tebar Pesona pada World Food Festival 2010

Pada program ”Vietnamese and foreign countries day” di hari ke-2 World Food Festival (WFF), tim KJRI HCMC tampil membawakan tari Cendrawasih dari Bali. Gending Bali, pengiring tari Cendrawasih, yang digelar setelah tarian Vietnam memberikan nuansa yang baru bagi pengunjung. Warga yang awalnya berjalan kaki diseputar booths penjual makanan, bergerak menuju panggung. Gerak tari yang dinamis, menyita perhatian penonton untuk fokus ke tarian yang dibawakan oleh staf dan putri-putri KJRI. Banyak yang mengabadikan momen yang langka tersebut. Penonton yang terdiri dari segala usia, spontan bertepuk tangan saat tarian usai.


Baca Selengkapnya »     

Sosial Budaya
Fiji akan Belajar Sistem Pendidikan dari Indonesia

Sebagai dua negara kepulauan yang memiliki kondisi geografis serupa, Indonesia dan Fiji berbagi kendala sama untuk pemerataan pendidikan. Namun bagi Indonesia, masalah ini telah terbantu dengan didirikannya Universitas terbuka sejak 1984 untuk dapat menjangkau daerah-daerah terpencil.


Baca Selengkapnya »     
Cari :
Nash of Journalism School
   Artikel Pilihan »
Testing Content1
Testing Content1 Testing Content1 ...

Lihat lainya »
   Isu Hangat »
Mewaspadai Meningkatnya Kekuatan Militer Cina (Bagian 2)
Dalam tulisan kami sebelumnya berkaitan dengan kebangkitan kekuatan militer Republik Rakyat Cina, tak pelak lagi negara adidaya di kawasan Asia Timur tersebut bakal menjadi satu kekuatan ...

Deklarasi Konferensi PD II DI Kuala Lumpur

The Malaysian Experience & Hope For The Future

Japan as an Independent Player in an out of control Asia

Pernyataan GFI pada Konferensi Internasional tentang Perang Dunia II di KL

Mengutuk Keras Negara-Negara Agresor Perang Dunia Kedua yang Bermaksud Menulis Ulang Keterlibatannya Dalam Kejahatan Perang

Lihat lainya »
   Arsip
Ahmadinejad: Barat Salah Kaprah Memandang Masyarakat

Tari Cendrawasih Tebar Pesona pada World Food Festival 2010

Fiji akan Belajar Sistem Pendidikan dari Indonesia

Ekuador Serukan KTT Untuk Tangani Sengketa Kolombia-Venezuela

Sambutan Hangat Kristiansand untuk Dewa Ruci

RI-Jerman Kerjasama Investasi Industri Kelapa Sawit

Jepang Telah Tempatkan Dubes Di ASEAN

Iklim Investasi Minyak Segera Diperbaiki

Kopi Eksotik Indonesia Berpotensi Kuasai Pasar Internasional

IAEA: Indonesia Sudah Siap Miliki Nuklir

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang : Hendrajit Dkk
Telah Terbit: Tangan-Tangan Amerika, Operasi Siluman AS di Pelbagai Belahan Dunia

Dalam sejarah perang modern, Amerika Serikat mencatat rekor tertinggi sebagai negara agresor. William Blum, dalam bukunya Killing Hope: U.S. Military and CIA Interventions Since World War II, menyatakan bahwa sejak menyatakan kemerdeka-annya pada 1776, Amerika Serikat melancarkan arus tetap pertempuran militer yang mengobarkan sembilan perang besar dan lebih dari 200 penyerbuan angkatan bersenjata. “Dari 1977 hingga 1993,” tulisnya, “Amerika Serikat telah mengirimkan tentaranya untuk menyerbu 32 wilayah di luar negaranya.” Rekor itu, tentu, sudah diperbarui dengan penyerbuan AS ke Afghanistan dan Irak, dan tampaknya tidak mungkin ditumbangkan oleh negara lain manapun, kecuali oleh AS sendiri.

Lihat Lainnya »

© 2008 - 2010 theglobal-review.com All rights reserved